Lima Cara Agar Lebih Optimistis

Apakah anda seorang yang optimis dalam menghadapi hidup?Kitalah orang yang paling tau apakah kita seorang yang optimis atau pesimis. Tingkat keoptimisan dan kepesimisan kita tidak bisa diukur dengan ucapan, karena dari segi prakteknya justru bertentangan dengan kaidah optimisme itu sendiri, maka kita bukanlah orang yang optimis.

Rasa optimistis memang tidak datang begitu saja. Apalagi jika setiap hari Anda selalu mengeluh dan tidak berusaha untuk memunculkan pikiran positif. Jangan biarkan terperangkan dalam rasa pesimistis, dan sebaliknya tumbuhkan optimisme dengan lima cara berikut.

  1. Perspektif masalah
    Orang pesimistis memandang suatu masalah dari kacamata permanen dan berlebihan. Padahal, tidak ada masalah yang tidak akan selesai. Lagipula, sebagian besar masalah tidak bersifat permanen dan rasa pesimistis membuat Anda melupakan hal itu.
    “Tipikal pribadi yang optimistis adalah melihat situasi buruk hanya bersifat sementara. Masalah dianggapnya bersifat isolasi, yaitu satu masalah tidak akan berdampak buruk pada aspek kehidupan lainnya,” kata Michael Rooke, pelatih bisnis dari AttitudeWorks, Australia, seperti dikutip dari au.lifestyle.yahoo.com.
  2. Gunakan bahasa tepat
    Sifat pesimistis cenderung membuat seseorang memilih kata yang hiperbola saat menghadapi masalah kecil. Seperti saat terjebak macet, Anda menyebutnya sebagai neraka atau mungkin bencana. Pemilihan kata ini akan membuat pikiran makin stres. Untuk lebih merasa optimistis, coba pilihlah kata yang sesuai dengan keadaan untuk menggambarkan permasalahan yang dihadapi. Bukan dengan penggambaran yang berlebihan.
  3. Lupakan dan maafkan
    Bisa memaafkan adalah jalan pintas untuk mendapat kebahagiaan. Itu menurut psikolog asal Australia, Dr. Anna-Marie Taylor. “Penting untuk diingat bahwa memaafkan adalah keterampilan yang harus dipelajari dan itu didasarkan pada cara Anda berpikir, bukan bagaimana Anda merasa,” kata Taylor.
    Sulit memaafkan dan menyimpan dendam hanya akan berdampak buruk pada jiwa dan pikiran Anda. Bukannya malah menyakiti orang lain, tapi yang pasti Anda menyakiti diri sendiri.
  4. Istirahat
    Rasa pesimistis sering muncul karena rasa perfeksionis yang sangat tinggi. “Kesempurnaan adalah negatif dan tidak rasional. Tak ada yang salah dengan keinginan untuk melakukan yang terbaik, tapi Anda tidak akan pernah mendapat yang diinginkan jika yang dicari adalah kesempurnaan,” kata Rooke.
    Akuilah jika Anda telah mencapai sesuatu, bukan hanya ketika Anda belum mencapai yang diinginkan.
  5. Bersyukur
    Bersyukurlah setiap hari untuk apa yang Anda dapatkan. Mulai dari udara yang Anda hirup, nyamannya bantal untuk tidur dan keluarga yang dimiliki. Ini akan membuat Anda lebih optimistis dan merasa bahagia.
    Dr. Taylor bahkan merekomendasikan membuat “jurnal bersyukur”. Ini semacam catatan yang berisi hal-hal yang Anda dapatkan setiap harinya dan membuat bahagia. Tuliskan dalm sebuah catatan menjelang tidur, ini akan seperti catatan berisi hal-hal positif dalam hidup Anda.

Sumber : vivanews

Continue Reading

Tips – Meningkatkan Percaya Diri


Berbicara mengenai masalah kepercayaan diri, ada orang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan sebaliknya, ada pula orang yang tidak percaya pada dirinya sendiri. Apa anda termasuk orang yang saya sebut di nomor dua? Rahasia dalam membuat orang lain percaya kepada anda adalah bagaimana kemampuan anda memosisikan diri sebagai makhluk sosial (bergaul di masyarakat). Jika anda tidak bisa bergaul karena kurang percaya diri, bagaimana cara anda untuk dipercaya oleh orang di sekitar anda? Jika memang demikian, anda adalah orang yang memang kurang percaya diri dan butuh menjalani beberapa tips yang saya sajikan di bawah ini.

    1. Rasa Malu/ Minder

Rasa percaya diri sangat dekat dengan rasa malu/minder pada diri seseorang. Anda harus mampu mengupas perasaan malu Anda untuk kemudian mengatasinya satu demi satu. Dan obat paling mujarab untuk mengatasi rasa malu Anda adalah dengan rasa malu Anda tersebut. Misalnya Anda malu berbicara di depan audien maka mulailah sedikit-sedikit belajar berbicara di depan audien atau Apabila Anda bergender laki-laki, ketika Anda malu mendekati cewek idaman Anda maka mulailah belajar mendekati cewek walaupun ia bukan idaman Anda, sekedar untuk berlatih –cara ini lumayan mudah diterapkan dan saya yakin Anda akan menikmatinya. Dan kata kuncinya adalah ‘paksa diri Anda’, karena disini Anda dituntut untuk lepas dari zona nyaman Anda sebagai ‘seorang pemalu’.

  • Jangan Takut Akan Kesempurnaan

 

Tampil sempurna dan tampil baik bukan merupakan hal yang sama. Khawatir tentang rasa malu akibat kesalahan-kesalahan kecil, akan menghindarkan Anda dari kesempatan-kesempatan bagus menantang yang dapat lebih mematangkan diri Anda. Misalnya Anda ditunjuk sebagai koordinator sebuah Acara –walau Anda belum pernah menghandle sebuah acarapun, jangan panik atau bahkan jangan menolak. Terima dan jalani saja kepercayaan yang diberikan, ini merupakan kesempatan Anda mulai belajar satu-demi-satu seluk beluk pengelolaan Acara tersebut. Kalaupun pada Acara ini Anda gagal, setidaknya Anda telah banyak belajar di sini, dan ketika Anda dihadapkan pada tanggung jawab serupa Anda sudah menguasainya.

  • Jangan Takut Akan Kegagalan

 

Ketika sekolah, Anda sering diajarkan tentang bagaimana ‘mengerikannya’ sebuah kegagalan yang harus selalu Anda hindari. Namun, pada relita kehidupan ini, kegagalan justru merupakan cara seseorang untuk belajar. Memang tidak selamanya belajar dari kegagalan merupakan suatu hal yang menyenangkan, namun kalau Anda membaca perjalanan hidup orang-orang berhasil, Anda akan menemukan bahwa mereka labih banyak mengalami kegagalan dibanding orang-orang pad umumnya. Berusahalah berpikir positif bahwa di setiap kegagalan Anda, pasti ada rencana Alloh yang lebih besar untuk Anda.

  • Prilaku Positif

 

Cobalah untuk balajar bagaimana berprilaku positif. Dua orang memiliki keahlian (skills) dan kemampuan (ability), namun prilaku positif yang dimiliki, akan menempatkan mereka pada posisi yang berbeda. Hal ini bukan merupakan proses semalam jadi, tapi proses yang berjalan terus menerus selama Anda hidup.

  • Tingkatkan Setiap Hari

 

Usahakan untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda setiap hari, walaupun sedikit-sedikit. Namun setelah berjalan 1 atau 2 tahun, dan Anda menengok ke belakang, Anda akan merasakan lengkah besar yang telah Anda lakukan dalam hidup Anda. Misalnya, ketika SMA Anda merupakan seorang pemalu yang minder bila harus tampil di depan kelas, namun sekarang Anda sudah menjadi pembicara hebat.

  • Bersikap Asertif

 

Asertivitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Dalam bersikap asertif, seseorang dituntut untuk jujur terhadap dirinya dan jujur pula dalam mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proporsional, tanpa ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan atau pun merugikan pihak lainnya. Mulai sekarang cobalah merubah sikap. Jadilah orang yang tahu kapan harus berkata tidak dan kapan berkata ya. Coba sekali-kali untuk tidak terlalu membayangkan orang lain akan berkomentar apa tentang diri anda. Dan jangan takut untuk membuat sebuah perubahan.

  • Objektivitas Menilai Diri Sendiri

 

Tidak ada orang di dunia ini yang hidup dengan penuh kesempurnaan, begitu juga orang yang penuh dengan kekurangan sehingga menganggap dirinya tidak berguna. Maka dari itu anda harus bisa menilai kemampuan anda sendiri. Bila anda sudah bisa menilai diri sendiri secara objektif, anda akan tahu kemampuan anda. Jika sudah tahu kemampuan anda, maka sudah saatnya anda mengurangi kebiasaan buruk (kelemahan) dan meningkatkan keunggulan anda.

  • Bicaralah Yang Lugas

 

Salah satu ciri orang yang kurang percaya diri adalah tidak bicara secara lugas dan penuh kebingungan ketika harus berbicara di depan orang. Jika anda memang orang yang tidak bisa berbicara di depan publik, cobalah untuk berlatih berbicara sendiri di depan cermin setiap hari selama 10 menit. Kewibawaan seseorang dapat dinilai dari sudut pandang berpikir dan gaya berbicaranya, maka dari itu jka anda sudah bisa berbicara di depan publik (dengan percaya diri dan sopan) saya yakin banyak orang yang akan menilai anda sebagai orang yang berwibawa.

Sekarang tunggu apa lagi? Segera lakukan perubahan pada diri anda. Kesuksesan menanti anda jika anda sendiri mau menggapainya. Percayalah pada diri bahwa anda adalah orang sukses yang belum muncul di tengah masyarakat. Selamat mencoba.

Sumber : tipsanda.com

Continue Reading