Memotret Sawah Bawang dan Sunrise

Sawah bawang dan Gunung Arjuno saat Sunrise
Sawah bawang dan Gunung Arjuno saat Sunrise
Sawah bawang dan Gunung Arjuno saat Sunrise

Saat berencana memotret landscape di Malang, apa saja destinasi yang Anda pikirkan? Adakah sawah menjadi destinasi memotret ketika berkunjung ke Malang? Mungkin belum banyak yang tahu bahwa sawah di Malang juga indah saat diabadikan pada pagi hari.

Sawah ini terletak di daerah Gunung Wukir, dekat jalan alternatif Malang – Kota Batu via Pendem. Saat pertama kali melewati jalan ini sekitar 7-8 tahun lalu, saya sudah berdecak kagum dengan keindahan sawah yang ada di sekitarnya. Hamparan sawah di perbukitan luas membuat saya teringat dengan ladang yang ada dalam game Play Station I berjudul Harvest Moon. Kini muncul rasa penasaran untuk mengabadikannya.




Tidak mudah untuk mendapatkan sawah dengan sudut pemotretan yang baik karena saya harus mempelajari arah matahari dan tentu kondisi sawah itu sendiri. Tidak jarang hunting foto menjadi ‘zonk’ karena ternyata banyak ‘sampah visual’ yang tidak sesuai ekspektasi. Untuk beberapa foto di tulisan ini, cukup banyak tumbuhan yang terkesan seperti ditanam sembarangan sehingga dapat dikategorikan sebagai sampah visual. Selain itu, tanaman dan masa tanam yang berbeda-beda untuk setiap petak membuat saya sering kurang mood dalam mengabadikan sunrise / sunset di sawah.

Sawah bawang dan Gunung Arjuno saat Sunrise
Sawah bawang dan Gunung Arjuno saat Sunrise

Tapi syukurlah, untuk kali ini saya merasa cukup puas dengan kondisi sawah yang telah saya foto. Rasa puas ini muncul karena beberapa hal. Nah, mungkin dapat saya simpulkan beberapa hal tersebut sebagai kategori sawah yang indah untuk difoto. Antara lain:

  • Lahan cukup luas (hampir memenuhi frame foto) dan ditanami dengan tanaman yang seragam.
  • Lekuk sawah terlihat. Lekuk sawah yang menjorok ke dalam (seperti teluk) cenderung lebih indah untuk difoto.
  • Ada midground. Bisa berupa gubuk, pematang, sawah yang jauh, dll.
  • Ada background. Bisa berupa bukit, gunung, atau langit saat momen golden hours.
  • Cahaya yang cukup. Jika cahaya berlebih, biasanya saturasi dari tanaman akan berlebih. Tenang, jika sudah dipotret dengan eksposur dan White Balance yang benar maka masih dapat diselamatkan pada tahap post process.
  • Tidak banyak sampah plastik / kemasan. Jika masih melihatnya di depan lensa, lebih baik singkirkan dulu sampah itu sebelum difoto.

Selain sawah di Gunung Wukir, pernah saya tulis sebelumnya soal sawah padi di Krabyakan Lawang yang mungkin bisa menjadi destinasi pilihan maupun alternatif. Jika membawa drone, foto aerial sawah Krabyakan Lawang jangan sampai dilewatkan. Sudah banyak petunjuk jalan menuju sawah Krabyakan karena terletak di kawasan wisata sehingga kecil kemungkinan untuk tersesat saat berkunjung kesana.

Selain di Krabyakan, sawah / kebun sayuran di sekitar Cangar juga indah untuk difoto. Jika memotret pada saat dan dari sudut yang tepat, kebun wortel akan terlihat seperti karpet hijau. Bingung soal petunjuk arah? Ikuti saja petunjuk arah menuju ‘Brakseng’ melalui aplikasi Google Maps.

Oh iya, ada yang ingin menambahkan kategori sawah indah untuk difoto? Silakan saja disampaikan lewat formulir komentar.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam njepret dan sukses untuk kita semua.

Tentang Penulis

Anom Harya

Hobi bersepeda, jalan-jalan, dan memotret. Suka menulis tentang sepeda, traveling, dan fotografi di anomharya.com. Bekerja penuh waktu di OTTO tour yang bergerak di bidang pariwisata. Jika ingin dipandu bersepeda atau memotret di Bromo / Malang, chat aja via WA ke +6285288776565 atau kirim email lewat link ini

Leave a Reply