Tanggapan Atas Berpisahnya Informatika dari Fakultas Teknik

Di awal Tahun Ajaran 2011/2012 kami masih sebagai salah satu program studi di Fakultas Teknik Univ. Brawijaya
Di awal Tahun Ajaran 2011/2012 kami masih sebagai salah satu program studi di Fakultas Teknik Univ. Brawijaya

Beberapa waktu ini, almamater saya (Teknik Informatika Universitas Brawijaya) seperti mendapat tamparan keras mengenai keputusan dari Menteri Pendidikan yang mengharuskan almamater ini lepas dari Fakultas Teknik.

Memang di awal tahun ajaran 2011/2012 kemarin kami (Program Studi Teknik Informatika) masih menjadi salah satu program studi di Fakultas Teknik. Ini terbukti dari tulisan yang ada di halaman judul pada Buku Pedoman Pendidikan Teknik Informatika. Namun, di tengah perjalanan semester ganjil 2011/2012 kami resmi menjadi anggota dari Program Studi Teknologi Informasi dan Komputer dan keluar dari Fakultas Teknik.

Banyak sekali komentar dari teman-teman di kampus mengenai keputusan ini. Ada yang kontra, ada pula yang pro. Tapi, saya yakin bahwa mereka yang mendukung keputusan ini (termasuk saya) memiliki pola pikir untuk selalu POSITIVE THINKING terhadap segala hal.

Ada yang membingungkan masalah gelar, bukan metode pendidikannya.
Ada yang membingungkan masalah gelar, bukan metode pendidikannya.
Ada yang bingung bagaimana cara menjelaskan keputusan ini kepada orang tuanya.
Ada yang bingung bagaimana cara menjelaskan keputusan ini kepada orang tuanya.
Tapi ada juga yang berpikiran positif dan optimis.
Tapi ada juga yang berpikiran positif dan optimis.

Terlepas dari banyaknya tanggapan yang disampaikan lewat forum maupun obrolan santai di kampus, kebetulan pagi ini saya mendengarkan siaran motivasi oleh Andrie Wongso melalui streaming radio di Sonora Network dan mendapat kata bijak berikut ini.

Mencemaskan hal-hal yang tidak bisa kita ubah adalah penderitaan.
Mencemaskan masa depan yang belum pasti adalah penderitaan.
Yang harusnya kita lakukan sekarang adalah mengerjakan tugas-tugas sebaik mungkin dan optimis bahwa ada masa depan yang cerah.

-Andrie Wongso

Dari kata-kata itulah saya terinspirasi untuk mengingatkan teman-teman melalui forum diskusi di Faceboook bahwa sebetulnya kita sedang menghadapi masalah yang kurang pantas untuk dipikirkan (terlalu banyak porsinya dibanding memikirkan tugas kuliah yang segudang). Untuk apa kita mengeluh tentang perpindahan fakultas kita dari Teknik menjadi PTIK? Sebenarnya energi untuk mencemaskan hal itu bisa dialihkan untuk menghasilkan karya-karya yang cemerlang.

Kawan-kawan pembaca,

Tak usah khawatir dengan gelar Anda yang bukan lagi ST, melainkan S.Kom. Jangankan gelar S.Kom, seorang Dahlan Iskan yang tidak memiliki gelar pun bisa menjadi menteri BUMN. Itu karena beliau mengerjakan sesuatu secara maksimal.

Ayo kita bangun diri ini menjadi manusia yang lebih bernilai.
Semoga menginspirasi dan mohon maaf jika ada kesalahan kata.

Terima kasih, sukses untuk kita semua.

8 Balasan untuk “Tanggapan Atas Berpisahnya Informatika dari Fakultas Teknik”

  1. ga hanya dari kalangan Informatika dari Pihak Ilkom pun ada rame-rame kaya gini.. yahhh kadang-kadang kudu ngenes juga kalau keputusan yang berkaitan dengan pendidikan bukan berdasarkan pertimbangan teknis tapi lebih ke pertimbangan politis bahkan bisnis. yang penting bagaimana kita menyikapi perubahan yang terjadi dan tidak terjebak dalam pemikiran yang dangkal ๐Ÿ™‚

    1. Nah, ini ada komentar dari jurusan Ilmu Komputer yang digabung ke dalam Program Teknologi Informasi dan Komputer Univ. Brawijaya. Ternyata isu ini bukanlah obrolan segelintir orang, tapi sudah jadi obrolan semua civitas UB. Aku berharap semoga semua orang menerima keputusan ini dengan lapang dada dan tetap berkarya meski dengan keterbatasan yang ada.

  2. Kalo di kampus saya sih (UIN Maliki Malang) dari dulu lulusannya pake gelar S.Kom, bukan S.T. Cuma memang kemaren-kemaren sempat rame juga masalah eksistensi T. Informatika yang suratnya datang dari Dikti kalo gak salah.

    Saya pribadi sih memang gak begitu ambil pusing dengan gelar saya selama masih berada di jalur yang benar ๐Ÿ˜€ setuju sama penulis lah kalo yang penting tugas kita harusnya lebih difokuskan sama pengembangan diri di bidang ilmu yang kita dalami.

    Salam bloger informatika dari probolinggo kang hehe…

    1. Halo kang Didik, terima kasih sudah berkomentar di blog saya.

      Memang kami mahasiswa/i selalu menggebu-gebu untuk melakukan protes jika ada sedikit saja yang tidak setuju dengan kebijakan birokrasi. Tapi syukurlah tidak sampai terjadi aksi semacam unjuk rasa, dll untuk menanggapi kebijakan ini. Kami hanya mendiskusikannya ‘di belakang’ petinggi kampus.

      Semoga kebijakan ini bisa membawa perubahan positif pada mahasiswa Informatika pada khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya.

    1. Betul sekali kang. Terima kasih sudah ditawari kerjasama. Saya buatkan dulu tempat untuk menaruh link tetangga. Ditunggu aja ya kang. Nanti saya kabari lewat email. Sukses ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan