Jalan-jalan ke Bee Jay Bakau Resort

Masjid di tengah laut & Gerbang Sewu Petung Abang Bee Jay Bakau Resort
Masjid Tengah Laut di Bee Jay Bakau Resort
Masjid Tengah Laut di Bee Jay Bakau Resort

Akhir pekan lalu Bee Jay Bakau Resort (BJBR) di Kota Probolinggo mengadakan lomba foto. Pada tahun 2019 yang merupakan lomba foto pertama di BJBR, saya sudah mendaftar namun tidak bisa hadir saat hari pelaksanaan. Karena kali ini tidak ada halangan, saya pun hadir.

Dari lomba sebelumnya di BJBR, semua foto yang mendapat juara dan nominasi merupakan foto bertema arsitektur. Hal ini membuat saya berkesimpulan bahwa tipe foto yang diharapkan oleh juri (Yuyung Abdi) merupakan foto bertema landscape dan arsitektur.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Yuyung Abdi (@yuyungabdi)

Karena memulai belajar fotografi dari memotret tempat wisata, saya jadi memiliki minat kuat terhadap fotografi travel dan landscape. Karena Bee Jay Bakau Resort merupakan tempat wisata yang sesuai dengan preferensi memotret saya, membuat saya makin bersemangat untuk ‘menyiksa kamera’. Bahkan gerimis rintik-rintik yang turun sejak sore tidak sedikit pun menyurutkan kesungguhan saya dalam ‘menyiksa kamera’. Hehehe.

Dari teori yang saya pelajari selama ini, memotret arsitektur luar ruangan akan lebih menarik jika bersanding dengan langit biru khas blue hours. Lampu dengan warna hangat akan menjadi warna dominan bersanding dengan langit gelap kebiruan. Hal inilah yang awalnya membuat saya yakin bahwa BJBR hanya lebih indah untuk diabadikan pada saat senja hingga sekitar pukul 18.30 WIB.

Dimulai dari jam 5 sore, lensa saya arahkan untuk membidik masjid di tepi laut dan Gerbang Sewu Petung Abang. Dengan kondisi langit yang berawan penuh (sembleb), tidak ada warna merah pada langit khas golden hours. Kondisi langit yang demikian menurunkan ekspektasi saya terhadap hasil foto. Daripada menganggur, saya lanjutkan kegiatan dengan mengamati lokasi dan sesekali memotret jika menemukan sudut yang membuat saya penasaran.

Masjid Tengah Laut di Bee Jay Bakau Resort
Masjid Tengah Laut di Bee Jay Bakau Resort

Sekitar jam 6 sore saya pindah lokasi memotret ke area resort. Penginapan berbentuk bungallow / rumahan berdiri di atas air laut dan dikelilingi hutan bakau. Ini pengalaman pertama saya memotret resort yang berada di Bee Jay Bakau Resort meski telah 8x berkunjung kesana. Selama ini area resort dibatasi hanya untuk yang menginap dan saya tidak pernah melanggar aturan tersebut. Pagar pembatas area resort yang biasanya ditutup menjadi terbuka lebar saat itu. Mungkin pengelola BJBR memberi kesempatan para fotografer untuk memotret disana. Yaaaa, momen emas ini tentu tidak boleh disia-siakan.

Resort Mewah di Bee Jay Bakau Resort
Resort Mewah di Bee Jay Bakau Resort

Karena lomba dilaksanakan 2 hari, keesokan paginya saya datang kembali ke Bee Jay Bakau Resort untuk memotret. Sayang sekali saya melewatkan kesempatan memotret matahari terbit dari BJBR padahal sudah bangun sejak jam 4.30 WIB. Pagi itu saya lebih memanfaatkan waktu untuk memilih-milih foto dan memolesnya (editing).

Gerbang Masuk Bee Jay Bakau Resort
Gerbang Masuk Bee Jay Bakau Resort

Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Karena hari sudah terang dan langit berwarna biru, saya lebih tertarik memotret BJBR dengan gaya travel photography.  Tripod yang pada hari sebelumnya selalu dibawa, saya tinggalkan di bagasi mobil. Ternyata BJBR juga indah saat dikunjungi pagi hari, terutama dalam kondisi langit berawan.

Gerbang Sewu Petung Abang Bee Jay Bakau Resort
Gerbang Sewu Petung Abang Bee Jay Bakau Resort

Meski langit berawan, sesekali cahaya matahari tidak terhalang awan dan terasa panas menyengat di kulit. Payung / topi wajib digunakan jika berkunjung ke Bee Jay Bakau Resort pada pagi – sore hari karena hampir 90% wilayahnya merupakan kawasan luar ruangan (outdoor). Cahaya matahari yang terhalang objek membuat wilayah bayangan. Sesekali saya juga memotret bayangan indah karena memiliki pola repetisi / pengulangan. Foto semacam ini sepertinya nyaris mustahil didapatkan pada saat senja – malam hari. Ah, saya merasa beruntung bisa memotret BJBR baik pagi maupun malam hari.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam njepret dan sukses untuk kita semua

Tentang Penulis

Anom Harya

Hobi bersepeda, jalan-jalan, dan memotret. Suka menulis tentang sepeda, traveling, dan fotografi di anomharya.com. Bekerja penuh waktu di OTTO tour yang bergerak di bidang pariwisata. Jika ingin dipandu bersepeda atau memotret di Bromo / Malang, chat aja via WA ke +6285288776565 atau kirim email lewat link ini

Leave a Reply