Gowes Jelajah Kebun Teh + Candi Sumberawan (25/08)

Gambar 1
Jalur tanjakan berdebu. Brand yang ada di foto bukanlah sponsor petualangan ini 😀

Pada 25 Agustus 2012, Saya dan 2 orang kawan berkesempatan untuk menjelajah Kebun Teh Wonosari (Kec. Lawang, Kab. Malang). Tidak banyak yang ikut karena memang agenda kami bertiga adalah untuk survey jalur yang sebelumnya pernah dilewati oleh mas Dian. Sekitar pukul 07.00 WIB kami berangkat dari Fly Over Arjosari menuju daerah Songsong (Singosari).

Gambar 2
Suasana di Kebun Teh Wonosari

Kami memilih lewat daerah Songsong karena jalur ini relatif lebih landai dibandingkan jalur yang di daerah Lawang. Untuk menuju Kebun Teh Wonosari, paling tidak kami harus menggenjot pedal sejauh 12 km dengan tanjakan yang tergolong sedang. Di awal, jalur yang kami lewati berupa aspal. Kemudian aspal tersebut digantikan dengan jalur tanah berukuran lebar yang biasanya dilewati oleh truk pengangkut pasir / barang.

Gambar 3
Suasana warung makan di Kebun Teh Wonosari. Orang dalam foto : Mas Fuad.

Sesampainya di Kebun Teh Wonosari, kami beristirahat terlebih dahulu di warung makan yang terletak di kawasan wisata tersebut. Ada berbagai menu yang disediakan oleh puluhan warung yang letaknya berdekatan, diantaranya Nasi Pecel, Rawon, Jagung Bakar, Bakso, dll. Yang pasti, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati hidangan teh (panas / dingin) yang merupakan teh asli Wonosari.

Gambar 3
Menjelajahi areal perkebunan tebu

Setelah kondisi tubuh kembali pulih, kami melanjutkan perjalanan dengan menjelajah jalur yang membawa kami menuju Candi +  Pemandian Sumberawan. Di awal, kami menjelajah jalur turunan selebar truk kecil yang kondisinya berdebu dan berbatu kerikil. Cukup asyik untuk menambah kecepatan karena jalur yang kami lewati sepi dan jauh dari pemukiman warga.

Gambar 4
Perjalanan menuju Candi & Pemandian Sumberawan

Semakin siang dan mendekati Sumberawan, jalur yang kami lewati makin sempit. Kami harus berhati-hati ketika melewati pematang sawah karena jika terjatuh, kami bisa terperosok ke sawah yang dalamnya lebih dari 50cm. Cukup sakit ketika harus terjatuh *seperti pada gambar di atas 😀

Gambar 5
Foto di depan Candi Sumberawan. Orang dalam foto : Aku (kiri) dan mas Dian (kanan).

Sampailah kami di Pemandian Sumberawan. Aliran sungai yang berasal dari sumber pemandian tersebut masih bening sehingga menggoda kami untuk membersihkan tubuh dari debu akibat terjatuh di tengah perjalanan. Air yang menyegarkan ditambah dengan suasana candi-nya yang misterius menggoda banyak sekali wisatawan lokal maupun asing untuk berkunjung.

Gambar 6
Menjelajahi aliran sungai dari Pemandian Sumberawan

Badan sudah bersih dan dokumentasi di tempat tujuan sudah clear membuat kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Malang. Jalur yang kami lewati saat ini sangat susah untuk didefinisikan karena baru pertama kali dilewati. Yang pasti, kami masih memegang teguh prinsip untuk mencari jalur non aspal yang menghubungkan titik satu dengan titik lainnya. Syukurlah di tengah perjalanan banyak orang yang bisa ditanyai sehingga kami masih bisa menemukan jalur yang menghubungkan Singosari dengan Sumberawan. Inilah yang harus kami terima sebagai penjelajah yang tidak memiliki peta, GPS, dan hanya sedikit pengetahuan tentang jalur yang akan dilewati.

Gambar 7
Beristirahat & bersosialisasi dengan warga sekitar Singosari

Sampailah kami di sebuah jalan aspal yang berujung di Pasar Singosari. Kami semua menikmati jalur pulang di bawah teriknya sinar matahari dan asap knalpot saat itu. Petualangan berakhir ditandai dengan berpisahnya kami di jalur yang menghubungkan ke rumah masing-masing.

Sekian cerita petualangan yang bisa saya bagikan. Semoga ada kesempatan untuk menjelajah jalur ini dengan peserta yang lebih banyak. Jika ada pertanyaan dan masukan, silakan disampaikan melalui form komentar.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Sukses untuk kita semua.

You may also like

1 Comment

Leave a Reply