Fakta Tentang Silikon (Part 2)

Seperti yang telah saya posting di artikel sebelumnya, memiliki payudara indah, hidung mancung, atau betis seksi lewat operasi bedah plastik memang menggiurkan. Banyak orang yang memilih menggunakan cara singkat tapi tak sedikit pula yang mencemaskan efek sampingnya. Penggunaan silikon dalam dunia kosmetika telah banyak menuai kontroversi. Simak tanya-jawab berikut ini untuk melengkapi pengetahuan Anda tentang silikon.

  1. Bagaimana jika bentuk wajah sudah telanjur rusak? Apakah dapat diperbaiki kembali? Dapatkah silikon cair dikeluarkan dengan cara tradisional, seperti dipijat?
    Secara logika kedokteran, silikon cair yang telanjur disuntikkan ke tubuh, tak mungkin dikeluarkan dengan cara dipijat-pijat. Satu-satunya cara dengan pembedahan.
  2. Tindakan medis apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kulit memerah atau wajah rusak setelah disuntik silikon cair?
    Selama tidak terjadi infeksi, kulit yang merah-merah dapat diatasi dengan obat antiperadangan. Jika warna merah pada kulit tak kunjung hilang, dokter biasanya hanya dapat menganjurkan pasien memakai concealer untuk menutupinya.
  3. Implan silikon payudara apa saja yang biasa digunakan dalam operasi memperindah payudara?
    Ditinjau dari materi pengisinya, ada 3 jenis implan payudara, yaitu:
    • Implan berisi garam fisiologis (saline/NaCl)
      Implan jenis ini biasanya dibungkus dalam kantong silikon, dan cenderung mudah bocor atau berkerut. Karena hanya berisi air, implan ini relatif kurang dapat dibentuk sesuai keinginan.
    • Implan berisi gel silikon padat
      Implan ini juga dibungkus dalam kantong silikon, namun didesain khusus hingga terasa lembut dan fleksibel sehingga mudah dibentuk sesuai keinginan.
    • Implan berisi gel silikon yang kohesif
      Menurut dr. Rod J. Rohrich, ketua American Society of Plastic Surgeons, implan jenis ini merupakan tipe terbaru. Di Amerika Serikat, populer dengan nama gummy bear breast implant. Gel kohesif seperti ini tak menyebar, bahkan jika kantong pembungkusnya bocor/dibelah.
  4. Di bagian payudara manakah silikon dipasang?
    Ada dua cara memasang implan silikon ke dalam payudara,yaitu:
    • Di balik kelenjar payudara, tepat di depan otot dada.
    • Di balik otot dada: dilakukan untuk pasien yang memiliki kelenjar payudara kecil.
  5. Benarkah implan silikon dapat pecah atau bocor?
    Implan silikon yang sudah dipasang di dalam payudara hanya akan mengalami kebocoran jika mengalami trauma luka dada yang parah (misalnya, dada ditusuk dengan benda tajam).
  6. Benarkah implan silikon dapat menyebabkan kanker payudara?
    Daya tolak reaksi jaringan tubuh terhadap silicone breast implant, menurut Prof. Dr. H. Muchlis Ramli dari Departemen Ilmu Bedah Onkologi FKUI, tergolong sangat rendah, sehingga sejauh ini tidak terbukti dapat menyebabkan kanker.
    Kalaupun ada pasien yang terbukti mengidap kanker setelah melakukan operasi, besar kemungkinan pasien tersebut memang sudah memiliki ‘bakat’ kanker.
  7. Apakah wanita tetap bisa menyusui jika payudaranya diaugmentasi dengan implan silikon?
    Proses menyusui masih tetap dapat dilakukan, asalkan implan silikon dipasang di balik kelenjar payudara. Biasanya, dokter akan menganjurkan agar implan silikon dimasukkan lewat sayatan di bawah lipatan buah dada, sehingga sama sekali tidak mengganggu kelenjar payudara.

Sumber : vivanews

You may also like

Leave a Reply