Flat Pedal vs Cleat

flat vs cleat pedal
flat vs cleat pedal
flat vs cleat pedal

Setelah sekian lama saya bersepeda ternyata masih ada rider yang memperdebatkan antara pedal flat dan pedal cleat. Kebanyakan yang mendebat adalah rider pemula dan hanya mendengar info tentang bahaya menggunakan pedal cleat. Biasanya rider pemula hanya mendengar info dari rider yang trauma menggunakan pedal cleat karena insiden yang telah dialami. Tidak adil jika mendengar cerita dari satu sisi. Di tulisan ini saya akan menuliskan kelebihan dan kekurangan dari pedal flat dan pedal cleat.

cleat pedal
cleat pedal

Kelebihan Cleat Pedal

  • Efisiensi kayuhan terutama di jalur tanjakan. Juga membantu di jalur datar. Disarankan bagi rider pengejar waktu yang memaksimalkan kayuhan. Rider hobi pun juga boleh memakainya jika sering gowes jarak jauh.
  • Relatif tidak menyebabkan tulang kering luka. Rider dengan pedal flat bisa diamati dari luka pada tulang keringnya.

Kekurangan Cleat Pedal

  • Membahayakan untuk rider aksi. Beberapa insiden parah saat bersepeda terjadi karena rider tidak bisa melepas kaki dari pedal. Solusi, kendorkan sedikit setingan pedal sehingga kaki mudah lepas saat akan jatuh. Konsekuensi cleat kendor, kaki mudah lepas dari pedal saat posisi melayang (jumping).
flat pedal
flat pedal

Kelebihan Flat Pedal

  • Telapak kaki bebas sehingga membantu rider aksi. Rider aksi cenderung lebih menyukai pedal flat karena mereka tidak banyak mengayuh. Melatih posisi kaki yang benar untuk mencengkeram pedal saat posisi melayang. Kebanyakan rider yang terbiasa menggunakan pedal cleat tidak memiliki ‘memori muscle’ seperti mereka yang terbiasa dengan pedal flat.
  • Saat akan jatuh, membantu reflek rider untuk melepas kaki dari pedal.

Kekurangan Flat Pedal

  • Telapak kaki sering kurang tepat posisinya sehingga kurang efisien
  • Jika pedal lepas dari telapak kaki sering melukai tulang kering. Sering dirasakan oleh rider pemula yang mencoba latihan lompat-lompatan. Bukan kesalahan pedal maupun sepatu melainkan karena mereka tidak mengerti teknik mencengkeram pedal. Teknik mencengkeram pedal akan dibahas pada tulisan lainnya. Solusi minimal gunakan kaus kaki panjang, disarankan pakai protektor tulang kering (chin protector).

Anda termasuk kubu flat pedal atau cleat? Jika konsisten nanjak saja atau lompat-lompatan saja maka menggunakan salah satu jenis pedal sudah cukup. Untuk informasi lebih dalam, bacalah tips memlih pedal sesuai kebutuhan jika masih bingung menentukan pedal yang terbaik untuk jenis kegiatan Anda.

Pedal Combo
Pedal Combo

Pedal Combo

Seiring waktu ternyata ada “kubu abu-abu” soal pedal. Kubu abu-abu adalah mereka yang merasakan lebih enak memakai cleat saat menggunakan pedal flat, dan atau sebaliknya. Produsen pedal juga memperhatikan kubu abu-abu dengan membuat desain kombinasi antara pedal flat dan cleat. Kelebihan kedua jenis pedal dapat disatukan desain ini. Apa saja kombinasi kelebihan yang dapat dirasakan dari pedal jenis ini?

  • Masih bisa merasakan efisiensi kayuhan.
  • Daya cengkeram dapat diandalkan meski tidak sekuat pedal flat.
  • Cocok bagi rider yang suka gowes di jalur gravity karena ada tanjakan dan rintangan berupa drop / jump.

Setelah membaca tulisan ini apa masih ada yang memiliki asumsi bahwa menggunakan pedal cleat berbahaya? Kalau masih ada, mungkin Anda perlu belajar dulu menggunakan pedal cleat dan merasakan manfaat setelah mencobanya.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam gowes dan sukses untuk kita semua.

Tentang Penulis

Anom Harya

Hobi bersepeda, jalan-jalan, dan memotret. Suka menulis tentang sepeda, traveling, dan fotografi di anomharya.com. Bekerja penuh waktu di OTTO tour yang bergerak di bidang pariwisata. Jika ingin dipandu bersepeda atau memotret di Bromo / Malang, chat aja via WA ke +6285288776565 atau kirim email lewat link ini

Leave a Reply