Jangan Ragu ke Pulau Sempu

Suasana Segara Anakan di pagi hari
Suasana Segara Anakan di pagi hari

Malang merupakan wilayah administratif yang banyak memiliki kawasan berbukit. Banyak daerah perbukitan yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata seperti arena bermain, kebun agrowisata, wisata olahraga dirgantara, dan bahkan sekedar tempat nongkrong di waktu senggang. Namun tahukah Anda jika ternyata Malang juga memiliki wisata bahari yang begitu indah?

Pulau Sempu merupakan sebuah pulau kecil di selatan Malang yang berseberangan dengan Pantai Sendang Biru. Pulau Sempu dapat ditempuh menggunakan mobil / motor selama sekitar 2 jam dari Kota Malang. Meski berjarak sekitar 80km dari pusat kota, jalan aspal yang ditempuh untuk menuju Pantai Sendang Biru relatif baik. Memasuki Pantai Sendang Biru, pengunjung diharuskan membayar tiket di pos retribusi wisata. Begitu selesai membayar tiket, PKL penjual berbagai makanan, minuman, dan cinderamata menyambut para pengunjung di sekitar parkir kendaraan. Untuk sepeda motor yang diparkir menginap, pihak pengelola telah menyediakan parkir khusus yang relatif teduh dan aman. Begitu selesai memarkir kendaraan, pengunjung diharuskan melapor ke pos BKSDA. Di pos BKSDA sudah ada petugas yang memberikan formulir perijinan sekaligus menunjuk seorang pemandu untuk menemani pengunjung hingga Segara Anakan.

Susur pantai Teluk Semut
Susur pantai Teluk Semut

Untuk menyeberang hingga Pulau Sempu, telah tersedia beberapa kapal nelayan yang khusus digunakan untuk mengangkut pengunjung. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit, pengunjung dapat tiba di Teluk Semut (tempat berlabuhnya kapal di Pulau Sempu). Tentu kapal tidak bisa mengantar  pengunjung mencapai daratan sehingga kita diharuskan untuk menyusuri pantai. Jika sedang surut, pengunjung akan menyusuri pantai lebih jauh (dibanding saat pasang) dengan ketinggian air maksimal setinggi lutut. Menggunakan sandal ketika menyusuri pantai akan sangat membantu karena kondisi pantai yang berbatu membuat sedikit ‘terapi’ bagi kaki.

Tracking menuju Segara Anakan
Tracking menuju Segara Anakan

Begitu mencapai daratan, terdapat sebuah pos yang biasanya dijadikan sebagai tempat transit. Dalam perjalanan menuju Segara Anakan akan banyak ditemui akar pohon, jalan naik turun, pohon tumbang, dan bebatuan sejenis kapur. Sangat disarankan menggunakan perlengkapan senyaman mungkin untuk jalan kaki selama sekitar 1 jam ke depan (saat kondisi jalur kering). Perlu dicatat pula, tidak ada sumber air tawar di sepanjang jalur menuju Segara Anakan sehingga pengunjung diharuskan untuk mengatur persediaan air minum sebaik mungkin.

Banyak tenda berdiri di sekitar laguna
Banyak tenda berdiri di sekitar laguna

Memasuki kawasan Segara Anakan terutama saat akhir pekan dan hari libur lainnya, akan banyak ditemukan tenda yang berdiri di sekitar laguna. Pemandu yang mengantar pengunjung juga bertugas untuk memilih lahan dan membantu mendirikan tenda. Mungkin saking seringnya mendirikan tenda pengunjung, pernah saya temukan ada seorang pemandu yang mendirikan tenda seorang diri. Jika memungkinkan, mintalah kepada pemandu untuk memilih lahan yang berada di tengah campsite. Mengapa demikian? Karena jika dekat garis pantai akan beresiko terkena air laut saat pasang dan jika jauh dari garis pantai akan beresiko menerima efek dari ‘limbah’ yang dibuang oleh para pengunjung.

Waktunya berenang di Segara Anakan
Waktunya berenang di Segara Anakan

Jika tenda sudah berdiri, kita bebas menikmati momen selama berada di Segara Anakan. Kebanyakan pengunjung di Segara Anakan hanya menikmati momen bermain air bersama kawan-kawannya. Ingin berenang dan melihat ikan serta terumbu karang? Lupakan itu karena hampir tidak ada terumbu karang yang hidup dengan baik di Segara Anakan. Jika tidak ada terumbu karang, populasi ikan pun berkurang. Pengunjung yang membawa peralatan snorkling apalagi diving tidak akan berbeda dengan melakukan aktivitas serupa di kolam renang.

Anak-anak berenang di Segara Anakan
Anak-anak berenang di Segara Anakan

Mengajak anak kecil untuk bermain air di Segara Anakan tidaklah berbahaya (asalkan diawasi) karena airnya tergolong tenang dan memiliki kedalaman sekitar perut orang dewasa. Akan lebih baik jika membawa mereka ke Pulau Sempu untuk mengedukasi tentang lingkungan. Dengan lestarinya Pulau Sempu, saya optimis mereka bisa membawa anak mereka 20 – 30 tahun (dan bahkan lebih) ke depan.




Biaya yang dikeluarkan selama di Pantai Sendang Biru (Oktober 2014) :

  1. Tiket masuk Pantai Sendang Biru (Rp 9.000 / orang)
  2. Parkir inap (Rp 10.000 / sepeda motor)
  3. Perijinan BKSDA (Rp 5.000 / orang)
  4. Guide (Rp 100.000 / guide)
  5. Sewa kapal (Rp 100.000 / 10 – 12 orang)

Perlengkapan wajib dibawa ketika berkunjung ke Pulau Sempu :

  1. Sunblock waterproof. Digunakan sebelum berenang, berguna untuk mengurangi efek kulit terbakar setelah seharian berenang.
  2. Sepatu tracking / sepatu kets. Berguna untuk memudahkan gerakan saat jalan kaki di medan tanah.
  3. Tisu basah. Berguna untuk menggantikan air tawar yang digunakan ketika membilas tubuh setelah berenang di air laut.
  4. Pakaian ganti.
Lutung Budeng juga hidup di sekitar Segara Anakan
Lutung Budeng juga hidup di sekitar Segara Anakan

Tips berkunjung tanpa berkemah (1-6) dan berkunjung + berkemah (3-9) di Pulau Sempu :

  1. Jika memiliki banyak kesempatan, pilihlah musim kemarau untuk berkunjung.
  2. Datanglah pukul 6 pagi di Pantai Sendang Biru, laporan ke kantor BKSDA, menyeberang dan jalan kaki hingga tiba di Segara Anakan sekitar pukul 9 pagi. Untuk perjalanan kembali ke Teluk Semut, alokasikan waktu selama 2 jam.
  3. Siapkan tenaga lebih karena dalam sehari Anda jalan kaki minimal 2 jam (PP) dan berenang selama waktu yang Anda inginkan.
  4. Jangan hanya fokus untuk berenang. Segara Anakan juga memiliki hewan liar yang dapat dipotret menggunakan lensa tele dan juga piknik di pinggir pantai.
  5. Siapkan celana pendek atau celana panjang yang dapat dilipat hingga di atas lutut untuk jalan di pantai Teluk Semut.
  6. Catat nomor lambung kapal dan nomor HP nelayannya. Mereka hanya akan menjemput Anda di Teluk Semut setelah ditelpon.
  7. Bawa air tawar sebanyak mungkin. Jangan lupa untuk mengatur kebutuhan air minum & masak saat perjalanan berangkat, saat di Segara Anakan, dan saat perjalanan kembali ke Teluk Semut.
  8. Cari tahu garis pasang maksimal air laut dan jangan mengambil resiko dengan mendirikan tenda mendekati garis pasang air laut.

    Salah pilih lokasi, ini resikonya
    Salah pilih lokasi, ini resikonya
  9. Jangan cuci peralatan masak langsung di laguna. Solusinya adalah dengan menampung lebih dulu air laut dan kemudian mencucinya di tanah, bukan di pasir pantai. “Anda tidak ingin kan berenang dengan pemandangan mie, nasi, bekas sayur, dll?”
  10. Bangunlah tenda setelah tengah hari agar tidak kepanasan. Saya sarankan mulai membangun tenda sekitar pukul 14.00 WIB. Jika datang sebelum pukul 14.00 WIB dan tidak bisa menemukan daerah yang teduh, tandai dulu daerah Anda dengan meletakkan beberapa barang di daerah tersebut.

Foto lainnya dapat dilihat di album Flickr saya : Bumer – Sempu Island

Semoga liburan Anda menyenangkan.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam jalan-jalan dan sukses untuk kita semua.

You may also like

16 Comments

    1. Sepertinya wajib mas. Sebelum naik kapal, nelayan menanyakan siapa yang jadi guide. Kalaupun lolos tidak menggunakan guide mungkin karena semua guide sudah bertugas.

      Biasanya mereka (guide) nunggu di Teluk Semut. Tapi kalau mereka semua bertugas, otomatis tidak ada yang menunggu di Teluk Semut dan itu membuat kita bisa jalan di Pulau Sempu tanpa guide.

      Percayalah, jalan bareng guide lebih baik mas 🙂

  1. Itu foto paling atas kok bs surut gitu y, padahal dulu 2011 bermalem disana airnya tetap,
    trus itu yg nenda buanyak amat yak, kayak pasar, itu long weekend ataw sabtu mggu biasa? Dan dulu msh sepi, hehe

    1. Dulu saya ke Sempu tahun 2009 masih sepi mas Hari. Tahun 2014 kembali lagi dan sedikit kecewa karena banyak sampah. Makin banyak yang datang dan tidak mengerti cara mencintai alam berakibat makin kotornya Sempu. Sebagai informasi, dalam perjalanan kembali ke Teluk Semut saya punguti sampah sepanjang jalan. Di jalan saja terkumpul sampah sebanyak 2 plastik besar. Bagaimana dengan yang di Sempu? Kotor!

      Mengenai ketinggian air laut bisa dilihat di aplikasi HP / web yang memuat info soal pasang surut air laut mas. Kebetulan saya kebagian laut yang surut jadi bisa mendapatkan foto yang seperti itu.

    1. Setahu saya Rp 100K itu fee untuk guide sekali memandu. Kalau mau camp 2 hari sepertinya tetap bayar Rp 100K. Ingat, bawa air tawar lebih banyak yaaa..

    1. Ada desas desus kalau Pulau Sempu sedang ditutup untuk kunjungan wisata. Saya belum tahu kebenarannya. Kalau mau menginap di Sempu silakan om. Yang pasti wajib bayar tiket, fee guide, dan jasa kapal Sendang Biru – Sempu. Kapan mau berkunjung ke Sempu?

  2. mas.. desas desusnya benar tidak ya yg sempu dan segara anakan ditutup ?
    total budget yang dikeluarin 200rb cukup buat 2 orang?

Leave a Reply