Peserta Gowes Jelajah sedang melewati jalanan aspal

Peserta Gowes Jelajah sedang melewati jalanan aspal

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman gowes ke Kebun Teh. Meskipun bukan yang pertama, jalur yang kami lewati berbeda dengan jalur Gowes Jelajah Kebun Teh pada tanggal 25 Juni 2011.

Setelah jalanan beraspal rata, kami dihadapkan dengan jalan aspal rusak (banyak lubang)

Setelah jalanan beraspal rata, kami dihadapkan dengan jalan aspal rusak (banyak lubang)

Jalur aspal rusak diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut pasir karena terdapat tambang pasir di desa ini

Jalur aspal rusak diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut pasir karena terdapat tambang pasir di desa ini

Meskipun jalanan rusak, tapi hijaunya vegetasi di sekitar jalur masih menghibur kami

Meskipun jalanan rusak, tapi hijaunya vegetasi di sekitar jalur masih menghibur kami

Terlihat peserta agak kewalahan karena jalur ini merupakan tanjakan.

Terlihat peserta agak kewalahan karena jalur ini merupakan tanjakan.

Inilah pasangan kompak yang ikut dalam Gowes Jelajah Kebun Teh 11 September 2011

Inilah pasangan kompak yang ikut dalam Gowes Jelajah Kebun Teh 11 September 2011

Peserta berfoto bersama di warung yang ada di sekitar Kebun Teh Lawang

Peserta berfoto bersama di warung yang ada di sekitar Kebun Teh Lawang

Sewaktu pulang, kami lewat jalur yang sama dengan jalur berangkat tadi. Karena jalanan turun dan aspal rusak, ban dari tiga sepeda pecah secara bersamaan.

Sewaktu pulang, kami lewat jalur yang sama dengan jalur berangkat tadi. Karena jalanan turun dan aspal rusak, ban dari tiga sepeda pecah secara bersamaan.

Itulah yang bisa saya bagikan tentang pengalaman bersepeda ke Kebun Teh Lawang. Mohon maaf kurang menampilkan keindahan Kebun Teh Lawang karena tidak jauh berbeda dengan cerita saya pada artikel Gowes Jelajah Kebun Teh 25 Juni 2011.

Semoga bisa menghibur dan membuat Anda tertarik untuk gowes ke Kebun Teh Lawang.

Terima kasih sudah berkunjung,
Sukses untuk kita semua.