Memotret Seharian di Candi Prambanan

Sunset Prambanan
Pagi di Prambanan
Pagi di Prambanan

Awalnya tidak terpikir untuk berkunjung pagi-pagi ke Candi Prambanan. Mengawali hari dengan sunrise-an di Candi Plaosan dapat berjalan sesuai rencana. Selepas memotret, ada sedikit rasa kantuk yang dapat dimaklumi karena kami sudah berangkat dari penginapan pukul 03.30. Tidak terlihat warung kopi yang buka pagi buta di sekitar Candi Plaosan. Karena jalan pulang melewati kompleks Candi Prambanan, kami beruntung dapat menemukan 1 warung kopi yang bahkan buka mulai pukul 04.30 WIB.

Sambil ngopi, saya melihat banyak orang yang berada di dalam kompleks Candi Prambanan. Saya mendapat info dari pemilik warung kopi yang kami singgahi bahwa kompleks candi juga digunakan sebagai arena olahraga seperti lari pagi dan bersepeda. Karena penasaran dengan experience yang dirasakan warga sekitar, saya inisiatif untuk mendatangi loket tepat jam 6 pagi. Ternyata loket wisata di kompleks Candi Prambanan sudah buka jam 6 pagi. Saya bersama mba Arni masuk dengan mulus dan bahkan mendapat tiket nomor seri ketiga hari itu. Hanya sekitar 5 orang yang masuk kompleks candi hingga sekitar 1 jam kami berada di dalam. Hah, Candi Prambanan rasanya milik sendiri. Foto-foto jadi ga bocyorrrrr. Hehehe.

Ke Prambanan bareng Mba Arni
Ke Prambanan bareng Mba Arni

Kami keliling kompleks Candi Prambanan dan mengabadikannya dengan latar belakang langit biru. Kehadiran langit biru sudah saya prediksi karena kamera hampir selalu mengarah ke barat pagi itu. Umumnya langit barat akan membiru pada pukul 7 – 9 pagi. Cahaya yang datang dari belakang saya membuat semua area candi mendapatkan cahaya yang merata. Hampir tidak ada foto yang under / over exposure meski saya gunakan mode auto dengan metering pada nilai 0. Tidak banyak shutter count yang bertambah karena pagi itu umumnya dengan 1-2x foto saja sudah sesuai ekspektasi saya.

Setelah 2 jam berkeliling kompleks Candi Prambanan, kami kembali ke penginapan dan menikmati breakfast. Karena masih jam 9, ada cukup waktu untuk belanja oleh-oleh di Pasar Beringharjo dan Jalan Malioboro. Tidak lupa, kesempatan ini saya gunakan juga untuk memotret ala street photography menggunakan kamera handphone. Semua kamera yang saya bawa jadi bisa digunakan saat saya berkunjung ke Yogya.

Hunting di Pasar Beringharjo
Hunting di Pasar Beringharjo

Tidak banyak agenda yang ingin saya lakukan pada siang hari dan sepertinya lebih baik digunakan untuk tidur siang. Sore menjelang pukul 15.30, saya berangkat lagi ke Prambanan. Awalnya sempat percaya diri masuk ke gerbang tanpa mampir ke loket. Saya membawa kembali tiket yang telah digunakan tadi pagi. Saat di-scan di gerbang, ternyata tiket tidak dapat digunakan kembali. Padahal tertulis pada tiket bahwa masa berlaku tiket berakhir pada hari itu (31 Oktober 2019) atau dapat dikatakan bahwa tiket berlaku seharian. Langsung saja saya konfirmasi ke penjaga gerbang bahwa pagi tadi sudah masuk. Tanpa banyak tanya, beliau langsung mengijinkan saya masuk lewat gerbang non tiket. Hah lega rasanya bisa masuk Candi Prambanan pagi dan sore sehingga saya bisa mendapat lebih banyak variasi foto.

Saya masuk kompleks Candi Prambanan sekitar pukul 16.00 dan menulis draft artikel ini sambil menunggu matahari agak turun ke horizon. Sesi memotret sunset di Prambanan saya mulai pukul 16.45, tepatnya 15 menit sebelum candi ditutup untuk wisata. Namanya juga landacaper, pantang pulang sebelum blue hours selesai. Setelah sabar menanti dan juga mengendap-endap untuk menghindari pengusiran pihak keamanan, saya berhasil mengabadikan momen sunset hingga blue hours di Candi Prambanan.

Sunset Prambanan
Sunset Prambanan

Dari hunting foto seharian di Candi Prambanan, saya mendapatkan beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai evaluasi untuk kunjungan berikutnya. Semoga evaluasi ini bisa menjadi saran dan tips dari saya agar agenda kita untuk hunting foto di Candi Prambanan berhasil.

Saran dan tips dari saya antara lain:

  1. Waktu yang tepat agar matahari terbenam tepat di belakang Candi Prambanan adalah pada pertengahan tahun. Jika bisa memilih waktu, pilihlah sekitar bulan Juli untuk berkunjung ke Prambanan.
    Posisi Matahari di Prambanan
    Posisi Matahari di Prambanan
  2. Pastikan masuk ke area candi sebelum pukul 17.00 karena itulah batas jam berkunjung ke Candi Prambanan. Sekitar pukul 17.15 WIB akan ada pengusiran dari pihak keamanan internal yang membuat kita tidak bisa mengabadikan momen di wilayah Ring 1. Dari pengalaman, pihak keamanan tidak memperhatikan saya yang berada di Ring 2, tepatnya di depan tulisan “PRAMBANAN”. Jika ingin memotret hingga blue hours tanpa khawatir dengan pengusiran dari pihak keamanan, memotretlah dari depan tulisan “PRAMBANAN”. Bahkan saya menunggu sampai diusir tapi tidak ada yang mengusir saya. Akhirnya saya keluar Candi Prambanan karena keinginan sendiri, bukan diusir pihak keamanan. Hehehe.

Ada yang memiliki saran tambahan? Silakan komentar 😀

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam njepret dan sukses untuk kita semua.

Tentang Penulis

Anom Harya

Hobi bersepeda, jalan-jalan, dan memotret. Suka menulis tentang sepeda, traveling, dan fotografi di anomharya.com. Bekerja penuh waktu di OTTO tour yang bergerak di bidang pariwisata. Jika ingin dipandu bersepeda atau memotret di Bromo / Malang, chat aja via WA ke +6285288776565 atau kirim email lewat link ini

2 Comments

Leave a Reply