Hunting Sunrise & Milkyway di Danau Beratan

Sunrise on Beratan Lake

Mungkin hanya sedikit wisatawan ke Pulau Bali yang tidak mengenal Danau Beratan. Danau yang terletak di kawasan wisata Bedugul ini menjadi primadona tempat wisata yang harus dikunjungi di kawasan Bali utara. Jika mengunjungi Danau Beratan pada pagi – sore hari sudah biasa, sudah pernah coba untuk mengunjunginya pada malam hari?

Saya dan seorang teman pekan lalu berkunjung ke Danau Beratan sekitar pukul 22.00 WITA. Saat berhenti di lahan parkir ternyata hanya kendaraan kami yang berada disana. Yang pertama terpikir saat itu adalah, “Apa Danau Beratan masih dibuka malam – malam begini?”

Sesaat melewati loket, ternyata tidak ada yang menjaganya. Karena tidak ada penjaga dan pagar yang tidak ditutup, kami lewat saja hingga memasuki areal Pura Ulun Danu Beratan. Di dalam kami tidak sendiri. Ternyata juga ada beberapa pemancing yang sedang mencari ikan di areal danau yang saat itu airnya sedang naik akibat akumulasi menampung air hujan.

Milkyway on Beratan Lake

Danau Beratan yang terletak di ketinggian sekitar 900 mdpl sudah pasti dingin saat malam hari. Tidak terbayang jika saya lupa membawa jaket saat itu, pasti tubuh ini bergetar kedinginan. Karena harus menggunakan teknik foto slowspeed, tripod wajib digunakan karena tidak ada dudukan yang bisa digunakan sebagai pengganti tripod di area sekitar Pura Ulun Danu Beratan.

Milkyway Nightscape on Beratan Lake

Soal cahaya di sekitar Pura Ulun Danu Beratan, saya rasa sangat berlebih karena ada sebuah lampu ‘soklei’ yang diletakkan di tiang khusus untuk menerangi Pura. Cahaya kuning dan sangat terang ini membuat lensa yang saya gunakan menghasilkan flare. Cukup mengganggu karena flare muncul di sekitar area penampakan milkyway. Andai saat itu lampu ini mati (atau dimatikan), mungkin gambar milkyway di atas Danau Beratan jadi lebih baik.

Sunrise Landscape Beratan Lake

Hari menjelang terang dan sekitar pukul 05.30 WITA kamera kami sudah siap kembali untuk mengabadikan momen matahari terbit di Danau Beratan. Kami dapat mengabadikan Danau Beratan dengan gumpalan awan tebal pada jam blue hour. Angin yang bertiup kencang membuat gumpalan awan bergerak cepat. Foto yang saya hasilkan menjadi lebih hidup berkat pergerakan awan yang saya dokumentasikan dengan teknik slowspeed.

Ulun Danu Beratan Temple on Sunrise

Sayang awan tebal menutupi langit bagian timur sehingga foto pada jam golden hour terasa kurang berwarna. Padahal lampu ‘soklei’ sudah dimatikan dan cahaya kuning yang dihasilkan olehnya sudah jauh berkurang. Saya mengaku kurang puas untuk hasil foto Pura Ulun Danu Beratan di jam golden hour.

Blue Hour on Beratan Lake

Ada yang tertarik untuk hunting foto milkyway & sunrise di Danau Beratan? Jujur, foto yang saya bagikan di blog ini masih jauh dari kata sempurna. Ajak saya dong. Hehehe.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam jepret dan sukses untuk kita semua.

Wajib Dibaca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *