Gowes Jelajah Bedengan (22/12/12)

Gambar 1
Tanjakan aspal dengan banyak pemukiman di sekitarnya

Di hari Sabtu yang cukup cerah pada 22 Desember 2012 kami putuskan untuk gowes melewati jalur aspal tanjakan Malang – Bumi Perkemahan Bedengan. Tempat yang berada di ketinggian sekitar 1000 mdpl ini cukup menarik perhatian kami karena kondisi alamnya yang masih asri meskipun berada di dekat pemukiman penduduk.

Gambar 2
Memasuki pedesaan, banyak sawah dan kebun di sekitar jalan aspal

Bedengan merupakan daerah penghasil jeruk di Malang Raya yang ditandai dengan banyaknya perkebunan jeruk di sekitarnya. Selain itu, terdapat juga agrowisata petik jeruk langsung dari kebunnya yang sudah dikelola secara rapi oleh pemerintah setempat. Daerah yang masih terletak di Kecamatan Dau ini menawarkan agrowisata petik jeruk bertarif Rp 10.000 per pengunjung dengan ketentuan maksimal memetik dan memakan 4 buah jeruk.

Gambar 3
Sungai berbatu di sekitar Bumi Perkemahan Bedengan

Selain agrowisata, terdapat juga bumi perkemahan yang sering didatangi oleh pengunjung di akhir pekan atau di musim liburan. Bedengan memang cocok untuk dijadikan sebagai lokasi berkemah karena dilalui oleh aliran sungai yang ukurannya tidak terlalu besar dan air yang jernih. Saya merekomendasikan tempat ini sebagai tujuan wisata keluarga sekaligus media untuk mengajari ‘si kecil’ mengenai pelestarian alam.

Gambar 3
Pencarian jalur singletrack. Mas Benny nyungsep 😀

Mengenai track sepeda yang dilalui, saat ini masih dalam pengembangan. Jika dari Kota Malang menuju Bedengan melalui tanjakan aspal di jalan utama, maka berbeda dengan turunannya. Saat itu kami baru saja menemukan  jalur turunan tanah yang menghubungkan Bedengan dengan Kota Malang. Jalur di sekitar perkebunan dan sawah ini banyak memiliki turunan single track yang pastinya sangat menghibur bagi pecinta jalur turunan tanah.

Gambar 3
Melewati jalur yang sudah longsor beberapa hari sebelumnya. Disarankan nuntun saja 😀

Ada turunan yang paling menantang, dimana jalur tersebut menurut warga baru saja mengalami longsor. Berikut adalah momen yang saya rekam ketika Mas Yoga memberanikan diri (yang akhirnya takut) untuk menuruni jalur tersebut.

Doakan saja, semoga dalam waktu ini dekat ini sudah bisa digunakan oleh para pecinta gowes di jalur alam Malang Raya 😀

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam gowes dan sukses untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan