Menerima Pendapat Orang Lain

Ilustrasi debat
Ilustrasi Debat Kusir

Pernahkah Anda beradu argumen dengan seseorang yang terus mempertahankan pendapatnya meskipun pendapat tersebut sudah tidak relevan? Jika iya, ada baiknya teman Anda membaca cerita berikut ini. 🙂

Ada seorang pedagang kaya yang tinggal di suatu desa. Meski kaya, kebahagiaannya sedikit terambil akibat istrinya yang baru saja meninggal. Tinggal anak semata-wayangnya yang menjadi tumpuan kebahagiaan saat ini.

Suatu hari, pedagang itu pergi ke kota untuk menghadiri sebuah acara. Tanpa diduga sebelumnya, para bandit menyerang desa pedagang kaya tersebut. Semua rumah dibakar, harta benda dijarah, dan tentunya pemudanya dijadikan budak tanpa terkecuali anak pedagang kaya tersebut.
Ketika pedagang kaya pulang, alangkah kagetnya Ia mengetahui desa dan terutama anaknya tak ada kabar.

Mendekati puing-puing rumahnya yang sudah hangus, ia mendapati abu di sebelah mainan anaknya. Ia menangis, tak rela anaknya meninggal dengan cara demikian.

Tahun demi tahun berlalu, sang pedagang kaya memulai kehidupannya dengan normal kembali meski hanya sendirian. Anak pedagang kaya yang ditawan oleh bandit berhasil kabur dan pulang ke rumahnya. Ketika sampai di rumah, sang anak mengetuk pintu dan berkata, “Ayah, ini aku. Aku sudah pulang. Buka pintunya Ayah!

Sang Pedagang kaya tidak percaya,”Siapa sih yang membangunkanku di pagi buta seperti ini?” .

Sekali lagi sang Anak memanggil ayahnya sambil mengetuk pintu, “Ayah, ini aku. Aku sudah pulang. Buka pintunya Ayah!

Pedagang kaya pun jengkel dan menghardik pemuda tersebut tanpa terbangun dari tempat tidurnya, “Hei anak usil. Kamu tidak kapok ya berbuat iseng. Anak saya sudah mati. Pergi sana!

Sang Pedagang kaya memang sering dikerjai oleh anak kecil yang ada di sekitarnya. Namun, meskipun demikian Ia telah membuang kesempatan untuk bertemu anaknya yang ternyata masih hidup.

Nah sahabat, dari cerita ini bisa kita simpulkan bahwa mempertahankan pendapat belum tentu tindakan yang tepat. Semua hal selalu berkembang dan menuntut adanya perubahan. Jika Anda tetap mempertahankan pendapat pribadi tanpa mengedepankan sebuah fakta, niscaya hal tersebut akan merugikan Anda sendiri dan bahkan orang lain.

Maka dari itu, mulai sekarang bukalah hati untuk mau menerima pendapat orang lain. Pendapat orang lain yang telah dikemukakan jangan langsung Anda telan begitu saja. Melainkan olah-lah terlebih dahulu makna yang tersirat di dalamnya. Jika memang bisa dipadukan dengan pendapat awal Anda dan bisa menjadi lebih baik, kenapa tidak dipadukan saja. Hal itulah yang bisa membuat diri Anda semakin maju dalam berpikir.

Semoga sukses dalam menerima pendapat orang lain. Mari memajukan diri agar tercipta perubahan dalam kehidupan ini.

Sukses untuk kita semua.

You may also like

Leave a Reply