The Real Mindset for Health

Berikut ini adalah cara untuk membangun kebiasaan-kebiasaan baru yang membuat kita bisa menjalankan gaya hidup ini dengan hasil yang lebih baik dan konsisten.

  • Yakini bahwa kebiasaan berbeda yang baru PASTI membawa hasil yang berbeda yang baru.
    Apabila kebiasaan2 baru itu dirasakan sulit, itu karena kita memilih untuk fokus pada sulitnya kebiasaan tersebut. Arahkan fokus pada nikmatnya hasil yang diraih.
  • Kebiasaan-kebiasaan sehat ini adalah untuk dijalankan seumur hidup.
    Nikmatilah setiap prosesnya. Yakinlah bahwa perubahan ini bukan pengorbanan, tetapi kemenangan. Justru dengan terus-menerus berkutat dalam perangkap kenikmatan nafsu makan dan menganggap perubahan sebagai pengorbananlah yang akan membawa kita ke pengorbanan terbesar, yaitu kualitas hidup yang buruk, kuantitas hidup yang lebih pendek, kematian yang lambat penuh penderitaan, dan duka bagi orang-orang yang kita kasihi.
  • Just do it, NOW!
    Hilangkan pikiran-pikiran negatif seperti komplain, pembenaran, penudingan. Semua itu hanya akan membuat diri kita ‘menerima diri kita apa adanya’ sehingga muncul alasan-alasan kuat mengapa kita tidak perlu melakukan perubahan ke hidup yang lebih sehat. Memikirkan hal-hal negatif dan pembuatan alasan-alasan tersebut dijamin lebih melelahkan daripada melakukan apa yang bisa dilakukan saat ini juga. Ada pepatah mengatakan, “The hardest part is usually thinking about it. Stop thinking and start doing!”

“Hanya melalui aksi, muncul kebiasaan. Hanya melalui kebiasaan, muncul kemahiran-keluarbiasaan-kedahsyatan.”

Ketiga prinsip di atas tentunya harus dilakukan bersamaan dengan hal berikut:

  1. Berhentilah dari merokok, tidur tidak teratur, konsumsi alkohol, dan atau narkoba.
  2. Kurangi / batasi: minyak, gorengan, lemak, santan, gula pasir, tepung, nasi, kentang, mie, bihun, kwetiauw, ketan.
  3. Makanlah lebih banyak sayur dan protein, juga buah.
  4. Tata kembali hidup dengan PERSIAPAN. Success loves preparation.

Stay strong & healthy!
Ade Rai

Sumber : andriewongso

Continue Reading

Mitos Seputar Minuman Sari Tebu

Mengungkap Mitos seputar minuman sari tebu: Benarkah Minuman Sari Tebu Menyehatkan?
Mengungkap Mitos seputar minuman sari tebu: Benarkah Minuman Sari Tebu Menyehatkan?

Di balik kesegarannya, minuman sari tebu diyakini memiliki efek menyembuhkan, seperti memerangi penyakit kuning, melawan kanker payudara dan prostat, mempertahankan fungsi ginjal normal, dan meningkatkan fungsi jantung, mata serta otak. Benarkah?

Studi menunjukkan bahwa semua klaim ini tidak berdasar. Roger Clemens, profesor farmakologi dan ilmu farmasi di USC, mengatakan kepada Los Angeles Times, “Tidak ada studi yang telah membuktikan manfaat kesehatan itu.”

Ketika ditanya apakah minuman sari tebu bisa membantu menenangkan sakit tenggorokan atau mengembalikan energi tubuh, dia menjawab, “Saya telah bekerja di bidang ini selama 40 tahun, dan aku belum pernah melihat bukti untuk semua ini.”

Bagaimana dengan minuman sari tebu sebagai minuman berenergi? Mungkin itu bisa, setidaknya sebagai penghilang dahaga saat berada di bawah terik matahari. “Ada perbedaan antara kaya nutrisi dan kaya kalori. Intinya adalah tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung klaim kesehatan tadi,” kata Clemens.

Jadi jika Anda penggemar minuman sari tebu tebu, silakan menikmatinya sebagai pelepas dahaga. Namun, jangan mengharapkan keajaiban bagi kesehatan.

“Intinya adalah tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung klaim kesehatan tadi.”

Sumber : kaskus

Continue Reading

Balita Terbesar Ada di Cina


Apa jadinya jika Anda memiliki bayi seperti Xiao Hao? Di usianya yang menginjak 3 tahun, dia sudah memiliki bobot 60kg. Berat seperti itu 5x lebih besar jika dibandingkan dengan balita seusianya. Menurut Anda, sehatkah manusia yang mengalami hal demikian?

Jika berat badannya demikian, bagaimana dengan porsi makannya? Tahukah Anda bila Xiao Hao bisa memakan 3 mangkok nasi + lauk untuk sekali makan? Bagaimana dengan porsi makan Anda?

Semua itu terjadi pada bulan ketiga setelah kelahirannya. Dilahirkan dengan berat badan 2,6kg, Dia diagnosa mengidap kelainan hormon pertumbuhan oleh dokter atas kelebihan berat badannya tersebut (overweight).
Apa Anda termasuk orang dengan tipe yang sama seperti Xiao Hao?

Sumber : vivanews

Continue Reading

Bahaya Penggunaan Tas Kresek


Bahaya kantong plastik (Kresek) Hitam: Selain diragukan kebersihannya, kresek berwarna berpotensi mengandung zat pemicu kanker.

Di Hari Raya Idul Adha, kantong kresek seringkali dimanfaatkan sebagai wadah daging kurban. Di balik sifatnya yang praktis dan murah, kantong kresek mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa mengontaminasi makanan di dalamnya.

Sejak pertengahan tahun lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peringatan resmi tentang bahaya kantong kresek. Bedasar hasil penelitiannya, kantong kresek, terutama warna hitam, merupakan produk daur ulang mengandung bahan kimia berbahaya.

Tak hanya itu, dalam proses daur ulang, produsen juga tak memerhatikan riwayatnya. “Apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan, kotoran manusia, atau limbah logam berat,” demikian petikan peringatan BPOM tentang kantong kresek.

BPOM meminta masyarakat tak menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan, terutama makanan siap santap. Selain diragukan kebersihannya, kantong kresek berwarna dikhawatirkan mengandung zat karsinogen yang dalam pemakaian jangka panjang dapat memicu kanker.

Bahan kimia plastik tak hanya mudah terurai dan migrasi ketika terkena makanan panas. Namun, juga makanan mengandung asam, cuka, vitamin c, berminyak atau berlemak. Tak berlebihan jika Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengimbau agar daging kurban tidak dimasukkan dalam kantong kresek, terutama warna hitam.

Selain kantong kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan styrofoam juga berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya. Jangan menggunakan kemasan makanan mengandung PVC sebagai wadah makanan panas, berminyak, berlemak atau mengandung alkohol.

Sumber : Kaskus

Continue Reading

Hindari Kerusakan Mata Akibat Abu Vulkanik

Abu vulkanik selain bisa mengganggu pernapasan, dapat juga menimbulkan iritasi selaput lendir mata. Meski tinggal berjauhan dari lokasi letusan, abu vulkanik yang tersapu angin juga bisa menganggu kesehatan mata. Partikel abu vulkanik yang kasar umumnya membuat mata terasa tidak nyaman, bahkan memicu iritasi. Kondisi ini dapat mengganggu penglihatan dan bisa menimbulkan infeksi sekunder pada mata. Gangguan ini akan lebih mudah timbul pada orang yang menggunakan lensa kontak.

Umumnya, gejala yang muncul diawali dengan kondisi seolah-olah ada benda asing di mata, mata terasa nyeri, gatal atau merah, mata terasa lengket, kornea mata lecet atau terdapat goresan, adanya peradangan pada kantung conjuctival yang mengelilingi bola mata sehingga mata menjadi merah, terasa seperti terbakar dan sensitif terhadap cahaya.

Kondisi ini bisa makin parah bila penderita menggosok mata, karena tak tahan dengan rasa gatal yang muncul akibat masuknya benda asing, yang dalam hal ini abu vulkanik.

International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN), Cities and Volcanoes Commission, GNS Sains dan United States Geological Survey (USGS) memberikan panduan untuk mengantisipasi bahaya abu vulkanik. Berikut ini cara meminimalkan iritasi mata akibat abu vulkanik, seperti:

  • Hindari menggosok mata
  • Bila terasa ada benda asing masuk ke mata, dapat dibersihkan dengan jalan mencuci (mengguyur) mata dengan air bersih. Lebih baik lagi bila menggunakan air masak. Kelilipan yang tidak terguyur dibersihkan dengan kapas yang dibasahi dengan air bersih terlebih dahulu. Lakukan secara perlahan agar tidak melukai mata.
  • Selain menggunakan masker, kenakan kacamata surya, setidaknya untuk meminimalkan abu yang langsung masuk ke mata.
  • Khusus pemakai lensa kontak, segera lepas lensa kontak untuk menghindari kerusakan mata permanen dari abrasi kornea.
  • Bila iritasi makin parah segera mencari bantuan medis untuk mengatasinya.


Sumber : googling

Continue Reading

Abu Vulkanik (Part I)

Abu vulkanik yang sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan gunung berapi, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran kecil (halus). Batuan yang berukuran besar (bongkahan batu sampai kerikil) biasanya jatuh disekitar kawah hingga radius 5 – 7 km dari kawah. Sedangkan abu vulkanik yang berukuran halus dapat jatuh pada jarak mencapai ratusan kilometer bahkan ribuan kilometer dari kawah karena dapat terpengaruh oleh adanya hembusan angin. Sebagai contoh letusan G. Krakatau tahun 1883 dapat mengitari bumi berhari-hari. Demikian juga letusan G. Galunggung pada tahun 1982 dapat mencapai Australia.

Partikel abu vulkanik sangat kecil sehingga mudah tertiup angin hingga ribuan kilometer. Yang paling berpotensi merusak tubuh adalah partikel abu terkecil yang mencapai kurang dari 1/100 milimeter. Ini berbahaya karena mudah menembus masker kain dan masuk ke paru-paru.

Seseorang penderita bronkhitis, emfisema dan asma disarankan mengurangi aktivitas di luar ruang karena paparan abu vulkanik bisa memperparah gangguan kesehatan. Jika mengalami iritasi atau sakit di tenggorokan dan paru-paru, pilek, atau mata gatal, sebaiknya segera kembali rumah dan membatasi kegiatan di luar ruang.

Selain partikel berbahaya, abu vulkanik juga berpotensi mengandung gas belerang dioksida dalam kadar rendah. Itulah mengapa ketika mulai mencium aroma belerang, sangat disarankan segera menjauh dari kawasan tersebut.

Sumber : wikipedia dan vivanews

Continue Reading