GowesSejarah Gunung Batok 18/12/11

Gunung Batok terlihat dari Penanjakan.
Gunung Batok jika dilihat dari Penanjakan.

Tulisan ini sedikit berbeda dengan tulisan yang berjudul GowesJelajah Bromo 18 Desember 2011. Dalam tulisan kali ini, saya akan sedikit berbicara tentang sejarah dari Gunung Batok. Mengapa harus Gunung Batok? Bukankah lebih terkenal Gunung Bromo? Jika yang ada di benak Anda adalah pertanyaan seperti tadi, simak beberapa ulasan tentang Gunung Batok yang sudah saya susun di bawah ini.

Gunung Batok bersama dengan pelangi yang menghiasinya.
Gunung Batok bersama dengan pelangi yang menghiasinya.

Untuk hal pertama yang akan saya bahas adalah sejarah dari Gunung Batok.

Dahulu kala, hidup seorang wanita cantik bernama Rara Anteng. Suatu hari ada perampok yang hendak berbuat jahat kepadanya. Tapi perampok tersebut malah berganti niatan untuk menjadikan Rara Anteng sebagai istrinya.

Rara Anteng yang sudah memiliki kedekatan dengan Jaka Seger, tidak bisa menolaknya karena perampok tersebut sakti. Meskipun demikian, Rara Anteng tetap mencintai Jaka Seger. Timbullah ide agar perampok tersebut gagal untuk menyunting Rara Anteng sebagai istrinya.

Rara Anteng meminta kepada perampok itu untuk membuat lautan di puncak Gunung Bromo dalam waktu semalam. Si perampok menyetujuinya karena dia pikir itu adalah hal yang sangat mudah. Waktu berjalan, proses pembuatan lautan yang dibantu oleh makhluk halus penunggu Gunung Bromo membuahkan hasil. Tapi keberhasilan itu harus ditunda karena ada ayam jantan yang sudah berkokok tanda fajar mulai terbit (sudah pagi).

Ternyata, terbitnya fajar yang lebih dini diakibatkan karena ada campur tangan Rara Anteng yang meminta tolong kepada para Biyung Emban untuk memukul lesung dan membakar tumpukan ilalang yang besar. Tumpukan ilalang yang besar akan nampak seperti fajar yang terbit dari timur. Sedangkan tumbukan lesung secara tidak langsung akan membangunkan ayam dan membuatnya berkokok seolah-olah pagi telah datang.

Si perampok putus asa karena pekerjaannya hampir selesai tapi waktunya sudah habis. Akhirnya ia marah dan melempar batok (tempurung) kelapa yang sebelumnya digunakan untuk mengambil air dari sungai. Batok kelapa tersebut jatuh di atas pasir dengan posisi tengkurap, lama-kelamaan membesar hingga menjadi seukuran Gunung Batok.

Jadilah Gunung Batok yang sering kita jadikan objek berfoto ria ketika mengunjungi Segara Wedi (Lautan Pasir) Gunung Bromo.

Trek Freeride yang berlatar belakang Gunung Batok.
Trek Freeride yang berlatar belakang Gunung Batok.

Bagaimana cara Anda menikmati keindahan Lautan Pasir dan Gunung Batok? Saya yang kebetulan mengikuti kegiatan GowesJelajah Bromo pada tanggal 18 Desember 2011 banyak mengabadikan momen dengan latar belakang Gunung Batok. Dari situ muncul sedikit opini bahwa Gunung Batok lebih indah dibandingkan dengan Gunung Bromo. Mungkin karena warna dari vegetasi yang tumbuh di permukaannya, sehingga membuat warna Gunung Batok menjadi hijau segar.

Gunung Batok yang terletak di kawasan Bromo-Tengger memang berada diantara Gunung Bromo, Gunung Widodaren, dan Pegunungan Penanjakan. Gunung yang lebih hijau dibanding Gunung Bromo ini, berada hanya sekitar 1,5 kilometer dari Gunung Bromo. Jadi, ketika Anda berkunjung ke Gunung Bromo pasti akan menemukan Gunung Batok.

Gunung Batok bisa diakses melewati empat kabupaten yakni Lumajang, Pasuruan, Malang, dan Probolinggo.  Berikut ini adalah rute yang bisa dilewati untuk mencapai Gunung Bromo dan Gunung Batok.

  • Pasuruan – Warung Dowo – Tosari – Wonokitri – Gunung Bromo & Gunung Batok
  • Malang – Tumpang – Gubuk Klakah – Jemplang – Gunung Bromo & Gunung Batok
  • Purwodadi (Pasuruan) – Nongkojajar – Tosari – Wonokitri – Penanjakan – Gunung Bromo & Gunung Batok
  • Probolinggo – Sukapura – Ngadisari – Cemoro Lawang – Gunung Bromo & Gunung Batok
Sama seperti kebanyakan tempat wisata, memasuki kawasan Bromo Tengger akan dikenakan tiket retribusi yang bervariasi. Berikut ini adalah biaya yang telah saya keluarkan untuk menuju Gunung Batok (diakses dari jalur Purwodadi).
1 Tiket masuk perorangan Rp 6.000,00
2 Tiket masuk roda 4 Rp 6.000,00
Kesimpulannya, Gunung Batok memang merupakan primadona Lautan Pasir Gunung Bromo.
Kesimpulannya, Gunung Batok memang merupakan primadona Lautan Pasir Gunung Bromo.

Cara untuk menikmati keindahan Lautan Pasir dan Gunung Batok sangatlah banyak. Bagi yang suka bersepeda, bisa mengayuh sepeda dari Penanjakan hingga Jemplang. Bahkan sempat muncul ide gila dari teman, “Kalo ada helikopter yang mau angkut aku ke puncak Gunung Batok, aku mau Downhill dari puncak sampai bawah.

Tapi, pada intinya menjelajahi Lautan Pasir dan mengunjungi Gunung Batok yang penuh sejarah bisa membangkitkan pesan moral tentang kesetiaan sang Rara Anteng terhadap kekasihnya, Jaka Seger.

Semoga legenda tentang berdirinya Gunung Batok bisa mengingatkan kita akan pentingnya KESETIAAN.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Sukses untuk kita semua.

You may also like

2 Comments

  1. wahahaha… ideku dipost disini *jadi malu

    beneran penasaran aku rasanya descending di gunung batok… pengen bikin beberapa jalur disana buat maen Downhill atau Freeride.
    Kira-kira boleh ga yaaa..?? biar bisa bikin Kratindaeng Rampage 😀

    1. Boleh banget mas. Saranku sih, kita mendaki Gunung Batok aja dulu. Jangan lupa bawa GPS punya mas Ahmad supaya ntar bisa bikin track sendiri. Yuk jadi yang pertama untuk menjelajahi Gunung Batok dengan sepeda 😀

Leave a Reply