Teknik Pumping (Bersepeda) & Bebeberapa Keuntungannya

Teknik Pumping - bikeradar.com
Teknik Pumping – bikeradar.com

Beberapa waktu belakangan ini pumping sedang menjadi menu latihan favorit bagi saya dan kawan-kawan di Malang. Sempat terpikirkan, apa untungnya bersepeda di sebuah lahan sempit yang notabene ketika diputari puluhan kali pun jaraknya masih lebih pendek daripada gowes di jalur / jalanan. Namun setelah merasakannya sendiri dengan berlatih hampir tiap sore di track pumping Velodrome (Malang), ada beberapa info yang saya dapat dari referensi terpercaya.

Berikut 4 keuntungan dalam berlatih pumping :

  1. Melatih kekuatan memompa sepeda sehingga dapat meningkatkan kecepatan
    Ada teknik dalam menghadapi rollers (gundukan) di pump track. Ketika mendekati roller, kurangi beban pada roda depan. Ketika mencapai puncaknya, pindahkan berat badan ke depan dan dorong sepeda ke bawah menggunakan lengan (bersamaan dengan kaki) untuk memberikan tenaga sehingga laju sepeda makin meningkat. Jika dilakukan dengan benar, tanpa dikayuh pun sepeda masih bisa mengitari pump track beberapa putaran.
  2. Meningkatkan skill dalam menghadapi berm / belokan.
    Tentu ada berm sebagai variasi pada pump track. Untuk menghadapinya, pastikan kecepatan Anda cukup. Pelajari kembali teknik menghadapi tikungan (cornering). Jika dilatih dengan benar, kecepatan Anda saat keluar dari berm akan lebih tinggi daripada saat Anda memasukinya.
  3. Melatih kekuatan semua otot tubuh
    Lihat saja para profesional yang sedang berlatih pumping. Anda akan menemukan bahwa hampir semua bagian tubuhnya bergerak. Otot lengan dan kaki memompa sehingga menyebabkan bagian tengah tubuh mengimbanginya. Jika belum pernah berlatih dan dilakukan secara benar, mungkin ada beberapa bagian tubuh yang menjadi tegang setelah berlatih.
  4. Mengisi waktu luang tanpa harus mengorbankan banyak waktu
    Saya sendiri mengerjakan tugas kampus yang diakhiri pada sore hari. Berlatih pumping dari pukul 16.30 hingga 17.30 dirasa sudah cukup untuk membuat nafas tersengal-sengal dan beberapa otot menjadi lebih terlatih. Maka dari itu, ada baiknya pumping bisa menjadi variasi latihan Anda.

Lantas, sepeda apa yang cocok digunakan untuk latihan pumping? Beberapa referensi yang saya baca dan juga info dari kawan menyatakan bahwa mereka lebih memilih sepeda DJ (Dirt Jump) sebagai “teman” pumping. Sepeda DJ memiliki ban 26″, chainstay lebih pendek, geometri agresif, fork kaku, serta sadel yang rendah. Hal tersebut sangat mendukung manuver-manuver yang dilakukan saat berlatih pumping.

Tidak punya sepeda DJ? Jangan khawatir. Pump track bukan hanya milik mereka yang memiliki sepeda DJ. Sepeda apapun (disarankan MTB) bisa bersahabat dengan pump track. Cukup rendahkan ketinggian sadel hingga paling bawah dan jangan lupa gunakan alat pelindung tubuh (terutama helm), Anda sudah bisa berlatih pumping sore ini. Hehehe.

Mick Hannah dalam video berikut akan memperlihatkan kepada Anda bagaimana asyiknya latihan pumping.

Setelah menontonnya terlihat makin mudah bukan? Silakan dicoba sendiri untuk meningkatkan skill bersepeda Anda terutama bagi pecinta MTB.

Sumber : singletracks.com

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam gowes dan sukses untuk kita semua.

You may also like

2 Comments

    1. Bisa gan. Untuk pumping disarankan pakai sepeda hardtail (MTB / BMX). Kalau MTB lebih enak pakai fork dengan travel kurang dari 100mm. Ntar kalo gerakannya udah luwes mau pake MTB fullsus asyik aja. Silakan dibuktikan sendiri.

Leave a Reply