Tips – Bagaimana Menjadi Fotografer Profesional

Foto Prewedding di Watu Leter
Foto Prewedding di Watu Leter

Mengabadikan pemandangan dengan ‘bumbu’ matahari terbenam di pantai sudah pernah saya lakukan beberapa kali. ‘Saking’ seringnya mengabadikan foto pemandangan, sempat berpikir untuk mendapatkan tantangan baru. Foto konsep (prewedding contohnya) menjadi salah satu aliran fotografi yang juga ingin saya pelajari.

Karena kebetulan memiliki beberapa teman yang berprofesi sebagai fotografer, saya menawarkan diri kepada mereka untuk menjadi asisten fotografer. Bagi saya, cara inilah yang paling efektif untuk belajar tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya. Mengapa demikian? Bayangkan saja jika Anda harus sendirian membayar jasa model 2 orang (laki & perempuan). Belum lagi biaya make up artist, transportasi, akomodasi, dan bahkan perlengkapan lighting yang tidak murah harganya. Mahal om!

Selain lebih murah (karena teman), belajar dari yang lebih ahli membuat saya lebih banyak dan lebih cepat menyerap ilmu. Jika memiliki banyak uang, belajar dari ahli juga bisa Anda lakukan melalui kursus-kursus fotografi yang kini memiliki semakin banyak pilihan materi dan variasi biaya. Lalu bagaimana jika tidak punya uang dan bahkan teman yang ahli dalam fotografi? Saya bagikan sedikit tips agar kawan-kawan pembaca juga bisa mendapatkan kesempatan menjadi fotografer profesional tanpa memerlukan banyak biaya.

  1. Tambah teman fotografer profesional
    Menambah teman bisa kita lakukan dengan banyak cara, contohnya aktif di komunitas fotografer kampus, komunitas fotografer instagram, komunitas fotografer kota tertentu, dll. Tentu tidak semua anggota di dalam komunitas memiliki keinginan untuk belajar secara sungguh-sungguh. Ada yang datang karena memiliki kamera baru dan kemudian tidak pernah muncul lagi. Ada yang datang karena hanya ingin mengikuti kegiatan photowalk / jalan-jalannya saja. Dan banyak lagi motif keikutsertaan mereka dalam komunitas. Saran saya, pilih komunitas yang melaksanakan kegiatan secara konsisten dan memiliki anggota yang loyal.
  2. Belajar dan evaluasi hasil yang ada
    Jika belum menemukan komunitas, jangan khawatir karena kita masih bisa belajar lewat banyak media. Buku dan forum / artikel online juga dapat memberikan ilmu tentang fotografi. Sisihkan sebagian uang Anda untuk membeli buku fotografi dan membaca + memahaminya sampai habis. Jika sudah mengerti teorinya, cobalah untuk mempraktekkan beberapa hal dari teori tersebut. Selalu evaluasi apa yang kurang dan pertahankan + tingkatkan kelebihan Anda.
  3. Jangan lewatkan tawaran
    Kesempatan belum tentu datang dua kali. Jangan lewatkan tawaran memotret bersama fotografer profesional. Dengan memotret bersama, memungkinkan Anda untuk lebih dekat dengan mereka. Dengan lebih dekat, tentu akan lebih banyak ilmu yang diserap dari para fotografer profesional. Kalau bisa, mintalah ijin pada mereka untuk menjadi mentor Anda. Dengan begitu, sudah pasti mereka merasa lebih dihargai.
  4. Buka pikiran untuk menerima ilmu baru
    Sudah menjadi hal biasa jika terdapat perbedaan pendapat diantara dua kepala / lebih. Ilmu yang dimiliki oleh mentor belum tentu sama dengan ilmu yang Anda dapatkan dari buku / artikel online. Saran saya bukalah pikiran untuk hal baru. Tidak ada ilmu yang tidak berguna.
  5. Ingat, masih belajar jangan harap dibayar
    Lupakan bayaran jika Anda masih belajar. Anggap saja ilmu yang Anda dapatkan adalah imbalan yang paling pantas dari para mentor. Namun ada saatnya Anda harus ‘terbang’ dan mulai menawarkan jasa secara profesional. Kapan itu? Hanya Anda yang tahu. Yang pasti, saat Anda yakin layak untuk dibayar, tawarkan profesionalitas Anda kepada para calon konsumen.

Adakah yang sama-sama sedang belajar fotografi konsep dengan biaya murah? Jika ada event terbuka yang mengijinkan saya untuk bergabung, mohon dikabari lewat kontak yang sudah saya bagikan di bawah.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam jepret dan sukses untuk kita semua.

You may also like

Leave a Reply