Foto Asyik di Museum Angkut

Koleksi Museum Angkut di Lantai 1
Koleksi Museum Angkut di Lantai 1

Kota Wisata Batu (Jawa Timur) rupanya sedang mempercantik diri dengan membangun banyak tempat wisata baru. Sebagai perwujudan visi & misi pemerintah Kota Batu untuk menjadi kota wisata pendidikan, Museum Angkut+ dibuka pada awal tahun 2014. Museum yang didirikan pada lahan seluas 3,7 hektar ini begitu mengasyikkan untuk dikunjungi sebagai tempat melepas penat sekaligus menambah ilmu dan menyalurkan hobi fotografi.

Dekorasi Warung Tempo Doeloe di Museum Angkut
Dekorasi Warung Tempo Doeloe di Museum Angkut

Tidak seperti kebanyakan museum di Indonesia, di Musem Angkut+ tidak akan kita temui barang-barang lama yang lusuh dan tidak menarik dipandang mata. Semua koleksi sangat dijaga kebersihan dan keindahannya. Hal ini terbukti dengan banyaknya petugas yang disebar untuk mengawasi pengunjung agar tidak memasuki daerah terlarang dan membuka pintu / menaiki kendaraan koleksi.

Gangster Town di Museum Angkut
Gangster Town di Museum Angkut

Ngomong-ngomong masalah koleksi, ternyata tidak hanya kendaraan yang dipamerkan di Museum Angkut+. Pengunjung seakan dihipnotis untuk merasakan hidup di tahun sebelum 90’an dengan latar belakang daerah tertentu. Salah satu latar yang paling menarik menurut saya adalah Gangster Town dan Broadway. Dengan dekorasi menyerupai aslinya dan lampu-lampu gemerlapan, mengunjungi zona ini membuat pengunjung bebas untuk berekspresi (berfoto ria) dengan posenya masing-masing. Tambahan properti berupa kursi dan meja, makin membuat pengunjung seperti sedang nongkrong di New York (USA). Saya katakan rugi jika berkunjung ke Museum Angkut+ tapi tidak menyempatkan diri untuk foto-foto di zona Gangster Town dan Broadway.

Pasar Apung di Museum Angkut
Pasar Apung di Museum Angkut

Setelah keluar dari Museum Angkut, pengunjung akan bertemu dengan Pasar Apung yang mengelilingi danau buatan. Dinamakan Pasar Apung karena lokasi ini mirip Pasar Terapung Muara Kuin di Banjarmasin. Pengunjung bisa berbelanja oleh-oleh khas Malang disini. Selain kios penjual cinderamata, juga ada kios yang menyajikan makanan yang dapat disantap sambil menikmati suasana tempo doeloe. Danau yang mengelilingi Pasar Apung pun dapat dijelajahi dengan menggunakan perahu. Jika ingin yang gratisan, pengunjung dipersilakan untuk mendayungnya sendiri. Namun jika ingin lebih aman, pengunjung dapat meminta petugas untuk mendayungkan perahu.

Closing Show di Musuem Angkut
Closing Show di Musuem Angkut

Dalam pengamatan saya yang berkunjung di hari biasa pada pukul 16.00 – tutup, pengunjung berusia antara 20 – 30 tahun mendominasi kategori usia pengunjung lainnya. Umumnya mereka datang berpasangan atau beramai-ramai. Sepertinya karcis Rp 50.000 pada Senin – Kamis (selain high season) sangat terjangkau bagi kaum  muda seperti mereka. Saya tidak tahu bagaimana kunjungan kaum muda pada saat hari libur, peak season, dan hari Jumat – Minggu karena pengunjung dibebani karcis Rp 75.000 per orang. Cukup mahal bagi saya yang masih mahasiswa 😀




Oh iya, karcis yang dibayarkan per orang berbeda dengan karcis untuk kamera. Jika ingin membawa kamera saku dan DSLR, pengunjung dibebani Rp 50.000 per unit. Jangan khawatir untuk pengunjung yang ingin membawa handphone / gadget untuk memotret karena pihak pengelola membebaskan biaya masuknya.

Ada beberapa informasi tambahan dari saya agar kunjungan ke Museum Angkut+ lebih asyik dan berkesan :

  1. Bawa tripod jika ingin foto yang lebih tajam.
  2. Jika memungkinkan, gunakan filter CPL ketika memotret koleksi Museum Angkut. Hal ini bertujuan agar pantulan lampu ruangan ke bodi mobil bisa diredam dan menghasilkan foto yang lebih baik.
  3. Jika ingin lebih murah, belilah tiket pada pukul 19.00 dan dapatkan harga mulai dari Rp 30.000. Tentu kunjungan Anda akan lebih singkat karena Museum Angkut tutup pada pukul 20.00 WIB.
  4. Closing show dilaksanakan tepat pada pukul 19.45 WIB dan berlangsung sekitar 15-30 menit. Saya pernah menikmatinya tanpa harus bayar karcis. Yang harus dilakukan adalah datang sekitar pukul 19.30, memarkir kendaraan, dan carilah tempat nyaman di sekitar Pasar Apung.

Foto lain saat saya berkunjung ke Museum Angkut+ dapat dilihat di album flickr saya : Album foto Museum Angkut+

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam jalan-jalan dan sukses untuk kita semua.

Wajib Dibaca Juga

2 Comments

  1. […] heran Bedengan dijadikan sebagai wisata alternatif apabila dibandingkan dengan Museum Angkut, BNS, dan Jatim Park yang berada di Kota Batu. Beralaskan rumput hijau dan beratapkan dedaunan […]

    Reply
  2. […] Pemandangan di Museum Angkut Kota Batu via anomharya.com […]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *