Tips Aman & Selamat dalam Bersepeda

Gowes Aman & Selamat
Gowes Aman & Selamat

Sudah banyak dengar kecelakaan dan bahkan ‘lewat’-nya beberapa pesepeda saat bersepeda? Mengapa sampai demikian padahal selama ini saya bersepeda selalu merasa senang dan aman – aman saja? Apa saja yang biasanya saya dan teman-teman saya lakukan sebelum dan saat bersepeda? Ini tipsnya..

  1. Tidak memaksakan diri
    Bersepeda merupakan kegiatan fisik yang dapat menjaga kebugaran tubuh jika dilakukan secara teratur. Terkadang dalam bersepeda kita juga termotivasi untuk mencapai beberapa hal yang lebih dari sebelumnya. Bersepeda lebih jauh, dengan durasi lebih lama, di jalur yang lebih ekstrim, ataupun di kondisi yang sangat panas dan kering. Sama seperti kebanyakan kegiatan fisik lainnya, jika tubuh dipaksa tanpa penyesuaian sebelumnya – kebanyakan akan berujung dengan cedera (kram, terkilir, dsb) dan bahkan kematian. Jadi daripada memaksakan diri, ada baiknya jika kita berlatih dengan meningkatkan tantangan secara bertahap.
  2. Menggunakan alat keselamatan
    Menggunakan helm sepeda sudah harus jadi kewajiban para pengguna sepeda, sama seperti para pengguna sepeda motor ketika menggunakan helm motor. Memang kegunaan helm belum terasa jika kepala belum terbentur dengan benda lainnya. Sudah banyak kejadian yang saya alami dan saksikan sendiri, dimana helm menjadi penyelamat bagi kebanyakan pesepeda ketika mereka terjatuh. Daripada harus membayar biaya dokter, kenapa tidak investasikan saja uang Anda untuk membeli dan memakai helm sepeda?
    Alat keselamatan lainnya seperti pelindung siku (elbow protector), pelindung lutut (knee protector), pelindung dada (body armor), pelindung leher (leatt brace), dll menjadi opsi tambahan sesuai dengan kebutuhan. Memakai alat keselamatan secara berlebihan (tidak pada tempatnya) juga tidak terlalu baik karena akan mengurangi fleksibilitas dan membuat pemakainya terlihat seperti robot yang bersepeda. Mau terlihat seperti robot bersepeda? 😀

  1. Istirahat cukup sebelumnya
    Istirahat yang cukup dapat membuat kondisi tubuh kita fit. Dengan kondisi tubuh yang fit, kita dapat menikmati setiap detik pengalaman saat bersepeda. Saya tidur minimal 4 jam saat malam agar keesokan harinya bisa bersepeda sekitar 6 – 8 jam dengan menyenangkan.
    Bagaimana jika tidak punya banyak waktu untuk tidur dan esoknya harus bersepeda? Jawaban saya, nikmatilah! Jika Anda memang cinta dengan kegiatan bersepeda, mau tidur hanya 2 jam di tenda dengan kondisi menggigil pun tidak akan menjadi masalah. Itulah keajaiban yang dimiliki oleh para pecinta kegiatan bersepeda 😀
  2. Dapat ijin orang tua / istri
    Ini adalah realita yang harus Anda pahami ketika masih serumah dengan orang tua. Sewaktu masih tinggal bersama orang tua, saya sering diomeli dan dimarahi ketika pulang bersepeda hingga menjelang sore. Kini saat merantau, tidak ada lagi yang menanyai kapan saya pulang saat bersepeda. Nasib anak rantau 🙁
    Lalu bagaimana dengan istri Anda? Meski belum beristri, saya sudah kumpulkan banyak cerita dari para suami yang bersepeda bersama saya. Trik mereka adalah dengan mengajak istri jalan-jalan, makan-makan, belanja dll sebelum para suami meminta ijin dari istrinya masing-masing. Kalau sudah dapat ijin, pulang-lah tepat waktu. Jangan sampai waktu pulang malah pintu rumah sudah dikunci rapat. Bahaya! 😀
  3. Tidak merusak kebun orang lain
    Pengalaman ini lucu sekaligus mendebarkan. Karena hobi bersepeda di jalur alam, mau tidak mau membuat saya harus melewati jalur yang melewati kebun orang lain. Saat ada jalur yang lebih pendek namun harus melewati area kebun orang lain, kebanyakan dari kita akan memilihnya. Sialnya ada tanaman yang terinjak dan pemilik kebun mengetahuinya. Jika Anda juga mengalami hal yang sama seperti saya, jangan sampai hari berikutnya masuk koran karena ada berita penganiayaan oleh pemilik kebun (amit-amit). Ada baiknya tidak membuat masalah dengan penduduk sekitar jalur yang Anda lewati. Karena sekali saja bermasalah, bisa saja merusak nama baik seluruh pesepeda yang telah dan akan melewati jalur tersebut.
  4. Jangan mampir-mampir
    Hayo, siapa yang terbiasa ijin gowes ke istri tapi ternyata mampir kemana-mana? Jika tidak ketahuan memang mengasyikkan. Namun jika ketahuan, bisa terjadi perang dunia ketiga. Nama teman-teman bersepeda yang tidak tahu apa-apa bahkan bisa ikut terkena getahnya. Jika masih mencintai kegiatan bersepeda, jangan lagi “mampir-mampir” dengan kedok / alasan bersepeda. Hehehe 😀

Semoga informasi yang saya tuliskan tadi bermanfaat ya. Jika ingin menambahkan, silakan disampaikan lewat form komentar yang ada di bawah.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam gowes dan sukses untuk kita semua.

Share Post :

More Posts :

Leave a Reply