Kemarahan dan Manajemen Waktu

Ilustrasi Kemarahan Seseorang
Ilustrasi Kemarahan Seseorang

Manusia pada dasarnya diberikan beberapa sifat, baik dan buruk. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa sifat tersebut juga berpengaruh terhadap kehidupannya sehari-hari.

Artikel berikut saya tulis dari pengalaman pribadi tentang kemarahan terhadap seseorang yang sudah membuat saya kecewa. Anda pun mungkin demikian. Tapi apakah kemarahan itu berguna? Berikut adalah pendapat dari beberapa ahli tentang kemarahan yang saya dapat dari situs ini.

Menurut Charles Spielberger, Ph.D., seorang ahli psikologi yang mengambil 3spesialisasi studi tentang marah. Marah adalah suatu perilaku yang normal dan sehat yakni sebagai salah satu bentuk ekspresi emosi manusia. Seperti bentuk emosi lainnya, marah juga diikuti dengan perubahan psikologis dan biologis. Ketika Anda marah, denyut nadi dan tekanan darah meningkat, begitu juga dengan level hormon, adrenalin dan non-adrenalin.

Mark Gorkin, seorang konsultan pencegahan stres dan kekerasan membagi marah dalam empat kategori; marah yang disengaja, marah spontan (marah yg dilakukan secara tiba-tiba), marah konstruktif (marah yang disertai ancaman terhadap orang lain) dan marah destruktif (marah yang ditumpahkan tanpa rasa bersalah).

Dari paparan di atas, kemarahan adalah suatu yang wajar bagi manusia. Selain sifat mendasar dari manusia, kemarahan juga bisa dipengaruhi oleh kebudayaan. Ini terbukti dari penelitian bahwa kebanyakan orang di Jepang diam ketika marah. Hal ini dikarenakan orang Jepang kurang terbiasa mengekspresikan kemarahannya. Berbeda dengan orang Amerika yang lebih blak-blakan dalam mengutarakan perasaannya. Contoh nyata di Indonesia (bukan bermaksud SARA), orang suku Batak terkenal mudah marah.

Terlepas dari kebudayaan, cobalah kita melihat kemarahan dari sisi orang lain. Jika kita marah kepada seseorang, apa yang dirasakan oleh orang tersebut? Apakah mereka gembira? Apakah mereka senang? Jawabnya adalah TIDAK. Lantas, bagaimana ketika Anda sedang marah tapi tidak bisa mengekspresikannya?

Ekspresi kemarahan sah-sah saja dilontarkan dari dalam diri. Tapi, ada baiknya mengontrol ekspresi kemarahan tersebut. Hal yang harus dikontrol adalah bagaimana cara mengungkapkannya dan berapa lama harus bertahan dalam suasana marah.

Coba Anda pikir kembali tentang agenda / jadwal yang sudah dibuat di pagi hari / hari sebelumnya. Adakah jadwal yang mengatur Anda untuk marah? Jika Ada, berapa lama? Bukankah marah berlama-lama hanya akan membuang waktu produktif Anda? Kemarahan memang perlu, tapi jangan sampai kemarahan itu mengganggu produktivitas Anda.

Akhir kata, semoga semakin banyak orang yang sadar tentang pentingnya mengontrol kemarahan dalam diri. Semoga tidak ada lagi waktu yang terbuang untuk sekedar marah. Waktu adalah uang, dan kemarahan berbelit-lah yang akan menghabiskan uang Anda.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Sukses untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan