Menikmati Bromo Dari Atas Sepeda (Februari 2014)

Landscape Bromo dari Cokroniti
Landscape Bromo dari Cokroniti

Tak bosan-bosannya saya kabarkan mengenai Bromo, Bromo, dan Bromo sebagai track gowes favorit saya. Dalam beberapa waktu belakangan, ada beberapa kawan yang meminta bantuan saya untuk mengantar mereka gowes di Bromo. Sambil gowes, saya abadikan pula kegiatan kami selama menjelajah eksotisme Bromo. Tak disangka ternyata ada banyak respon positif dari kawan-kawan penghuni grup facebook ‘Sepeda Indonesia’ terhadap foto yang saya unggah.

Sekitar '250 jempol' mampir di foto ini
Sekitar ‘250 jempol’ mampir di foto ini

Beberapa kali saya upload foto gowes di Bromo melalui facebook dan ternyata masih banyak respon positif yang ‘mampir’. Syukurlah, ternyata masih banyak yang mencintai keindahan alam Bromo meski belum pernah mengunjunginya sekalipun.

Bagi yang belum pernah mengunjungi Bromo, semoga beberapa foto dalam tulisan ini bisa menjadi ‘racun pekat’ untuk segera merealisasikan rencana mengunjunginya.

Berdiri di atas awan
Berdiri di atas awan
Tetap senyum di depan kamera
Tetap senyum di depan kamera
Taman Edelweiss
Taman Edelweiss

Alam tidak pernah bisa ditebak. Mungkin beberapa waktu ke depan akan terjadi perubahan terhadap alam di sekitar Bromo. Hal yang paling sering saya temui adalah mengeringnya pasir hingga susah untuk digowes dan menguningnya sabana (padang rumput) saat kemarau sehingga tidak ada lagi warna hijau yang dapat diabadikan dengan kamera. (baca “Kemarau di Bromo dan Perlengkapan Gowes yang Harus Disiapkan“) Jangan khawatir, mungkin saat musim hujan berikutnya akan kita temui pasir yang lebih bersahabat dengan ban sepeda dan padang rumput hijau yang menghibur mata.

Andai ku bisa hentikan waktu
Andai ku bisa hentikan waktu
Aku ingin lebih lama disini
Aku ingin lebih lama disini

Jika rencana Anda untuk gowes di Bromo sudah matang, tak ada salahnya berkomunikasi dengan pihak yang menjadi pemandu lokal Anda soal kondisi terkini alam Bromo. Apakah track yang akan dilalui berdebu, terdapat banyak ‘tali-air’, dan yang pasti apa saja yang harus disiapkan terkait perubahan kondisi alam tersebut. Jika sudah mendapatkan informasi terkini soal kondisi alam di Bromo, saya yakin Anda akan lebih siap dalam menghadapinya. Jangan pernah mengeluh mengenai kondisi alam Bromo karena alam tak pernah bisa kita atur. Kita lah yang harus menyesuaikan dengan alam.

Saya sertakan foto gowes di Bromo selama bulan Februari 2014 bersama beberapa kawan goweser dari Samarinda dan Tenggarong. Bersama tulisan ini ingin saya sampaikan pula rasa terima kasih sudah mengunjungi Bromo dan menggunakan jasa saya sebagai pemandu lokal. Semoga tidak kapok mengunjungi Bromo..

Community on Photo credits :

  1. Komunitas Sansino (Samarinda, Kaltim)
  2. Komunitas MT Tenggarong (Tenggarong, Kaltim)

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam gowes dan sukses untuk kita semua.

You may also like

5 Comments

  1. om,saya rencan di sby tgl 22 – 24 2015, klo nyoba spedaan di bromo..bisa marsall in om? syarat dan ketentuan nya gmna? saya hanya sendirian om (sekalian survey)

  2. Mas Anom, ternyata kalo langitnya agak cerah, dan bromonya lagi gak erupsi, pemandangan ke bromonya jadi semakin mantab dan keren ya om, kayanya Tour de Bromo bisa jadi event tahunan nih ?..

    Salam
    Handar

    1. Begitulah om. Bromo lebih bagus untuk dikunjungi saat bulan Desember – Mei. Langit biru, vegetasinya mulai tumbuh. Semoga kunjungan berikutnya bisa nikmati Bromo yang lebih cantik om.

Leave a Reply