Lifestyle – Alay, Fenomena Alam Atau Buatan?


Sebelum membaca artikel ini saya harap anda tidak menjauhi orang yang dianggap alay ataupun merubah jati diri anda menjadi seorang alay. Jadilah diri sendiri, karena itu yang terbaik untuk anda.

Jika dulu kita mengenal istilah “lebay” yang artinya berlebihan, maka kini mulai muncul lagi kata yang lagi booming, yaitu “alay”, pengertian alay sendiri secara harfiah berasal dari Anak Layangan, yang notabene dekil dan berambut pirang matahari.

Banyak orang yang tidak menyukai orang lain yang memiliki sikap sebagai seorang “alay”. Namun, meski mereka memusuhi “alay”, apa mereka tahu arti sebenarnya dari “alay”?

Berikut adalah pengertian alay menurut beberapa ahli :

Koentjara Ningrat
Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati, kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar

Selo Soemaridjan
Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu.

Tapi seiring perkembangan zaman, alay sering diidentifikasikan menjadi narsis, fotogenic, sok gaul, emo, dan lain-lain.

Secara garis besar, mungkin karena salah pergaulan, maka yang merupakan ciri-ciri alay adalah sebagai berikut

Tongkrongannya” di pinggir pinggir jalan.
Tidak hanya “nongkrong saja di pinggir jalan, tapi sambil menggoda lawan jenis yang sedang lewat.

Suka Pamer Yang Tidak Jelas
Jika sedang berkumpul dengan teman – temannya suka memamerkan barang yang dimiliki, misalnya sambil mendengarkan lagu lewat handphone, atau bahkan sekedar menunjukkan sms dari pasangannya agar bisa dikatakan bahwa pasangannya care.

Berpakaian tanpa memperhatikan estetika
Orang alay biasanya sok gaul dan selalu ingin mengikuti tren. Hal ini baik, tapi jika berlebihan pastilah jadi tidak baik lagi. Misalnya memakai baju warna hijau, celana kotak – kotak, sepatu merah, dan kacamata biru dalam satu kesempatan. bisa anda bayangkan?

Narsis
Narsis bisa kita artikan bahwa orang tersebut selalu ingin di-ekspose. Dimana ada acara berfoto, disitulah dia akan melaksanakan aksinya tanpa melihat keadaan setempat. Selain itu, pose yang dia tunjukkan pun selalu melenceng dari biasanya.

Selalu mencari perhatian
Untuk perempuan, tiap hari dia selalu membicarakan pasangannya. Entah masalah cinta atau yang lainnya, yang jelas itu dilakukannya hanya untuk tujuan pamer. Sedangkan untuk laki – laki, setiap hari selalu membuat ulah dan memancing keributan agar dirinya dianggap keren.

Di atas tadi telah dijelaskan tentang bagaimana ciri – ciri keseharian dari para “alay”. Berikut ini adalah ciri – ciri tentang bagaimana bahasa yang dia gunakan sehari – hari.

TULISAN
contoh:
– iya : ia
– kamu: kamuh,kammo,kamoh,kamuwh,kamyu,qamu, dll
– aku : akyu,aq,akko,akkoh,aquwh, dll
– maaf: mu’uph,muphs,maav, dll
– sorry: cowyie,cory,tory(?), dll
– add : ett,etths,aad,edd, dll
– for : vo,fur(zz),pols, dll
– lagi : agi,agy, dll
– makan: mums,mu’umhs, dll
– lucu : lutchuw,uchul,luthu, dll
– siapa: cppa,cp,ciuppu,siappva, dll
– apa : uppu,apva,aps, dll
– narsis: narciezt,narciest, dll
– tulisan yang dia pakai tidak memperhatikan penggunaan kapital : LaGi NgaPaIn?, dll
– mencampur adukkan angka dengan alfabet : L461 N6ap41n?
– dan masih bnyak lagi!


Alay hanya membuat tulisan yang seharusnya simple dan mudah dibaca menjadi tulisan yang rumit dan susah untuk dibaca. Berikut ini adalah situs yang bisa anda gunakan untuk sekedar mengetahui bahasa “alay”. Klik

Setelah membaca ulasan tentang “alay” di atas, apa anda termasuk orang alay? Sekali lagi saya ingatkan bahwa bagaimanapun juga “alay” termasuk ciptaan Tuhan. Hargai mereka tanpa mengurangi sedikit pun rasa hormat seperti kita menghormati orang normal lainnya.

Terima Kasih.

Sumber : m-ridha

You may also like

Leave a Reply