Motret Maternity Eka Surya

Sesi foto kehamilan tidak pernah seasyik yang saya duga. Saya pikir hanya ada sosok wanita hamil yang sangat berhati-hati karena sedang mengandung. Tempat yang dipilih mungkin tempat yang aman dan nyaman bagi mereka. Ternyata semua asumsi saya tentang maternity shoot salah.

Pada awalnya saya tidak berekspektasi akan memotret sesi foto kehamilan atau yang lebih beken dengan istilah maternity shoot. Pada hari itu, sang model (Eka Surya) yang juga merupakan sepupu saya sedang dirias oleh MUA hits Bali (Lety Suseni). Saya diminta untuk bertemu dengannya di studio rias milik MUA yang berada di kawasan Denpasar Barat. Oleh model, saya hanya diminta untuk memotret hasil riasan sang Make Up Artist.

Sesi rias selesai sekitar pukul 17.00 WITA dan matahari terbenam sekitar pukul 18.30 WITA. Karena saya penasaran dengan sesi foto di pantai di Bali, kami berangkat menuju ke pantai terdekat. Kami hanya memiliki waktu sekitar 90 menit sebelum gelap untuk menuju ke pantai dan juga melaksanakan sesi foto. Pantai Serangan dipilih karena lokasinya cukup dekat dari studio rias dan tidak banyak melewati jalur rawan macet. Kami berkeliling Pantai Serangan dan tidak menemukan jalan masuk yang memperbolehkan mobil untuk melintas. Jalur yang dulunya pernah dibuka untuk mobil, kini hanya boleh dilintasi kendaraan roda dua.

Sekitar 50 menit kami habiskan di dalam mobil yang artinya hanya tersisa 40 menit sebelum gelap untuk sesi foto. Dengan perpaduan rasa putus asa dan optimis, saya hentikan mobil di jalur yang telah kami lewati 2x. Ya, kami berhenti di kesempatan ketiga kalinya melewati titik itu. Sekitar 10 menit jalan kaki dari tempat memarkir mobil (di tepi jalan), kami sudah tiba di pantai yang ternyata memasuki waktu surut. Karena laut sedang surut, hanya ada genangan air dan pasir pantai yang tampak seperti lumpur. Lagi-lagi, kondisi ini tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Duh sial banget. Hehehe

Maternity of Eka Surya
Maternity of Eka Surya

Meski sedikit kecewa soal kondisi lingkungan pemotretan, syukurlah matahari bersinar cukup hangat menjelang kembali ke ufuk barat. Cahaya matahari (available light) saya jadikan sebagai rim light yang memberi cahaya pada rambut sang model. Kebetulan rambutnya berwarna pirang keemasan sehingga sangat indah ketika terkena cahaya hangat matahari. Tidak butuh waktu lama untuk mengeksekusi semua kesialan dan keberuntungan itu. Saya hanya menghabiskan waktu sekitar 21 menit dari total 40 menit yang tersisa. Itu sudah termasuk durasi untuk berganti pakaian karena model ingin dipotret menggunakan 2 jenis pakaian, yakni pakaian adat Bali dan pakaian modern (gaun). Syukurlah masih bisa berkarya di waktu yang sempit. Semoga tidak mengecewakan sang model karena saya berasumsi bahwa setiap wanita pasti sangat antusias untuk kehamilan pertamanya. Apa benar demikian?

Bagaimana dengan Anda? Ingin dipotret saat kehamilan pertama? Yuk yuk yuk..

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam njepret dan sukses untuk kita semua.

 

You may also like

Leave a Reply