Hangatnya Matahari Terbit di Waduk Lahor

Nelayan Mencari Ikan di Waduk Lahor
Sunrise di Waduk Lahor
Sunrise di Waduk Lahor

Waduk Lahor terletak sekitar 40km di sebelah selatan Kota Malang. Dengan motor dari Kota Malang, saya bisa mencapai Waduk Lahor dalam waktu sekitar 45 menit pada saat subuh. Tidak banyak lalu lalang kendaraan di jalur Malang – Blitar sebelum matahari terbit. Meski banyak bagian jalan yang gelap dan sepi saat subuh, sepeda motor cukup aman untuk melintas. Saat mencapai Waduk Lahor, tidak disangka ternyata langit di ufuk timur sedang menunjukkan kecantikannya. Karena membawa kamera, terciptalah beberapa foto matahari terbit di Waduk Lahor dan saya terbitkan di tulisan ini.

Perahu Wisata Bersandar di Waduk Lahor
Perahu Wisata Bersandar di Waduk Lahor

Mungkin tidak banyak orang yang pernah menikmati keindahan momen matahari terbit di Waduk Lahor. Hal ini karena masih belum banyak promosi dari pengelola setempat tentang keindahan menyaksikan matahari terbit dari Waduk Lahor (CMIIW). Selain itu, kendaraan yang melintasi Waduk Lahor mungkin terburu-buru untuk mencapai tujuannya sehingga tidak menyempatkan diri untuk berhenti dan sejenak menikmati keindahan momen matahari terbit di Waduk Lahor.

Perahu Nelayan di Waduk Lahor
Perahu Nelayan di Waduk Lahor

Meski merupakan tempat wisata, mungkin tidak banyak wisatawan yang menjadikan Waduk Lahor sebagai destinasi utama berwisata. Karena lokasinya yang merupakan perlintasan alternatif antara Blitar dan Malang, Waduk Lahor lebih sering menjadi destinasi transit para pengguna jalan. Warung yang berdiri di sekitar waduk menawarkan banyak pilihan makanan & minuman untuk pengguna jalan yang ingin rehat sambil menikmati keindahan Waduk Lahor. Jika Anda melakukan perjalanan dari Blitar ke Malang atau sebaliknya, Waduk Lahor bisa menjadi tempat transit terbaik yang saya rekomendasikan.

Berbicara masalah kunjungan wisatawan, saat pagi tidak banyak wisatawan yang berkunjung ke Waduk Lahor. Terlihat hanya beberapa sepeda motor dan mobil yang melintas sekitar pukul 5 pagi.  Mereka pun hanya berhenti sejenak untuk mengeluarkan handphone, memotret, dan kemudian melanjutkan perjalanannya kembali. Nah, kalau pagi saat akhir pekan / hari libur cukup banyak pengunjung yang mampir ke Waduk Lahor untuk jogging dan melihat pemandangan di sekitar waduk. Jika Anda ingin mencari tempat jogging yang masih asri, mungkin jalanan di sekitar Waduk Lahor bisa menjadi pilihan.

Nelayan Mencari Ikan di Waduk Lahor
Nelayan Mencari Ikan di Waduk Lahor

Saat saya berkunjung, kebetulan ada beberapa nelayan yang sedang mencari ikan di Waduk Lahor. Perahu dan jaring adalah alat yang mereka gunakan saat itu. Pukul 5 pagi mereka sudah terlihat berada di tengah waduk. Sepertinya mereka berangkat ‘melaut’ sekitar pukul 4.30 pagi dan bahkan sebelumnya.

Selain nelayan yang menangkap ikan menggunakan perahu dan jaring, juga ada nelayan yang memancing ikan dari tepian Waduk Lahor. Tidak hanya nelayan, tetapi juga banyak penghobi olahraga memancing yang menjadikan Waduk Lahor sebagai destinasi memancing mereka. Anda hobi memancing ikan? Mungkin Waduk Lahor bisa menjadi destinasi memancing Anda.

Gunung Semeru di Timur Waduk Lahor
Gunung Semeru di Timur Waduk Lahor

Apa Anda pernah melintas di Waduk Lahor pada saat matahari terbit namun tidak sempat mengabadikannya? Mungkin beberapa gambar pada tulisan ini bisa mengobati penyesalan Anda. Hehehe. Semoga di lain kesempatan bisa berhenti sejenak sambil menikmati momen matahari terbit di Waduk Lahor ya..

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam jepret dan sukses untuk kita semua.

 

You may also like

Leave a Reply