Tips Sukses Warren Buffet

Warren Edward Buffett adalah seorang investor dan pengusaha Amerika Serikat. Beliau lahir di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat pada tanggal 30 Agustus 1930. Ia memiliki julukan Oracle of Omaha. Buffett telah mengumpulkan kekayaan yang sangat besar dari kecerdikannya berinvestasi saham di perusahaan Berkshire Hathaway sebesar 38%. Dengan perkiraan pendapatan bersih AS$44 milyar pada 2005, dia menduduki urutan kedua sebagai orang terkaya kedua dunia menurut Forbes, di belakang Bill Gates. Dan pada tahun 2008, ia menggantikan posisi Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia versi Forbes.

Orang seperti Warren Buffet tentunya memiliki tips sendiri agar bisa seperti sekarang. Inilah rahasia Warren Buffet yang berhasil saya dapatkan dari forum diskusi detik.

Kaya itu berasal dari pikiran / mindset

I always knew I was going to be rich. I don’t think I ever doubted it for a minute.” – Warren Buffett
“Saya selalu yakin ,bahwa Saya akan kaya dan tak pernah meragukanya biar semenit pun”

Perbedaan antara miskin dan kaya terletak pada mindset / cara berpikir mereka. Orang miskin selalu berpikir bahwa dia miskin dan kekurangan. Sedangkan yang kaya berpikir bahwa dirinya berlimpahan harta dan makmur. Keyakinan, keputusan yang anda ambil, dan Cara Anda Bertindak – lah yang menentukan kekayaan anda.

Judi adalah permainan orang tolol

1st Rule: Never lose money. 2nd Rule: Never forget rule No.1.” – Warren Buffett
“Aturan pertama: Jgn kehilangan uang. Aturan kedua: Jangan lupa aturan no 1”

Untuk pengusaha, hal ini bisa diartikan bahwa jangan mengecewakan pemilik saham. Berusahalah agar para pemilik saham memiliki kepercayaan terhadap usaha yang anda bina.

Berhati – hatilah dengan siapa anda bergaul

It’s better to hang out with people better than you. Pick out associates whose behavior is better than yours and you’ll drift in that direction.” -Warren Buffett
“Lebih baik berkumpul dengan orang – orang yang lebih baik dari kita. Carilah orang yang kebiasaan /sifatnya lebih baik darimu dan anda akan mengalir ke arah yg lebih baik.”

Jika anda ingin sukes secara finansial, anda perlu bergabung dengan orang – orang yang memberi dukungan dan enthusiasme pada visi Anda. Bila anda bergaul dengan orang yg menganggap uang jahat,alat kapitalisme dan kekayaan itu budaya asing; maka kesehatan keuangan anda akan dipengaruhi pandangan mereka.

Sukses lebih dari sekedar jumlah uang anda direkening bank

Success is really doing what you love and doing it well. It’s as simple as that. I’ve never met anyone doing that who doesn’t feel like a success. And I’ve met plenty of people who have not achieved that and whose lives are miserable.” -Warren Buffet
“Sukses adalah dapat mengerjakan sesuatu yang anda sangat sukai dan melakukannya dengan sangat baik. Secara mendasar, itulah arti sukses. Saya tidak pernah berjumpa dengan orang yang melakukan hal diatas tetapi tidak merasa sukses . Saya telah berjumpa dengan banyak orang yang tidak melakukannya dan hidupnya sangat menyedihkan.”

Saat ditanya CNBC Apa rahasia sukses, Buffet menjawab “Saat seseorang mencapai usia seperti saya serta punya orang yang mencintai dan dicintai, orang demikian dapat di kategorikan sukses” Tidak ada perbedaan antara mereka yang mempunyai ribuan atau milyaran dollar di bank.

Pengeluaran lebih kecil dari pendapatan

Saat anda berada di dalam kapal yang sedang bocor, energi yang digunakan untuk menukar kapal baru , lebih produktif daripada energi untuk menambal kebocoran kapal lama”

Buffet terkenal dengan cara hidupnya yang sederharna. Dia masih tinggal di rumah yang dibelinya tahun 1958 .Mengendarai mobil Lincoln tahun 2001 dan hidup dari gaji $100,000 per tahun dibanding dengan kekayaan bersihnya yang senilai $52 miliar. sungguh pengeluaranya yang sangat kecil, salut

Jauhilah berhutang untuk kebutuhan konsumsi

Buffet menjauhi hutang konsumsi ,tapi berhutang dengan bijak sebagai investasinya. Maksudnya adalah gunakan kesempatan berhutang untuk membuka usaha. Karena dengan hal itu akan membuat anda memiliki penghasilan serta mampu mengembalikan hutang yang anda miliki.

Sumbanglah ke masyarakat

Of the billionaires I have known, money just brings out the basic traits in them. If they were jerks before they had money, they are simply jerks with a billion dollars.” – Warren Buffett
“Dari banyak milyarder yang kukenal, uang adalah cermin karakter dalam diri mereka. Jika mereka orang tolol, sebelum mendapatkan uang mereka juga akan jadi orang tolol dengan milyaran dollar”

Tangan di atas memang lebih baik daripada tangan di bawah. Juni 2006 lalu, Buffett mendermakan sebagian besar sahamnya di Berkshire. Total dermanya saat itu mencapai US$ 31 miliar (sekitar 300 triliun rupiah), hampir separuh anggaran belanja negara (APBN) kita tahun lalu! Tak mengherankan jika amal itu tercatat sebagai donasi terbesar dalam sejarah Amerika. Uniknya, sebagian derma itu diserahkan ke Bill and Melinda Gates Foundation. Dana tersebut merupakan dua kali dana yang biasa dikumpulkan yayasan Bill and Melinda Gates selama ini.

Kemurahan hati dan kelimpahan berjalan seiring

Even though Ben Graham [Buffett’s mentor] had everything he needed in life, he still wanted to give something back by teaching, So just as we got it from somebody else, we don’t want it to stop with us. We want to pass it along too.” – Warren Buffett
“Walau Ben Graham (guru Buffet), mempunyai segalanya dalam hidup ini, dia ingin menyumbang sesuatu, yakni dengan mengajar. Sama seperti kita diberi kemurahan oleh orang lain. Kami tidak ingin berkat itu berhenti di kami, kami ingin berkat itu berkelanjutan kepada yang lain.”

You only have to do a very few things right in your life so long as you don’t do too many things wrong.” – Warren Buffett
“Anda hanya perlu melakukan beberapa hal yang tepat dalam hidup ini, asalkan anda tidak melakukan terlalu banyak hal yang salah.”

————————————————-

Itu tadi merupakan rahasia kesuksesan Warren Buffet hingga menjadi orang terkaya di dunia. Beliau juga berpesan pada kaum muda agar :
Stay away from credit cards and invest in yourself and remember.
“Hindari penggunaan kartu kredit, tanamkan pada dirimu hal ini”

  1. Uang tidak menciptakan manusia.
  2. Namun manusia bisa menciptakan uang.

  3. Jalani kehidupan anda sesederhana diri anda sendiri
  4. Yang penting diri Anda nyaman.

  5. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan
  6. Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda merasa nyaman.

  7. Jangan membeli barang karena merknya
  8. Kenakanlah pakaian yang memang membuat anda merasa nyaman.

  9. Jangan menghabiskan uang anda untuk barang-barang yang tidak penting
  10. Gunakanlah uang secara bijaksana untuk kebutuhan yang memang benar-benar anda perlukan.

Akhirnya, ini semua adalah kehidupan anda. Hidup ini hanya sekali. Mengapa anda harus memberikan orang lain kesempatan untuk mengatur hidup anda?. Hiduplah dengan gaya anda sendiri, yang penting anda senang, anda puas, anda nyaman, dan anda bahagia

Sumber : detik dan kaskus

Continue Reading

Artikel Motivasi – Kisah Sebuah Jam

Saudara-saudara sekalian, pada kesempatan kali ini saya akan menyampaika cerita tentang kegalauan sebuah jam ketika ia diberikan tugas berat. Silahkan meresapinya demi perubahan ke dalam diri anda.

Alkisah, seorang pembuat jam tangan tengah berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.

Wahai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?”, tanya tukang jam.

Ha?,” kata jam terperanjat, “Sebanyak itu? Mana sanggup saya?”, jam pun menjawab demikian.

Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?” tanya si tukang jam.

Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.

Ya sudah, “Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?

Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu!”. Tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.

Kalau begitu, Sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?

Satu kali dalam satu detik? Ah..kalau ini mah ringan. Kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

Si tukang jam pun tersenyum dan segera merampungkan jam tersebut. Maka, setelah selesai dibuat jam itu pun berdetak satu kali dalam setiap detiknya. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali!

Dari cerita di atas, bisa kita pahami bahwa terkadang kita tidak percaya dengan kemampuan kita sendiri. Sering kita berkata, “tidak mungkin aku bisa melakukannya“. Tapi secara tidak sadar ternyata kita bisa melaluinya setahap demi setahap. Bukankah itu merupakan sesuatu hal yang luar biasa jika kita bisa melaluinya secara bertahap?

Maka dari itu segera ubah cara berpikir anda terhadap kemampuan diri sendiri. Tidak ada pekerjaan atau bahkan sesuatu yang mustahil jika kita mau melaluinya secara bertahap.

Jangan berkata “tidak” sebelum Anda mencobanya!

Salam Sukses

Sumber : kaskus

Continue Reading

Artikel Motivasi – Bercermin Dari Kelebihan Diri Sendiri

Sepasang kekasih
Sepasang kekasih

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yang sangat membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Sang kekasih selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kelak jika ia (sang gadis) sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada sang gadis yang akhirnya membuatnya bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadis itu , ”Sayang… sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi pria yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama buta.

Akhirnya sang pria pergi dengan meneteskan air mata. Ia menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik kedua mata yang telah aku berikan kepadamu.

Saudaraku yang saya banggakan,
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar,
Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu,
Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu,
Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu,
Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu,
Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu,
Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

Nikmatilah dan beri yang terbaik di setiap detik dalam hidupmu, karena itu tidak akan terulang lagi untuk waktu-mu selanjutnya

sumber : kaskus

Continue Reading

I Like Monday – Aku Suka Hari Senin

Hate Monday?
Hate Monday?

Siapa benci hari Senin?

Setelah menikmati akhir pekan, tidak jarang ada yang mudah terjangkit rasa malas ketika Senin tiba. Serasa Senin merupakan hari yang teramat panjang dan membosankan. Berbanding terbalik dengan akhir pekan yang rasanya teramat singkat.

Apa benar demikian?

Setiap hari memiliki waktu yang sama 24 jam. Namun perpindahan dari hari libur ke hari kerja terkadang tak begitu saja diterima diri kita. Rasa malas yang begitu kuat muncul dan menggoda agar kita terus berada pada masa liburan.

Bagi yang sudah full membangun bisnis internet, liburan atau tidak tentu bukan soal. Uang terus mengalir kendati berlibur. Namun, bagi anda masih punya kewajiban lain untuk berangkat ke kantor atau sekolah misalnya, ada kalanya rasa malas begitu kuat membelenggu. Inginnya tiap hari sebagai hari libur.

Bagi anda yang merasa Senin dan hari kerja merupakan hari-hari menyebalkan, silakan simak tips-tips di bawah ini:

  1. Siapkan peralatan kerja
    Malam hari sebelum tidur, siapkan perlengkapan anda untuk esok. Selesaikan tugas yang belum terselesaikan agar tak membuat anda kelabakan esok hari.
  2. Tatap dan cium anak anda
    Bagi yang sudah dikarunia anak, sebelum tidur, coba tatap dalam-dalam wajahnya yang tengah terlelap, cium keningnya. Dan tumpahkan rasa cinta anda dengan berjanji melakukan yang terbaik untuknya. Hal yang sama lakukan ketika dia berangkat sekolah.
  3. Lipat selimut anda
    Begitu bangun tidur, langsung lipat selimut anda. Bergegaslah untuk mandi agar segar kembali.
  4. Lihat luar rumah anda
    Buka tirai atau gorden rumah dan rasakan sinar mentari yang begitu hangat. Bila anda yang sudah lama tak berolahraga, coba olahraga kecil baik lari atau jalan kaki keliling di sekitar rumah. Ajak serta anggota keluarga anda.
  5. Lihat dan ingat orangtua anda
    Setiap rasa malas menyerang, ingat dan tatap orang tua anda. Ibu anda khususnya. Ingat saat anda masih dalam buaian dan gendongannya. Rasakan betapa besar rasa cinta dan pengorbanannya untuk anda. Berjanjilah untuk membahagiakan mereka.
  6. Tatap kembali cita-cita anda
    Apa impian anda? Teruslah berkarya agar keluarga anda bahagia. Buat bangga orangtua anda.

Tiap hari adalah hari penuh semangat. Hapus kata “malas” dalam kamus hidup anda mulai detik ini dan seterusnya. Anda berjanji menjalani hari-hari anda dengan senang dan penuh semangat.

Mengutip sebuah situs, tiap hari memiliki arti yang luar biasa.

  1. Senin adalah “Semangat Nan Indah”
  2. Selasa berarti “Selalu Luar Biasa”
  3. Rabu berarti “Rasakan bahagia dalam kalbu”
  4. Kamis kepanjangannya “Kami Sukses”
  5. Jumat berarti “Juga Amat Hebat”
  6. Sabtu adalah “Saatnya Bersatu”
  7. Minggu berarti “Mari ingat berkah seminggu”

Mari semangat! Kini Senin tidak lagi menjadi hari yang menyebalkan. Kini tiap hari adalah hari-hari luar biasa, penuh bahagia, dan semangat.
sumber : jokosusilo

Continue Reading

Artikel Motivasi – Work Is Beautiful

Works is Beautiful
Works is Beautiful

Sahabat saya yang telah memiliki semua kualitas yang dibutuhkannya untuk menjadi pribadi yang sepenuhnya sejahtera dan berbahagia, katakanlah ini seperti Anda menasehatkannya kepada seorang adik yang masih muda:

Adikku yang sedang bekerja keras menjadikan dirinya terpelajar dan ahli dalam ilmu dan pekerjaannya, aku mengundang hati baikmu untuk menyadari yang ini, bahwa sedikit sekali pemandangan yang lebih indah daripada orang-orang yang dengan gagah bekerja keras untuk menjadikan kehidupan orang lain lebih baik.

Dan ternyata, lebih sedikit lagi orang yang mampu melihat keindahan dalam kerja-keras yang mendatangkan perubahan baik, yang akan menjadikan dunia tempat bermain yang aman dan sehat bagi anak-anak kita, tempat bergaul dan bersahabat yang ramah bagi keluarga dan kerabat kita, dan menjadikan tanah air ini sebagai negeri yang indah dan yang membanggakan.

Perhatikanlah mereka yang bekerja keras bagi kebaikan kehidupan orang lain. Merekalah pahlawan yang sebenarnya dalam kehidupan. Mereka tidak risau apakah akan ada orang yang mengenali mereka sebagai pahlawan, atau akan ada orang yang menuliskan nama mereka dalam buku pelajaran sejarah anak cucu mereka di abad mendatang.

Mereka bahkan tidak menyadari bahwa keringat yang membasahi pakaian kerja mereka, adalah peluh yang sama indahnya di mata Tuhan dengan darah para syuhada, yang menggunakan dada mereka sebagai perisai untuk melindungi kedaulatan negeri dan kehormatan bangsanya.

Sedikit hal yang bisa menggantikan kerja keras yang tulus, dan istirahat dalam kesyukuran, dan penerimaan imbalan dengan penuh keharuan.

Maka, marilah kita bekerja dengan tulus, agar suci keringat yang membasahi kulit kita.

Marilah kita beristirahat dalam kesyukuran, karena kita masih diijinkan bekerja, saat banyak saudara kita sedang merindukan pekerjaan yang belum tersedia bagi mereka.

Dan marilah kita menerima imbalan dari kerja keras kita dengan keharuan,
karena kita masih diijinkan untuk membiayai kehidupan diri dan keluarga yang kita cintai.

  1. Apakah mungkin ada ke-sampai-hati-an di langit sana, yang akan menahan kebaikan dari seseorang yang bekerja dengan tulus, beristirahat dengan bersyukur, dan menerima imbalan dengan haru?
  2. Apakah Tuhan sampai hati membiarkan jiwa yang gagah dan indah hatinya seperti itu,
    untuk berlama-lama dalam kelemahan dan kekurangan?
  3. Apakah Tuhan akan membiarkan doa dan harapan jiwa yang memuliakan kehidupan seperti itu,
    hilang dan menguap tanpa tercatat dan terjawab?
  4. Apakah Tuhan yang dekatnya lebih dekat dari apa pun yang terdekat dari urat leher ini,
    akan membiarkan tangisan hati yang setia kepada kebaikan keluarganya seperti ini,
    … apakah Tuhan akan melambatkan jawaban?

Adikku yang kebahagiaannya sangat diperhatikan Tuhan, Cintailah pekerjaanmu, karena pekerjaan adalah sarana pemuliaan kehidupanmu. Jika tidak karena yang kau kerjakan, karena apakah engkau akan disejahterakan dan dibahagiakan?

Maka, Cukupkanlah pengumuman bahwa engkau mencintai keluargamu. Bekerjalah dengan tulus. Jika engkau mencintai keluargamu, engkau akan bekerja dengan tulus.

Dan jika ada adikmu yang ke-keras-an kepalanya adalah untuk menolak kebaikan baginya, katakanlah ini kepadanya:

Engkau yang keras kepalanya adalah untuk kesulitannya sendiri, dengarlah ini dengan hatimu;

  1. Apakah kau kira kesejahteraan dan kebahagiaan keluargamu dapat kau bangun dengan memperlakukan pekerjaanmu seperti tempat berlibur?
  2. Apakah kau kira pekerjaanmu akan menjadi doamu, jika engkau mengurangi hak mereka yang membayarmu, mengurangi takaran dalam perniagaanmu, berbohong untuk menutupi kebohonganmu, menyalahkan orang lain untuk menyembunyikan kesalahanmu, dan menggunakan nama Tuhan untuk memalsukan dosamu?
  3. Apakah engkau menjadikan kehidupanmu sebagai doa yang tidak pantas didengar oleh Tuhan?

Maha suci Tuhan yang melindungi kita dari sifat-sifat buruk,

Adikku yang kebahagiaannya menjadi landasan dari semua doaku dan alasan bagi semua kerja keras ku,

  1. Indahkanlah dirimu dalam pekerjaanmu.
    Karena itulah yang akan menjadi pengharus bagi Tuhan untuk memindahkanmu ke pekerjaan yang indah, dari tempat yang tidak memuliakanmu.
  2. Indahkanlah caramu dalam pekerjaanmu.
    Karena itulah yang akan menjadikan pelebih takaran bagi imbalan yang kau terima.
  3. Indahkanlah kesyukuran dan keharuan mu dalam menerima imbalan dari kerja kerasmu.
    Karena itulah yang menjadi sebab bagi pemuliaanmu dalam tugas-tugas yang lebih besar.
  4. Indahkanlah hatimu.
    Karena itulah yang menjadikan Tuhan ikhlas menugaskanmu sebagai pengindah kehidupan sebanyak mungkin saudaramu.

Adikku,
Janganlah lagi engkau tertarik kepada apa pun yang tidak mengindahkan dirimu, yang tidak mengindahkan pikiran dan perasaanmu, dan pastikanlah engkau menjauhkan dirimu dari perilaku yang tidak mengindahkan namamu.

Indahkanlah nama mu, karena itu adalah cara untuk menjadikan nama mu berpendar dengan sinar dari nama Tuhan mu.

Dan itu hanya bisa kau bangun melalui pekerjaan yang memuliakan diri dan keluargamu.

Adikku yang berhak bagi tempat yang indah di surga,

Pekerjaan itu indah.

Janganlah engkau pernah lupakan itu.

Loving you all as always,

Mario Teguh

Continue Reading

Artikel Motivasi – Berhentilah Menjadi Gelas

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. “Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?

Sang Guru bertanya. “Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya.” jawab sang murid muda.


Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu!” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.” Si murid pun melakukannya.

Wajahnya kini meringis karena meminum air asin. “Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru. “Asin, dan perutku jadi mual” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan. “Sekarang kau ikut aku.

Sang Guru membawa muridnya ke telaga di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke telaga.” Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke telaga, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan guru, begitu pikirnya.


Sekarang, coba kau minum air danau itu!” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir telaga. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air telaga, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya.
Ketika air telaga yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?” “Segar, segar sekali.” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.

Tentu saja, telaga ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air telaga ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya. “Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?” tanya sang guru “Tidak sama sekali” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.

Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air telaga sampai puas.

Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.

Si murid terdiam, mendengarkan. “Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu menjadi seluas telaga agar kau bisa menikmati hidup

by Arfan Pradiansyah, Life is Beautiful.

Continue Reading