Panduan Seafood Berdasarkan WWF

Salah satu bentuk penangkapan ikan di laut
Salah satu bentuk penangkapan ikan di laut

Sebagai upaya untuk meningkatkan permintaan nasional terhadap sustainable seafood, WWF mendorong konsumen untuk lebih selektif memilih hidangan laut. Salah satunya adalah melalui sosialisasi seafood guide, buku saku yang berisi panduan memilih hidangan laut yang berkelanjutan.


Panduan tersebut dibuat bukan untuk melarang atau membatasi konsumsi hidangan laut. Akan tetapi, Seafood Guide merupakan salah satu acuan untuk menikmati hidangan laut dengan lebih bertanggung jawab. Produk hidangan laut di Indonesia, juga di negara lain, terancam ketahanan, keamanan, dan keberlanjutannya akibat rusaknya ekosistem perikanan laut. Ancaman tersebut berasal dari praktik perikanan destruktif, penangkapan berlebih (overfishing), dan tangkapan sampingan (by-catch). Bahkan jika kondisi ini masih terus berlangsung, sejumlah ahli perikanan dunia memperkirakan bahwa di tahun 2048, warga dunia hanya hanya dapat mengkonsumsi ubur-ubur dan plankton karena habisnya stok ikan.

Permintaan tinggi terhadap berbagai jenis ikan karang seperti kakap, tuna, baronang, kepiting, udang hingga lobster membuat para nelayan melakukan segala cara untuk mendapatkan sumber daya laut tersebut dalam jumlah besar. Praktik perikanan destruktif pun dilakukan misalnya dengan menggunakan bom atau racun sianida. Cara penangkapan yang seperti ini merusak ekosistem perikanan, termasuk terumbu karang, yang berujung pada berkurangnya populasi ikan karang.

Melalui kampanye “Choose your seafood right” yang menggunakan seafood guide sebagai instrumen utama kampanye, WWF berusaha untuk mengenalkan gagasan “sustainable seafood” kepada konsumen dan mendorong mereka untuk memilih hidangan laut secara bijak. Dengan meningkatnya permintaan hidangan laut lestari, maka diharapkan pera pelaku industri perikanan akan berproduksi secara lebih efisien dan ramah lingkungan.

Mari kita lestarikan sumber daya laut..demi generasi yang akan datang dan laut lestari!

Sumber : WWF Indonesia

O iya, jika dokumen di atas masih kurang jelas, Anda bisa membacanya langsung disini.

Tinggalkan Balasan