Gowes Jelajah Bali : Terminal Arjosari

Packing sepeda di Terminal Arjosari
Packing sepeda di Terminal Arjosari

Rasanya sudah lama sekali tidak menulis di blog karena di beberapa waktu yang luang ini saya benar-benar memanfaatkannya untuk menjelajah. Di awal liburan, saya menjelajah Krucil bersama dengan Grup Sepeda Santai (GSS) Leces. Beberapa hari kemudian dilanjutkan dengan Gowes Jelajah Bali yang diawali dari Kota Malang, tepatnya Terminal Arjosari.

Jangan salah mengira bahwa saya gowes dari Malang ke Denpasar. Karena masih sadar diri bahwa energi ini tidak mungkin bisa digunakan untuk sepenuhnya gowes Jawa Bali, maka dari itulah saya memutuskan untuk naik bus jurusan Malang – Denpasar.

Konsep untuk petualangan kali ini adalah BikeBagPacking. Jadi saya naik sepeda dari kos hingga Terminal Arjosari yang jaraknya sekitar 4km. Dalam perjalanan menuju terminal, saya harus membawa tas carrier ukuran 40L beserta tas MTB yang sudah dilipat sedemikian rupa. Mungkin orang-orang di sekitar jalan yang saya lalui mengira bahwa saya kabur dari rumah karena barang bawaan yang begitu banyaknya.

Tak terasa sekitar 20 menit gowes dari kos ke terminal, saya sampai di kontrakan kang Ahmad yang merupakan teman gowes di komunitas GowesJelajah. Sebelumnya saya memang sudah membuat janji bertemu di rumah kontrakan kang Ahmad yang berada sekitar 200m dari terminal. Tidak banyak basa-basi, kang Ahmad langsung saya ajak menuju terminal untuk segera packing karena waktu sudah menunjukkan pukul 16.10 WIB. Kami pun bergerak (gowes) bersama menuju terminal tempat pemberangkatan bus tujuan Denpasar.

Kami sudah sampai di terminal dan inilah saatnya untuk packing sepeda sehingga bisa dimasukkan ke dalam tasnya. Kang Ahmad langsung saya sodori kamera digital untuk mendokumentasikan momen dimana saya harus melepas wheelset serta pedal. Sekitar 10 menit melepas wheelset dan pedal, sepedaku akhirnya sudah berada di dalam tas dan siap untuk dibawa menuju Bali.

Kang Ahmad yang waktu itu ada janji untuk gowes bersama kawan-kawan yang lain pamit untuk meninggalkan saya di terminal. Kebetulan momen ini adalah momen dimana kang Ahmad juga harus pindah tugas ke Bandung, jadi semacam perpisahan lah untuk kita berdua. Bersama dengan tulisan ini pula saya ucapkan terima kasih kepada kang Ahmad yang sudah membantu saya dalam melepas pedal dari crank. Atur nuhun kang (sok bisa berbahasa Sunda) 😀

Sepeda sudah di dalam tas, sekarang waktunya hunting tiket bus menuju Denpasar.

Sepeda sudah masuk ke dalam tas MTB. Waktunya mencari tiket.
Sepeda sudah masuk ke dalam tas MTB. Waktunya mencari tiket.

Tiket yang dijual oleh perusahaan otobus jurusan Malang – Denpasar tergolong relatif murah. Jika Anda menginginkan pelayanan yang menurut saya memuaskan, bisa dengan naik bus eksekutif yang pada hari biasa (bukan dalam rangka lebaran) dipatok harga Rp 100.000,00 – 120.000,00. Harga ini berbeda dengan harga tiket yang Anda pesan melalui kantor. Jika Anda pesan di kantor perusahaan otobus, bisa saja mendapat harga antara Rp 130.000,00 – 150.000,00. Maka dari itu, jika ingin lebih murah dalam mendapatkan harga tiket – beli saja di terminal pada hari yang sama dengan keberangkatan.

Saya mendapatkan tiket dengan harga Rp 100.000,00 dari sebuah PO (Perusahaan Otobus). Setelah mengobrol sedikit dengan penjual tiket bahwa saya membawa sepeda, ternyata ada tarif tambahan untuk barang bawaan ini. Pada akhirnya harga Rp 150.000,00 lah yang diminta oleh penjual tiket tersebut.

Syukurlah sepeda sudah bisa dimasukkan ke dalam bagasi. Petualangan hari itu (30/01/2012) ditutup dengan berangkatnya bus menuju Denpasar. Saya sertakan sedikit galeri foto yang menggambarkan suasana sore itu di Terminal Arjosari.

Senangnya hati ini karena bisa mewujudkan mimpi sejak kecil : membawa sepeda sendiri ke Bali. Tunggu saja ceritaku saat Gowes Jelajah Bali.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Sukses untuk kita semua.

You may also like

Leave a Reply