Hidup Itu Seperti Memancing

hidup itu seperti memancing

Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya.

Selain asyik bermain, si anak juga sering memperhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.

Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. “Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti“, kata si paman ramah.

Tidak, terima kasih Paman“, jawab si anak.

Lho, paman perhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang paman tawarkan kepadamu, kenapa engkau tolak?

Saya senang memperhatikan Paman memancing, karena saya ingin bisa memancing seperti Paman. Apakah Paman mau mengajari saya bagaimana caranya memancing?” tanya si anak penuh harap.

Wah wah wah. Ternyata kamu anak yang pintar. Dengan belajar memancing engkau bisa mendapatkan ikan sebanyak yang kamu mau di sungai ini. Baiklah. Karena kamu tidak mau ikannya, paman beri kamu alat pancing ini. Besok kita mulai pelajaran memancingnya ya?

Keesokan harinya, si bocah dengan bersemangat kembali ke tepi sungai untuk belajar memancing bersama sang paman. Mereka memasang umpan, melempar tali kail ke sungai, menunggu dengan sabar, dan hup… kail pun tenggelam ke sungai dengan umpan yang menarik ikan-ikan untuk memakannya. Sesaat, umpan terlihat bergoyang-goyang didekati kerumunan ikan. Saat itulah, ketika ada ikan yang memakan umpan, sang paman dan anak tadi segera bergegas menarik tongkat kail dengan ikan hasil tangkapan berada diujungnya.

Begitu seterusnya. Setiap kali berhasil menarik ikan, mereka kemudian melemparkan kembali kail yang telah diberi umpan. Memasangnya kembali, melemparkan ke sungai, menunggu dimakan ikan, melepaskan mata kail dari mulut ikan, hingga sore hari tiba.

Ketika menjelang pulang, si anak yang menikmati hari memancingnya bersama sang paman bertanya, “Paman, belajar memancing ikan hanya begini saja atau masih ada jurus yang lain?

Mendengar pertanyaan tersebut, sang paman tersenyum bijak. “Benar anakku, kegiatan memancing ya hanya begini saja. Yang perlu kamu latih adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik. Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai.”

Sumber : artikelmotivasi

Artikel Motivasi – Busuknya Kebencian

busuknya kebencian

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak (TK) mengadakanpermainan. Ibu Gurumenyuruh tiap – tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing – masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci. Jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa, tergantung jumlah orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing – masing murid membawa kentang dalam kantong plastik tersebut. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5 buah. Seperti perintah guru mereka, tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid – murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang itu pun mulai membusuk. Murid – murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang. Selain berat, baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid – murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru berkata, “Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?”

Keluarlah keluhan dari murid – murid TK tersebut. Pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang yang busuk tersebut kemanapun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari permainan yang mereka lakukan.

Ibu Guru berkata lagi, “Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? Alangkahtidak nyamannya bukan?

Mengapa kita bisa begitu membenci orang lain jika kebencian itu sendiri akan menjadi beban untuk kita? Bukankah sifat pemaaf adalah sifat yang paling Tuhan sukai? Maka dari itu saudara sekalian, marilah kita membuang kebencian yang menyelimuti jiwa kita ini.

Sekian. Terima Kasih

Sumber : lenterahati

Artikel Motivasi – Kisah Tempayan Retak

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walaupun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaanya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya ia dapat berikan.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata
kepada si tukang air, “Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

mengapa?” tanya si tukang air,”mengapa kamu merasa malu?” . Dan tempayan retak pun menjawab, “selama dua tahun ini, saya hanya mampu membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi.

Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab, ”Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.

Tuhan memang punya rencana atas segalanya.

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu ? tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu ?” Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan kita. Tanpa adanya kamu, majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri. Kita semua adalah tempayan retak, namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk maksud tertentu. Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma, Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.

Ketahuilah dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita. Maka dari itu bersyukurlah dalam tiap hembusan nafas karena sebenarnya anda telah dikarunia oleh Tuhan sebuah kekurangan (bahkan lebih) yang akan menjadi pewarna dalam kehidupan ini.

Sumber : motivation-live

Manfaat Bangun Lebih Pagi Demi Kemajuan Diri

Dalam dua bulan ini, kegiatan di internet membuat ritme hidup saya kacau. Belakangan saya hidup bagaikan burung hantu. Koneksi internet yang lelet di siang hari membuat saya menyukai browsing dan update artikel di malam hari. Saya tidur setelah jam 12 malam dan bangun lebih siang. Saat bangun badan saya masih terasa lelah akibat begadang di malam hari. Bagi saya, hal ini adalah sebuah kemunduran yang sangat berarti.


Bagi anda yang terbiasa dengan ritme tidur larut malam, dan anda bisa terbiasa dengan hal itu, maka kegiatan ini OK-OK saja. Apalagi bila anda tidak harus pergi bekerja atau melakukan aktifitas tertentu di pagi hari. Ada teman yang terbiasa tidur 4-5 jam sehari, dan tetap sehat. Dalam kasus ini, tidur larut malam menjadi bukan suatu masalah. Tetapi bagi saya yang terbiasa tidur 7 jam sehari, kebiasaan tidur larut malam membuat kwalitas hidup saya menurun drastis.

Pikiran saya kembali membayangkan betapa bangun pagi hari membuat hidup menjadi lebih indah. Untuk memperkuat tekad mendisiplinkan diri, di sini saya merinci keuntungan yang saya dapat jika saya kembali pada rutinitas pagi hari seperti dulu.

Suasana pagi hari lebih tenang, tidak ada keributan, tidak banyak suara mobil, tidak ada televisi, tidak ada anak rewel. Dalam suasana seperti ini, kegembiraan muncul dalam hati kita. Kita bisa menikmati dinginnya pagi hari. Suasana matahari terbit sangatlah indah. Merasakan terbitnya matahari yang membuat dunia kita perlahan-lahan semakin terang.

Bangun pagi membuat kita tidak terburu-buru oleh waktu. Kita tidak terburu-buru membuka toko atau mengantar anak sekolah. Memulai hari dengan suasana tenang dan gembira membuat kehidupan kita pada satu hari itu menjadi lebih baik. Memulai kehidupan pada pagi hari dengan suasana terburu-buru, apalagi dengan rasa jengkel dan marah, sungguh sesuatu yang berbeda.

Kita lebih mensyukuri hidup ini, karena kita bisa memulai kembali hidup pada hari ini dengan kondisi batin yang lebih baik. Pagi hari adalah saat yang tepat untuk menyatakan rasa syukur kita akan kehidupan yang kita jalani. Ini membuat diri kita lebih menghargai hidup.

Anda punya waktu untuk sarapan dengan lebih baik. Sarapan adalah makanan yang paling berguna dibanding makan siang dan makan malam. Di samping itu, makan pagi dengan tenang terasa lebih nikmat daripada makan siang di tengah kesibukan pekerjaan.

Dengan bangun pagi, saya punya waktu lebih untuk bermeditasi. Meditasi di pagi hari sangat bermanfaat karena fisik kita segar, tidak lelah. Pikiran dan emosi pun belum terganggu dengan berbagai aktifitas. Meditasi di pagi membuat hidup kita menjadi Luar Biasa.

Bangun pagi membuat badan lebih segar dan produktifitas kita menjadi lebih baik. Ketenangan pagi hari membuat kita bisa merencanakan kegiatan hari itu dengan lebih baik. Persiapan pun bisa dilakukan lebih matang. Anda bisa pergi kerja lebih pagi sehingga terhindar dari kemacetan, sehingga lebih hemat bahan bakar. Bahkan anda punya waktu untuk berjalan kaki atau bersepeda menuju tempat kerja jika jaraknya tidak terlalu jauh.

Berdasarkan sebuah riset ternyata Penyebab utama kerusakan hati adalah tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang. Sebab jadwal kerja tubuh manusia adalah:

  1. Malam hari pk 21.00 – 23.00 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun( de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.
  2. Malam hari pk 23.00 – dini hari 01.00 : saat proses de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  3. Dini hari 01.00 – 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  4. Dini hari 03.00 – 05.00: de-toxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
  5. Pagi pk 05.00 – 07.00 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.
  6. Pagi pk 07.00 – 09.00 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30. Makan pagi sebelum pk 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.

Tidur lebih awal dan bangun lebih pagi membuat kualitas hidup Anda menjadi Luar Biasa !
sumber : andriewongso

Keberhasilan Bukanlah Untuk Diramalkan, Tetapi Untuk Dibangun

Keberhasilan
Keberhasilan adalah untuk dibangun

MARIO TEGUH SUPER NOTE
MERAMALKAN KEBERHASILAN

(Bagian Pertama)

………..

Sahabat saya yang hatinya baik,
yang memangku peran penting sebagai pribadi super Indonesia,

“Keberhasilan bukanlah untuk diramalkan, tetapi untuk dibangun.”

Kita seolah bisa meramalkan siapa di antara para sahabat kita yang akan mencapai kecemerlangan hidup, dengan memperhatikan setidaknya tiga hal berikut ini;

  1. Apakah dia memiliki ketertarikan yang kuat kepada sesuatu yang berguna.
  2. Apakah dia mengupayakan kemampuan terbaik untuk melakukan yang paling menarik baginya itu, dan
  3. Apakah dia menuangkan keseluruhan jiwanya untuk menjadikan yang dilakukannya sebagai keuntungan bagi orang lain.

Sahabat saya yang hatinya ranum bagi kemuliaan,
Anda adalah pribadi yang memiliki semua potensi untuk diutamakan dalam kehidupan ini, yakinilah ini, dan jadikanlah salah satu tema utama dalam keyakinan bicara Anda, bahwa kendaraan menuju keberhasilan adalah kerja keras.

Mereka yang menolak untuk bekerja keras, karena telah menemukan konsep bekerja cerdas – masih akan tetap diharuskan untuk bekerja keras dalam kecerdasannya. Lalu, kerja keras itu membutuhkan tenaga untuk bergerak maju, dan itu yang kita sebut kesungguhan. Hanya memiliki semangat saja, tidak-lah cukup, karena kesungguhan adalah pembuktian dalam tindakan – dari sebuah ketertarikan yang kuat untuk berhasil.

Sedangkan yang kita sebut semangat, adalah sebetulnya kepingan-kepingan bara kemauan yang kita sisipkan pada setiap celah dalam kerja keras kita, untuk mencegah masuknya perasaan-perasaan lemah dan ketertarikan-ketertarikan yang menjauhkan kita dari pekerjaan yang memuliakan kita dan mereka yang kita layani.

Sahabat saya yang super,
Tetapkanlah pandangan Anda kepada kemungkinan-kemungkinan baik yang menjadi hadiah bagi kerja keras Anda. Dunia ini penuh dengan kemungkinan bagi tercapainya kebintangan dalam hidup, bagi kita semua, dan terutama bagi Anda yang perannya mulia.

Satu-satunya tempat yang bisa kosong dari kemungkinan keberhasilan adalah pikiran kita. Maka, peliharalah kesehatan dari pikiran Anda.

Janganlah berlaku seperti orang yang menggunakan pengalaman kegagalan, baik dari dirinya dan dari pengalaman orang lain – untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa keberhasilan itu tidak mungkin baginya.

Terbalik dari yang menjadi sikap harian para bintang – yang menjaga ketertarikan yang tinggi kepada keberhasilan; orang yang berjalan mengambang itu menyerahkan nasibnya kepada apa pun yang diputuskan oleh orang lain.

Dalam nanar kesadarannya, dengan malas dia berharap bahwa alam akan salah menghitung; sehingga alam akan menghadiahkan kecemerlangan hidup kepada orang yang melemahkan hati-nya, yang mengkerdilkan pikirannya, yang hanya melakukan sesuatu bila diperintahkan, dan yang bila melakukan – dia akan melakukan yang sesedikit mungkin.

Orang seperti itu – tidak mati, tetapi tidak benar-benar hidup.

Ketertarikan untuk berhasil adalah kekuatan dan bakat yang Anda perlukan untuk mencapai kepantasan sebagai seorang bintang. Ketertarikan yang kuat untuk berhasil, membuat Anda melihat banyak kesempatan untuk mencapai keberhasilan, bahkan kesempatan-kesempatan yang tidak dilihat oleh orang lain.

Dia yang mensyaratkan bahwa segala sesuatu harus menjadi mudah lebih dahulu baginya – sebelum dia bersedia untuk bekerja, tidak akan melihat kesempatan besar yang bahkan mungkin berdiri tegap di balik sebuah kesulitan kecil.

Karena Anda cepat melihat kesempatan dan selalu mengupayakan penyelesaian terbaik dari apa pun yang Anda hadapi,
Anda akan tampil sangat berbakat.

Tetapi,
Dia yang lebih berfokus pada kesulitan, hanya akan melakukan yang paling mudah.

Sedangkan bagi Anda yang menginginkan keberhasilan,
sebuah kesulitan hanyalah tanda bahwa Anda harus menambahkan lebih banyak kesungguhan dalam kerja Anda .

Itu saja.

Terima kasih atas ijin untuk melayani Anda.

Salam super,

Mario Teguh

Kata Motivasi Ilmuwan Yunani

Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat yang berlebih-lebihan.
– Thales –
Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi adalah yang hatinya dapat terpuaskan oleh Tuannya Yang Mahabenar sehingga dia tidak membutuhkan perantara antara dirinya dengan Tuannya itu.

– Pythagoras –
Pythagoras mengundang teman-temannya untuk makan, tetapi ternyata pembantunya melalaikan perintahnya dan tidak menyiapkan makanan. Saat teman-temannya datang, dia tidak panik, malah tertawa. Dia berkata, “Hari ini telah kita dapatkan hal-hal yang lebih mulia daripada alasan pertemuan kita ini, yaitu menahan kemurkaan, menguasai kemarahan, menggenggam kesabaran, dan menghiasi diri dengan kelembutan.”

Wahai anak muda, jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, engkau harus menanggung pahitnya kebodohan.

– Pythagoras –
Janganlah sekali-sekali engkau mempercayai kasih sayang yang datang tiba-tiba, karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba juga.

– Pythagoras –
Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim.

– Pythagoras –
Jangan membanggakan apa yang telah engkau lakukan hari ini, sebab engkau tidak akan tahu apa yang akan diberikan hari esok.

– Pythagoras –
Sokrates dicela karena makan terlalu sedikit, maka dia menjawab,”Aku makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.”

Diceritakan kepada Sokrates, “Penduduk kota menertawaimu.” Dia menjawab, “Semoga tawa mereka itu semakin menyempurnakan diriku.”

Ada seorang raja yang berkata kepada Sokrates,”Apa yang membuatmu tidak mau menghadapku padahal engkau adalah budakku?” Sokrates menjawab,”Jika engkau jujur kepada dirimu, engkau pasti mengerti bahwa aku bukanlah budakmu.” Raja bertanya, “Bagaimana bisa begitu?” Sokrates menjawab, “Pernahkah engkau mengetahui bahwa diriku melakukan sesuatu atas dasar dorongan nafsu dan marah?” Raja menjawab, “Tidak.” Sokrates bertanya lagi, “Pernahkah engkau begitu?” Raja itu menjawab, “Pernah.” Sokrates berkata, “Saya menguasai nafsu dan marah, sementara keduanya menguasaimu. Jadi engkau adalah Budak dari budakku.”

Lalat mencari dan menempel pada tempat-tempat kotor dan menjauhi tempat-tempat yang sehat. Begitu juga orang-orang yang jahat. Mereka mencari kejelekan-kejelekan orang lain lalu menyebarkannya dan menyembunyikan kebaikan-kebaikan orang lain dan tidak mau menyebutkannya.

– Sokrates –
Malapetaka menimpa binatang selain manusia karena mereka tidak dapat berbicara, dan menimpa manusia karena mereka terlalu banyak berbicara.

– Sokrates –
Jika engkau menginginkan kebaikan, segeralah laksanakan sebelum engkau mampu. Tetapi jika engkau menginginkan kejelekan, segeralah hardik jiwamu karena telah menginginkannya.

– Sokrates –
Siapa orang yang paling rendah derajatnya? Sokrates menjawab, “Orang yang tidak percaya pada siapa pun dan tidak dipercaya oleh siapa pun.” Dan siapakah orang yang paling nista? Sokrates menjawab,”Orang yang dimintai maaf tapi tidak mau memaafkan.”

Jika orang yang tidak tahu tidak berbicara, maka perselisihan pasti hilang.

– Sokrates –
Kesejahteraan memberikan peringatan, bencana memberikan nasihat.

– Sokrates –
Mengapa engkau tidak mengkhwatirkan matamu yang terlalu banyak membaca? Sokrates menjawab,”Jika aku dapat menyelamatkan mata hatiku, maka aku tidak akan mempedulikan sakit mataku.”

Sokrates melihat seseorang sedang memukuli pembantunya dengan penuh kemarahan. Sokrates bertanya pada orang itu,”Mengapa engkau memukulinya? Orang itu menjawab,”Dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar.” Sokrates berkata, “Jika semua orang yang telah engkau perlakukan dengan salah engkau ijinkan untuk menghukum dirimu, pasti engkau akan segera meninggalkan kezaliman ini.”

Orang yang takjub kepada dirinya sendiri, dia melihat di dalam dirinya sesuatu yang lebih indah dari kenyataannya -walaupun sebenarnya dia sangat lemah lalu dia bergembira karenanya.

– Sokrates –