Tips : Menentukan Ukuran Rotor Disc Brake (MTB)

Bagaimana memilih rotor sepeda gunung
Bagaimana memilih rotor sepeda gunung

Ada berapa banyak ukuran rotor MTB yang Anda tahu? Mengapa ukuran rotor MTB diciptakan beragam? Jika demikian, Anda lebih suka ukuran rotor yang mana untuk gaya bersepeda Anda? Semua akan dijawab dalam artikel berikut yang khusus membahas rotor dan bagaimana pengaruhnya terhadap performa. kita saat bersepeda.

Banyak orang yang menganggap bahwa ukuran rotor yang lebih besar lebih menjamin kekuatan pengereman. Hal tersebut memang betul karena panas yang dihasilkan dari pengereman tersebar ke permukaan yang lebih besar. Secara awam, rotor berukuran kecil lebih cepat panas daripada rotor yang berukuran besar. Namun jika ukuran rotor lebih besar bukankah menambah bobot sepeda? Hal itu tentu menjadi masalah tambahan bagi pesepeda yang sangat memperhatikan bobot sepedanya.

Jangan khawatir, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memilih rotor sebagai pasangan disc brake Anda.

  1. Berat Badan
    Makin ringan berat tubuh Anda, makin kecil rotor yang dibutuhkan. Jika diibaratkan dalam kehidupan sehari-hari, bisa kita lihat aplikasinya pada kendaraan di jalanan. Meskipun melalui medan yang sama, sebuah truk pasti memerlukan sistem pengereman yang lebih berat daripada mobil keluarga.
  2. Jenis Sepeda
    Tidak ada aturan baku dalam pemilihan rotor sesuai dengan jenis sepeda. Namun sepertinya terdapat aturan tidak tertulis yang menyatakan bahwa ukuran rotor sepeda Cross Country adalah 160mm. Untuk sepeda All Mountain, rotor depan berukuran 180mm dan belakang berukuran 160mm. Sedangkan sepeda Freeride dan Downhill wajib menggunakan rotor berukuran 200mm.
    Meskipun demikian, ada saja pembalap Cross Country yang tampil optimal dengan rotor 140mm dan pembalap Downhill yang tampil optimal dengan rotor 180mm bahkan 160mm.
    Yang pasti, sesuaikan ukuran rotor dengan ukuran frame serta fork yang Anda gunakan. Jangan sampai rotor tidak bisa dipasang karena terlalu besar bagi frame / fork yang Anda miliki.
  3. Tipe Jalur
    Jika jalur yang akan Anda lewati banyak memiliki turunan curam, saya sarankan untuk menggunakan rotor berukuran besar (antara 180mm dan 200mm). Hal tersebut berfungsi untuk mengurangi panas berlebih akibat pengereman.
  4. Bagaimana Cara Bersepeda Anda
    Jika Anda lebih menyukai sepeda ringan agar lebih mudah ketika menghadapi tanjakan, disarankan untuk memilih rotor yang ringan. Tentu pemilihan rotor berdasarkan bobot juga terpengaruh dari ukurannya.
Ukuran rotor pada MTB
Ukuran rotor pada MTB

Masih bingung dalam memilih rotor untuk sepeda Anda? Jika masih bingung, ayo kita diskusi melalui form komentar di bawah.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam gowes dan sukses untuk kita semua.

Source : Bikeradar.com

Tentang Penulis

Anom Harya

Hobi bersepeda, jalan-jalan, dan memotret. Suka menulis tentang sepeda, traveling, dan fotografi di anomharya.com. Bekerja penuh waktu di OTTO tour yang bergerak di bidang pariwisata. Jika ingin dipandu bersepeda atau memotret di Bromo / Malang, chat aja via WA ke +6285288776565 atau kirim email lewat link ini

16 Comments

    1. Tidak ada pengaruh antara rotor dengan tipe roda pak. Sesuaikan ukuran rotor dengan jenis jalur yang biasanya dilewati.

    1. Seharusnya tidak ada masalah kalau komponen dan cara pemasangannya benar. Bunyi dengungan mungkin disebabkan karena rotor dan kampas bergesekan. Silakan dibawa ke bengkel sepeda terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebh tepat

    1. Rotor bengkok bisa diperbaiki. Fungsinya masih bisa seperti rotor baru. Yang membuat tidak nyaman mungkin ada bunyi tertentu saat digunakan. Yang paling parah dapat mengurangi laju sepeda. Kalau ada dana, mending beli baru. Kalau beli rotor baru disarankan sekalian ganti kampas ya om.

  1. Bagaimana ciri rotor waktunya ganti? Punya saya depan 180 belakang 160, belakang baru ganti kampas rem tapi rem masih dalam,apa rotor sdh tipis sehingga perlu ganti?

    1. Ada bagian rotor yang bergesekan dengan kampas rem dan ada yang tidak kena kampas rem. Nah jika bagian yang terkena kampas rem sudah banyak termakan kampas, silakan segera ganti. Biasanya hanya dilihat saja sudah bisa dipastikan rotor tsb sudah tipis atau belum.

      Kalau rem masih dalam, mungkin juga karena minyak DOT3 / mineral oil-nya perlu ditambah. Silakan dibawa ke bengkel sepeda jika belum tahu bagaimana cara menambah cairan untuk rem hidrolis.

  2. Sepeda saya adrenaline FR 1.0,,masih menggunakan rotor 160,,apakah bisa diganti dengan rotor 203,,kalau bisa apa saja yg perlu saya upgrade selain rotor itu sndri??mungkin kaliper??

    1. Kalau beli rotor yang berbeda ukuran dengan yg sudah digunakan, pastikan juga beli adapter untuk kaliper pak. Kaliper tidak perlu ganti karena hanya posisinya yang perlu disesuaikan dan itulah fungsi adapter yang harus dibeli bersama rotor.

Leave a Reply