Raja Lima dan Nama Tebing di Pantai Atuh

Batu Bolong di Pantai Atuh
Batu Bolong di Pantai Atuh

Di sosial media sudah banyak beredar foto yang menunjukkan keindahan Pantai Atuh. Ternyata tidak hanya pantainya, tebing dan bukit yang berada di sekitar pantai seakan ‘bahu-membahu’ menunjukkan keindahan Pantai Atuh secara keseluruhan.

Begitu tiba, kita bisa memilih untuk terlebih dulu berkunjung ke pasir Pantai Atuh yang putih atau menjelajahi tebing yang terbentang sekitar 1 kilometer menghadap timur. Jika memilih untuk menyusuri tebing, segala penjuru yang mengarah ke laut sangat indah untuk diabadikan.

Jika menyusuri tebing dari arah utara (dari arah Pantai Atuh ke arah Rumah Kayu), kita akan berjalan di atas bukit Labuhampuak. Bukit yang terletak di sebelah kanan Pantai Atuh ini sering dijadikan sebagai spot untuk mengabadikan matahari terbit dengan foreground berupa Karang Batu Bolong dan ditambah dengan misteriusnya siluet Pulau Lombok di ujung garis horison.

Batu Bolong dari Bukit Labuhampuak
Batu Bolong dari Bukit Labuhampuak

Masih dari Bukit Labuhampuak, jika menoleh ke kanan akan kita temui sebuah teluk yang terletak di bawah bukit. Warga setempat menyebutnya dengan Teluk Titibahu. Teluk yang memiliki pantai berpasir putih ini makin indah dengan adanya susunan beberapa batu karang berukuran besar. Dengan tebing yang horizontal, sepertinya Teluk Titibahu tidak bisa diakses dari bukit manapun (kecuali dengan kapal).

Teluk Titibahu
Teluk Titibahu

Dengan melangkahkan kaki sedikit lebih jauh ke arah selatan, akan kita lewati tebing yang berada di atas Teluk Parangempu. Dari tebing ini saya sempat melihat 1 Pari Manta sedang berkeliling pantai mencari makan. Sungguh momen yang sangat langka karena pada kunjungan sebelumnya saya harus turun ke bawah air untuk melihatnya langsung. Itupun harus menggunakan kapal dan beradu nyali dengan gelombang laut yang tinggi.

Teluk Parangempu
Teluk Parangempu
Pari Manta dari tebing
Pari Manta dari tebing

Dalam perjalanan menuju ke selatan, akan kita lihat sebuah bangunan dari kayu yang berdiri di atas pohon. Rasa penasaran membawa saya untuk mendekati bangunan itu melewati jalan setapak. Semakin mendekat, tebing curam telah menunggu untuk dilewati. Rasa lelah menuruni anak tangga sedikit terbayar ketika saya tiba di Rajalima. Tebing yang menjorok ke arah utara menyajikan keindahan Teluk Parangempu dan Teluk Titibahu dalam 1 frame. Tebing yang sebelumnya saya lewati tampak indah sekali dari spot Rajalima ini.

Rajalima
Rajalima

Jalan untuk menuju bangunan kayu semakin dekat. Kini saya berada di atas Bukit Molenteng, ujung jalan yang mengantar saya menuju bangunan tersebut. Terlihat beberapa papan bertulisan yang memberi informasi bahwa bangunan kayu ini bernama Rumah Kayu. Jika penasaran dengan Rumah Kayu, pernah saya tulis sebelumnya di link ini.

Rumah Kayu di Nusa Penida
Rumah Kayu di Nusa Penida




Dari Bukit Molenteng kita bisa melihat indahnya lautan di sebelah tenggara Nusa Penida. Adanya Padmasari di ujung tebing membuat saya semakin kagum dengan keindahan dan kearifan lokal masyarakat Hindu di Nusa Penida. Bagaimana tidak, 2x sehari pengelolanya harus naik turun bukit (sekitar 50m) untuk ‘maturang canang’ sebagai wujud terima kasih kepada Sang Pencipta. Terima kasih Tuhan..

Padmasari di Bukit Molenteng
Padmasari di Bukit Molenteng

Oh iya, untuk menuju Pantai Atuh tidak mudah jika Anda pertama kali berkunjung kesana. Saya berkunjung ke Pantai Atuh 2x dalam 2 hari karena 2x salah arah dan tiba di bukit yang memiliki jalur trekking ‘kurang santai’. Ikuti petunjuk yang saya berikan di link ini agar Anda tidak tersesat.

Ada yang berminat untuk berkunjung ke Nusa Penida dan melakukan photography trip disana? Yuk kita berangkat bareng pada pertengahan 2017. Silakan kirim email ke anomharya@gmail.com untuk informasi lebih lanjut.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam jalan-jalan dan sukses untuk kita semua.

Wajib Dibaca Juga

3 Comments

  1. […] Oh iya, keindahan pemandangan dari Rumah Kayu menjadi sempurna berkat tebing-tebing yang berdiri di sekitar Pantai Atuh. Tebing-tebing tersebut memiliki nama-nama unik yang diberikan oleh warga setempat. Dari tebing ini tidak jarang kita bisa melihat Pari Manta sedang berenang mencari makan. Saya yang menjelajahi tebing sekitar 30 menit sempat melihat 3 ekor Pari Manta dari 2 titik berbeda. Sungguh indah!! <<HOT!!! Foto Pari Manta dari tebing di Pantai Atuh>> […]

    Reply
  2. Laili Umdatul K
    25/10/2016

    Waaah ini keren banget mas anom..

    Reply
    1. Anom Harya
      Anom Harya
      25/10/2016

      Terima kasih mbaaaaaa 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *