Gowes Jelajah Tegalweru 13 Agustus 2011

Jalanan yang kami lalui menuju trek tanah adalah aspal rusak. Selain itu, kondisi sekitarnya kering. Menguji mental nih πŸ˜€

Kemarin (13 Agusutus 2011) saya dan beberapa teman mengadakan Gowes Jelajah Ngabuburit. Semua orang (kecuali saya – non Muslim) yang mengikuti acara ini menjalankan ibadah puasanya dengan sangat baik. Saya salut dengan perjuangan teman-teman untuk menjalankan kewajibannya. Nah, cobaan apakah di bulan puasa ini yang mereka dapat? Silahkan dibaca sampai habis ya :p

Inilah salah satu cobaan mereka. Jalanannya kering. Sangat tidak enak dipandang mata deh :))
Selain jalanan yang kering, jalanan juga menanjak. Sempat sih ada yang ingin membatalkan puasanya. Tapi siapa yang mau membatalkan puasa pukul 17.00 WIB? Sangat disayangkan sekali jika memang ada :))
Jatah istirahat yang biasanya diwarnai dengan minuman segar, kini tak bisa lagi dirasakan. Saya pun harus menghormati kawan-kawan lainnya untuk tidak minum. Ya sudah deh, tak ada minuman sampai mereka berbuka puasa
Nah, ini dia awal dari rute Light DH. Jika belok kiri, akan ada rute yang lebih menantang. Tapi karena singkatnya waktu untuk menuju berbuka puasa, kami potong jalan (belok kanan) deh.
Disini kami pasang protektor. Sebetulnya tanpa protektor pun bisa sih. Tapi karena om Danu (yang duduk) menghimbau kawan-kawan untuk memakai protektor, ya pakai saja lah πŸ˜€
Inilah penampakan saya dan protektor pinjaman dari om Danu. Lumayan keren lah. Ingat, utamakan keselamatan untuk olahraga ekstrim semacam Downhill πŸ™‚
Sangat disayangkan, saya tidak bisa mengambil gambar sewaktu downhill. Gambar ini diambil ketika rombongan berhenti karena ada percabangan jalan. Ketika menuruni bukit, kecepatan bisa mencapai 25km/jam. Sepeda saya beberapa kali terpental tanah kering dengan kecepatan sekian. Sungguh fantastis πŸ™‚
Sudah maghrib, kami berbuka dengan minum air. Setelah berbuka, kami mencari tempat untuk melaksanakan sholat Maghrib di sekitar Jalan Veteran. Setelah sholat, menuju MX Mall dulu ah untuk nampang

Itu saja cerita yang bisa saya bagi untuk bengongers. Lain waktu, jika Anda mampir ke Malang hubungi saya. Semoga ada kesempatan untuk kita gowes bareng melewati rute Tegalwaru. Salam gowes dan sukses untuk kita semua.

You may also like

Leave a Reply