Rumah Kayu di Nusa Penida

Rumah Kayu di Nusa Penida
Rumah Kayu di Nusa Penida

Meski sebelumnya pernah menulis tentang Omah Kayu di Bukit Paralayang (Kota Batu, Jatim), saya tidak kehilangan gairah untuk mengulas Rumah Kayu yang berada di Nusa Penida. Unik, indah, dan tenang adalah kesan yang ingin disampaikan pihak pengelola kepada wisatawan yang menginap disini.

Di atas sebuah pohon dengan bantuan beberapa kayu sebagai penopangnya, berdiri kokoh Rumah Kayu yang menghadap ke timur laut (antara utara dan timur). Untuk memasukinya, wisatawan harus melewati jembatan terlebih dulu dan kemudian memanjat tangga yang terbuat dari kayu. Tentu ada retribusi yang harus dibayar oleh wisatawan. Siapkan saja Rp 10.000 sebagai tiket masuk per kepala dan Rp 5.000 sebagai karcis parkir.

Melewati tangga dan jembatan kayu
Melewati tangga dan jembatan kayu

Dengan luas sekitar 4 x 4 meter, Rumah Kayu dapat menampung wisatawan hingga 5 orang. Balkon yang memiliki lebar sekitar 1 meter sering menjadi destinasi para wisatawan non menginap untuk berfoto ria karena Rumah Kayu juga dibuka untuk umum (tanpa harus menginap). Dari bangunan kayu beratap jerami ini, pengunjung yang menginap bisa menghabiskan malam indah di tebing pantai. Duduk di balkon sambil menikmati pemandangan matahari terbit juga bisa menjadi agenda yang tidak boleh dilewatkan

Di dalam Rumah Kayu tidak terdapat toilet. Toilet terletak di tanah terpisah sekitar 20 meter dari bangunan Rumah Kayu. Kondisinya sering terkunci karena hanya dapat digunakan oleh tamu menginap. Untuk menggunakan toilet, tamu harus menghubungi pihak pengelola agar membuka kunci pintu. Susahnya air tawar di kawasan Pantai Atuh membuat pengelola harus menjaga agar air dapat benar-benar digunakan oleh tamu menginap.

Tangga menuju Rumah Kayu
Tangga menuju Rumah Kayu

Untuk menuju Rumah Kayu dibutuhkan perjuangan cukup melelahkan karena wisatawan harus jalan menuruni tebing setinggi 50 meter. Tebing kapur disulap menjadi anak tangga menyusuri tebing yang langsung berhadapan dengan laut sebelah timur Bali. Semua anak tangga dilengkapi dengan tambang sebagai media para wisatawan untuk berpegangan. Karena tidak ada tumbuhan peneduh di sekitar anak tangga, banjir keringat sudah pasti akan kita alami jika berkunjung ke Rumah Kayu saat siang yang terik. Maka dari itu, gunakanlah pakaian sejuk saat berkunjung kesana.

Berminat untuk menginap di Rumah Kayu di Nusa Penida? Siapkan saja dana Rp 300.000 per malam. Karena masih belum banyak yang menginap disana, tanpa book mungkin bisa membuat Anda menghabiskan malam berkesan di atas pohon. Namun jika Anda berminat untuk membooking Rumah Kayu di Nusa Penida, bisa saya bantu untuk mendapatkannya.

Oh iya, keindahan pemandangan dari Rumah Kayu menjadi sempurna berkat tebing-tebing yang berdiri di sekitar Pantai Atuh. Tebing-tebing tersebut memiliki nama-nama unik yang diberikan oleh warga setempat. Dari tebing ini tidak jarang kita bisa melihat Pari Manta sedang berenang mencari makan. Saya yang menjelajahi tebing sekitar 30 menit sempat melihat 3 ekor Pari Manta dari 2 titik berbeda. Sungguh indah!! <<HOT!!! Foto Pari Manta dari tebing di Pantai Atuh>>

Dari loket wisata Rumah Kayu,  sebenarnya Pantai Atuh bisa diakses tanpa membutuhkan kendaraan bermotor. Kita bisa jalan kaki sekitar 60 menit melewati jalan setapak dan menuruni tebing dengan tinggi sekitar 100 meter. Ketika tiba di pantai, pasir putih telah menyambut kita. Jika penasaran dengan bagaimana putihnya pasir dan sunrise di Pantai Atuh, tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Pantai Atuh – Surga Landscape di Nusa Penida” semoga bisa membuat Anda makin ingin berkunjung ke Pantai Atuh.

Pantai Atuh saat surut
Pantai Atuh saat surut

Oh iya, untuk menuju Rumah Kayu tidak mudah jika Anda pertama kali berkunjung kesana. Saya berkunjung ke Pantai Atuh 2x dalam 2 hari karena 2x salah arah dan tiba di bukit yang memiliki jalur trekking ‘kurang santai’. Ikuti petunjuk yang saya berikan di link ini agar Anda tidak tersesat.

Ada yang berminat untuk berkunjung ke Nusa Penida dan melakukan photography trip disana? Yuk kita berangkat bareng pada pertengahan 2017. Silakan kirim email ke anomharya@gmail.com untuk informasi lebih lanjut.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam jalan-jalan dan sukses untuk kita semua.

Wajib Dibaca Juga

4 Comments

  1. […] Jalan untuk menuju bangunan kayu semakin dekat. Kini saya berada di atas Bukit Molenteng, ujung jalan yang mengantar saya menuju bangunan tersebut. Terlihat beberapa papan bertulisan yang memberi informasi bahwa bangunan kayu ini bernama Rumah Kayu. Jika penasaran dengan Rumah Kayu, pernah saya tulis sebelumnya di link ini. […]

    Reply
  2. […] momen mengabadikan matahari terbit. Ada yang berkemah di sekitar pasir pantai, ada yang menginap di Rumah Kayu, ada juga yang menginap di homestay yang dikelola warga sekitar. Perlu diketahui, desa di sekitar […]

    Reply
  3. […] Rumah Kayu di Pantai Atuh […]

    Reply
  4. […] Rumah Kayu di Pantai Atuh […]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *