Kopi / Kafein, Baikkah untuk Pesepeda?

Secangkir kopi di tengah aktivitas olahraga (gowes)
Secangkir kopi di tengah aktivitas olahraga (gowes)

Baikkah kafein untuk seorang yang sedang berolahraga? Sepertinya pertanyaan ini sering kita dengar dan sering pula kita temukan jawabannya melalui pakar ataupun sekedar browsing di internet. Sebelum mengetahui jawabannya, yang pasti ngopi di tengah-tengah agenda gowes apalagi ngopi bareng adalah agenda ternikmat melebihi kenikmatan melahap turunan (baca : downhill)

Berdasarkan referensi yang saya baca, beberapa manfaat kafein yang biasanya kita nikmati dari kopi diantaranya :

  • Memperbaiki suasana hati
  • Mempercepat respons
  • Meningkatkan daya ingat
  • Memperkuat konsentrasi
  • Menajamkan logika
  • Meningkatkan ketahanan otot dan kapasitas paru-paru
  • Meredakan nyeri
  • Mengurangi nafsu makan
  • Mempercepat pembakaran lemak
  • Meredakan migrain dan asma
  • Mencegah penyakit parkinson
  • Mencegah penyakit batu empedu
  • Membantu orang agar sehat secara mental dan fisik sehingga mereka tampak lebih muda.

Dari beberapa manfaat di atas, ada beberapa yang sengaja dicetak tebal karena erat hubungannya dengan kegiatan bersepeda. Tentu hampir semua pesepeda pernah mengalami beberapa masalah (seperti nyeri, kelelahan, dll) dan menjadikan kopi sebagai solusinya.

Jika sudah mengetahui manfaatnya, berapa banyak kafein yang seharusnya kita konsumsi saat bersepeda?

Ada teori yang mengungkapkan bahwa makanan yang kita konsumsi akan menimbulkan efek dalam rentang waktu 1 – 2 jam kemudian. Dari teori tersebut dapat disimpulkan bahwa momen minum kopi yang terbaik adalah 1 – 2 jam sebelum gowes.

Masak kopi bersama di track gowes
Masak kopi bersama di track gowes

Apa ada yang salah jika kita minum kopi saat istirahat gowes?

Tidak salah. Namun yang pasti karena teori ‘1 – 2 jam‘, efek dari minum kopi tersebut baru bisa dirasakan setelah 1 – 2 jam.

Saya tidak suka minum kopi, tapi ingin mendapat asupan kafein dari makanan / minuman selain kopi. Bagaimana caranya?

Kafein tidak hanya didapat dari kopi. Ada juga makanan & minuman lain yang mengandung kafein. Tentu rasanya tidak selalu pahit – pahit manis seperti kopi & olahannya. Berikut adalah beberapa makanan & minuman yang mengandung kafein (termasuk kopi) beserta kadarnya.

    • 1 cangkir kopi instan Arabica (180ml) = 100mg Kafein
    • 1 cangkir kopi instan Robusta (180ml) = 150mg Kafein
    • 1 cangkir kopi tubruk Arabica ( 240ml) = 150mg Kafein
    • 1 cangkir kopi tubruk Robusta ( 240ml) = 200mg Kafein
    • 1 kaleng Coca-cola / Pepsi / Dll (360ml) = 49mg Kafein
    • 1 cangkir teh hijau (180ml ) = 15mg Kafein
    • 1 cangkir teh hitam (180ml) = 50mg Kafein
    • 1 cangkir hot chocolate (180ml) = 10mg Kafein
    • Cokelat susu batangan (45 gram) = 12mg Kafein
    • Cokelat hitam batangan (37gram) = 36mg Kafein
    • Eskrim Kopi Merk Häagen-Dazs (227 gram) = 64mg Kafein
    • 1 Tablet Kafein Merk Vivarin = 200mg Kafein
Ngopi di gunung, apalagi di warung
Ngopi di gunung, apalagi di warung

Apa ada batasan porsi dalam menikmati kafein? 

Jawaban dari pertanyaan ini sering menimbulkan kontroversi karena ada orang yang gila kopi (bahkan minum kopi lebih dari 5 gelas sehari) masih segar bugar hingga sekarang. Sumber terpercaya menyatakan bahwa kebutuhan  kopi bagi orang dewasa adalah 3 – 4 gelas sehari. Untuk ukurannya, dengan dosis 25 – 50 mg per hari kita sudah dapat merasakan efek dari kafein. Tapi bagi saya sendiri, 1 cangkir kopi yang diminum 1 – 2 jam sebelum gowes sudah cukup untuk membakar lebih banyak lemak.

Terserah Anda mau ngopi berapa cangkir sehari, yang penting ada alasan penting untuk menambah porsi dari kopi Anda sehari (utamakan kesehatan).

Ada mitos bahwa minum kopi berpengaruh terhadap jantung. Benarkah demikian?

Banyak penelitian terdahulu menunjukan bahwa dalam beberapa jam setelah mengonsumsi kafein, tekanan darah akan sedikit meningkat, terutama pada orang yag tidak terbiasa konsumsi kafein.

Sejumlah penelitian telah dilakukan di Amerika, terhadap sepuluh ribuan individu berusia 40, 50, 60 tahun (usia puncak terjadi hipertensi dan gangguan jantung lainnya). Hasil penelitian tersebut menyatakan secara jelas bahwa konsumsi kafein dan tingkat asupan kafein tidak berkontibusi terhadap tekanan darah tinggi, gagal jantung, atau penyakit gangguan jantung lainnya.

Lebih lanjut di katakan bahwa sekecil apapun efek kafein terhadap tekanan darah, efek ini kemungkinan tidak terlihat pada para pengonsumsi tetap kafein. Banyak penelitian menunjukan bahwa semua efek kafein dalam tekanan darah akan menghilang dalam 5 hari.

Ditemukan fakta menarik, bahwa konsumsi minuman panas, walaupun tanpa kafein, lebih cepat meningkatkan tekanan darah sistol (atas) dan diastol (bawah) serta detak jantung di bandingkan dengan konsumsi kafein mandiri (tanpa air panas) seperti kafein tablet. Bahkan, gerakan menyodorkan cangkir kemulut kita secara berulang pun dapat meningkatkan tekanan darah.

Untuk sementara, berdasarkan literatur yang saya gunakan dapat disimpulkan bahwa kafein masih bersahabat bagi tubuh asalkan tidak dikonsumsi berlebihan.

Kalau begitu, saya akan mengkonsumsi kafein dari kopi atau makanan & minuman lainnya.

Silakan. Selain perhatikan kadar kafein yang Anda konsumsi, perhatikan juga saran dari pakar kesehatan yang sudah Anda datangi. Jangan sembarangan mengkonsumsi kafein dengan tujuan agar mendapatkan hasil yang lebih. Yang pasti, jika maksud Anda adalah untuk mempercepat pembakaran lemak, berolahraga rutin adalah jawaban yang pasti.

Saran dari saya, kurangi kafein bila anda mengalami gejala seperti insomnia, detak jantung meningkat, cemas, dan emosi buruk.

Semoga dengan mengkonsumsi kafein dapat memberikan manfaat positif terhadap tubuh kita.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam gowes dan sukses untuk kita semua.

Referensi : Kaskus

You may also like

5 Comments

Leave a Reply