Motivasi – Review Lagu Motivasi


Josh Groban adalah seorang penyanyi sekaligus bintang akting. Pria kelahiran Los Angeles, California, 27 Februari 1981 ini terkenal lewat album perdananya Josh Groban, yang dirilisnya pada 20 November 2001.

Josh berikutnya terkenal dengan lagu-lagunya yang banyak menjadi sountrack sejumlah film. Sebut saja lagu For Always yang dinyanyikannya bersama Lara Fabian, menjadi sountrack film A.I.: ARTIFICIAL INTELLIGENCE (2001).

Selain itu Josh, juga terkenal dengan perannya sebagai Malcolm Wyatt dalam serial TV, ALLY MCBEAL (1997-2002). Selain dengan album-albumnya seperti, Josh Groban (2001), Josh Groban In Concert (2002), Closer (2003), Live at the Greek (2004), Awake (2006) dan With You (2007).

Pada kesempatan kali ini saya akan me-review lagu yang dinyanyikan oleh Josh Groban. Lagu yang berjudul You Are Loved menurut saya adalah lagu yang sangat memotivasi kita sebagai penikmatnya. Dalam lirik yang disajikan, lagu ini mengingatkan kita bahwa kita jangan mudah putus asa. Kita hidup di dunia ini dan selalu dikasihi oleh-Nya.

Lirik lagu You Are Loved menggambarkan betapa setianya seorang sahabat ketika sahabatnya tersebut sedang putus asa. Semua usaha ia lakukan agar membuat sahabatnya bangkit kembali. Lagu inilah yang harusnya menjadi motivasi kita bersama ketika ada sahabat yang sedang “jatuh“. Disitulah sebenarnya peran sahabat yang sebenarnya, memberi dorongan ketika sahabatnya menyerah. Seperti istilah Ki Hajar Dewantara, Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani begitulah peran seorang sahabat yang baik.

Para sahabat sekalian, jangan anda menganggap jika memiliki masalah pribadi harus diselesaikan dengan pribadi pula. Cobalah untuk berbagi masalah tersebut dengan orang yang kita percaya. Orang tua adalah orang yang paling mengerti masalah anda. Cobalah untuk berbagi dengan orang tua anda karena saya (kita) yakin orang tua bahwa orang tua pasti memiliki pengalaman yang lebih banyak dalam menyelesaikan masalah.

Sukses untuk anda dalam menyelesaikan masalah. Berikut ini saya sertakan lirik Lirik lagu You Are Loved (Don’t Give Up). Silahkan download disini.

Sekian. Terima Kasih

Continue Reading

Artikel Motivasi – Kakek Berusia 10 Tahun

Ini adalah artikel motivasi yang ke-sekian kalinya saya posting di blog ini agar para sahabat sekalian tergerak dalam meraih cita – cita. Anda punya cita – cita? Apa cita – cita anda? Apa anda sudah berusaha untuk menggapainya? Berikut ini ada sebuah cerita yang saya ambil dari situs milik Pak Andrie Wongso. Selamat menyimak.

Dikisahkan, di bawah sebuah pohon yang rindang, tampak sekelompok anak-anak sedang menyimak pelajaran yang diberikan oleh seorang guru. Di antara anak-anak itu, terlihat seorang kakek duduk di sana.

Seusai pelajaran, seorang pemuda dengan penasaran menghampiri dan bertanya kepada si kakek, “Kek, apakah kakek seorang guru?

Bukan…, aku bukan seorang guru. Aku juga sedang belajar, sama dengan anak-anak itu.

Lho, memangnya, berapa umur kakek?

Umur kakek tahun ini, tepat 10 tahun.

Ah…, kakek bercanda! Perkiraanku, umur kakek sudah 70 tahunan…

Ha ha ha, tebakanmu benar! Bila dihitung dari saat kakek lahir hingga kini, umur kakek memang 70 tahun. Tetapi, 60 tahun yang telah dilewati jangan dihitung. Yang benar-benar dapat dihitung adalah kehidupanku sepuluh tahun terakhir ini.

Si pemuda menunjukkan wajah kebingungan. Ia pun bertanya, “Apa artinya, Kek?

Sambil menghela napas panjang si kakek menjawab, “Sejak kecil sampai usia 20 tahun, yang seharusnya waktu terbaik untuk belajar, tetapi kakek sibuk bermain dan bersantai. Karena semua kebutuhan hidup telah disediakan berlimpah oleh orangtua kakek. Kemudian 20 tahun berikutnya, waktu yang seharusnya untuk mengejar karir dan berjuang, kakek malah menggunakannya untuk berfoya-foya-menghamburkan harta yang diperoleh dengan susah payah oleh orangtua kakek. Dan 20 tahun ketiga, waktu yang seharusnya untuk mengumpulkan tabungan sebagai persiapan pensiun di masa tuaku, malahan kakek gunakan untuk pergi tamasya, menghabiskan sisa harta yang masih ada. Semua hanya untuk mengejar kesenangan sesaat. Coba, kamu pikir, bukankah 60 tahun telah kulewati itu sia-sia? Tidak ada satu pun yang kupelajari.

Lalu bagaimana dengan sepuluh tahun terakhir hidup kakek?

Dengan mata berkaca-kaca si kakek bertutur, “Sepuluh tahun terakhir aku sadar, 60 tahun hidup dilalui tanpa makna, tanpa tujuan, dan tanpa cita-cita… Sungguh hidup yang sia-sia, tidak berguna. Saat sadar, kakek sudah hidup sebatang kara dan tanpa harta. Untuk hidup pun harus ditunjang dari belas kasihan orang lain. Anak muda, jangan meniru kehidupan seperti yang telah kakek jalani. Karena, waktu adalah modal utama paling berharga yang dimiliki oleh setiap manusia. Pergunakanlah baik-baik untuk belajar, berusaha, dan berkarir. Efektivitaskan waktumu pada tujuan yang jelas, dan berjuang meraih keberhasilan. Maka kelak di hari tuamu, kamu akan menjalani kehidupan ini dengan bangga dan bahagia.

Teman-teman yang luar biasa,

Saat ini kita hidup di Abad ke-21, di mana zaman mempunyai ciri khas yakni perubahan yang cepat, perkembangan teknologi yang semakin pesat, persaingan di semua lini usaha yang begitu ketat. Dan kita dituntut menjadi manusia pembelajar yang bisa menghargai waktu dan mengelolanya secara cerdas, cermat, dan cekatan.

Jika kita mampu mengelola waktu dengan begitu smart, bisa dipastikan kehidupan kita akan punya warna, punya ciri, dan berkualitas. Manfaatkan waktu yang begitu berharga! Seperti pepatah berbunyi, time is money (waktu adalah uang). Tetapi lebih dari itu, time is life (waktu adalah nyawa)!

Salam sukses, LUAR BIASA!!

Sumber : andrie wongso

Continue Reading

Motivasi – Biografi Singkat & Motivasi Kesuksesan Bill Gates

Bill Gates
Bill Gates

Siapa yang tidak kenal Bill Gates? Dia adalah pemilik Microsoft, dimana produknya digunakan oleh hampir pengguna komputer di dunia ini. Namun tahukah anda apa yang membuat Bill Gates menjadi setenar dan sesukses sekarang? Jika anda ingin sukses, mungki beliau-lah yang patut anda tiru gaya hidupnya.

Bill Gates yang bernama asli William Henry Gates merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Pria sukses kelahiran 1955 ini memiliki ayah seorang pengacara dan ibu seorang guru. Bill merupakan seorang anak yang cerdas saat itu. Namun kecerdasannya ini sering membuatnya kesusahan ketika di sekolah. Sampai akhirnya ia dipindahkan ke sekolah khusus laki – laki, Lakeside School. Pada umur belasan tahun ia telah mengenal komputer dan jatuh cinta padanya. Komputer yang dipakai saat itu adalah sebuah komputer yang rumit, dimana banyak proses ketika akan mengerjakan sesuatu.

Karena hal itulah Bill tergerak untuk belajar pemrograman dan berambisi untuk menciptakan software. Dia menghabiskan banyak waktu untuk menulis program, main – main, dan mendalami komputer. Kegigihannya itu membuahkan hasil, bersama Paul Allen ia menciptakan sebuah software pertama untuk mikro komputer.

Sekarang, keberhasilan Bill bisa kita rasakan. Meski begitu, ia tetap menyempatkan diri untuk bersosialisasi dengan orang lain, terutama para karyawannya di seluruh dunia. Setiap hari ia sisihkan waktunya untuk menjawab email dari karyawannya yang berjumlah belasan ribu.

Mungkin itu saja rangkuman singkat mengenai biografi Bill Gates (sebenarnya masih banyak yang belum saya ceritakan). Jika anda tertarik untuk meniru kesuksesan Bill Gates, baca dan download-lah ebook-nya disini

Sekian, Salam Sukses

Sumber : ebook

Continue Reading

Artikel Motivasi – Tulis Mimpimu Di Atas Kertas (Kisah Nyata)

Motivasi dalam segala hal tidak hanya didapatkan dari orang yang ada di sekitar kita. Kita sendiri pun juga bisa memotivasi diri agar bisa merealisasikan mimpi. Ada sebuah kisah nyata dimana seseorang menuliskan semua mimpinya di atas kertas dan ajaib, semua mimpi itu jadi nyata. Berikut ini cerita singkat beliau menuju sukses dalam segala hal.

Masih teringat jelas bagaimana aku menuliskan kalimat-kalimat itu pada dua lembar kertas buram setelah tiba di kamar asrama Tingkat Persiapan Bersama di IPB sore itu. Baru saja DKM Al Hurriyah usai menyelenggarakan acara Achievement Motivation Trainer (AMT) dengan menghadirkan seorang pembicara yang sangat luar biasa, Ustadz Aris Ahmad Jaya. Sosok yang di kemudian hari banyak menginspirasiku mencapai hal-hal menakjubkan yang semula hanya terlintas di mimpi belaka. Untuk kesekian kalinya aku dibuat begitu takjub dengan penampilan dan materi motivasi yang diberikannya.

Banyak orang yang memiliki mimpi, namun mimpinya itu akhirnya tetap menjadi impian dan khayalan belaka. Alasannya adalah karena mereka menuliskan mimpi-mimpi mereka di dalam ingatan saja. Padahal ingatan manusia itu terbatas. Akibatnya kebanyakan dari mereka itu lupa dengan mimpinya. Dan ketika ingat kembali, waktu mereka telah habis. Dan hanya penyesalan yang dirasa.

Demikian kurang lebih kata-kata yang beliau sampaikan sebagai pembuka materi beriringan dengan tampilan slide di layar dan backsound yang sangat menawan. Kemudian dengan setengah menghentak beliau berteriak!

Ubah! Ubah cara pandang anda! Ubah bagaimana anda menuliskan mimpi-mimpi anda. Jangan tulis dalam ingatan anda yang terbatas, karena hal itu ibarat anda menulis di atas pasir. Ketika angin bertiup, hilanglah tulisan itu. Tuliskan secara nyata. Di atas kertas. Tuliskan mimpi-mimpi anda di atasnya. Tempatkan dimana anda akan sering melihatnya. Jika anda ragu… tulis saja 100 target yang ingin anda capai selama di IPB!

Alunan backsound dari speaker yang memainkan musik instrumental gubahan komponis terkenal Jepang, Kitaro berjudul Koi itu seolah turut menyihir kata-kata yang beliau ucapkan hingga mampu merasuk ke dalam dada setiap peserta yang hadir. Masing-masing peserta seolah tersihir oleh suasana. Semuanya khusyuk mendengarkan kata demi kata dari Sang Trainer, termasuk diriku yang dengan serius mencatat kata-kata tersebut dalam buku catatan.

…dan nanti anda akan lihat. Bagaimana luar biasanya Allah mewujudkan setiap mimpi-mimpi itu, jauh lebih luar biasa daripada yang bisa anda bayangkan… tuliskan segera, dan suatu hari yang akan anda lihat dari tulisan anda itu hanyalah coretan-coretan. Coretan karena anda telah mencapainya…

Dan itulah yang aku lakukan. Di atas dua lembar kertas buram itulah aku menuliskannya. 100 target. Target-target sederhana hingga impian-impianku, tanpa banyak berpikir rumit, aku benar-benar menuliskan apa yang terlintas di pikiranku saat itu, seperti yang Ustadz Aris katakan waktu itu. Dan jadilah, 100 target itu. Aku tempel di pintu lemari bajuku hingga setiap saat aku bisa melihatnya. Ada kepuasan tersendiri ketika melihatnya. Namun tak sedikit juga yang berkomentar setiap kali melihat target-target yang tertulis di sana.

Buat apa Nang kamu nulis repot-repot begitu”. “Sombong banget sih lo…” atau bahkan dengan nada meremehkan “Udah Nang, ini mah bukan lagi zamannya untuk bermimpi. Realistis sedikitlah

Setelah begitu banyak komentar, akhirnya aku melepas dua lembar kertas itu dan memindahkannya di atas tempat tidurku hingga setiap akan tidur atau bangun pagi aku bisa melihatnya. Setidaknya komentar-komentar itu tak lagi terdengar setelah itu.Aku baru benar-benar menyadari bahwa dua lembar kertas itu kini sudah begitu usangnya… usang oleh berbagai macam coretan-coretan di atasnya, dan usang oleh keringat di tanganku setiap kali memegangnya.

Tapi yang pasti… kini setiap aku melihatnya kembali yang bisa aku katakan adalah: “Subhanallah…Luar biasa…”Apa yang aku tuliskan di atas dua lembar kertas itu, yang dahulu begitu banyak orang yang mencemooh dan meremehkannya… kini… satu persatu tanpa aku sadari benar-benar terwujud. Dan benar… seberapapun luar biasanya rencana dan kalimat yang kutuliskan di atasnya… rencana Allah jauh lebih luar biasa, persis seperti yang dikatakan Ustadz Aris waktu itu.

Mahasiswa Berprestasi.. Meski awalnya hanya aku tuliskan setelah mendengar cerita Mas Anuraga Jayanegara, dan terinspirasi dari majalah-majalah mahasiswa.Ternyata… tak aku sangka aku akan bisa mencapainya, bahkan hingga tingkat nasional dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang begitu bergengsi dan MTQ Mahasiswa Nasional… tak aku sangka aku bisa ke sana dengan cara-cara luar biasa dan tak terkira, padahal mulanya semua itu terinspirasi dari penuturan penuturan kakak tingkat atau teman-teman di kampus.

Setiap kali mengingat semua itu, sepenggal lirik Nasyid dari Justice Voice yang terinspirasi dari surat Ar Rahman terdengar begitu nyaring di kepalaku ”…Nikmat yang manakah lagi yang akan kau dustai, setelah begitu banyak nikmat yang Ia beri…” Dan kini ketika menatap dua lembar kertas usang yang hampir tercerai berai itu… delapanpuluhtiga. Ya… target nomor 83 bertuliskan “Aku ingin melanjutkan sekolah keluar negeri setelah tamat IPB!”Tapi tahukah apa yang terjadi?…semuanya seolah terulang kembali… seberapapun luar biasanya rencana yang kita buat… rencana Allah jauh lebih luar biasa…

***

Burung besi kebanggaan bangsa itu akhirnya mendarat di Narita International Airport. Sambil menunggu pilot selesai memarkirkan Sang Garuda, negeri para Samurai dulu itu terlihat begitu dingin dari jendela pesawat yang basah oleh air hujan. Mungkin musim gugur telah hadir di bulan ini seperti yang aku baca di internet sebelumnya.

Dikejauhan perlahan tampak tulisan berwarna merah menyala. Yokoso Japan. Yang di kemudian hari aku ketahui artinya sebagai: “Selamat Datang di Jepang”. Kututup buku catatan dan dua lembar kertas usang bertuliskan 100 targetku dengan coretan-coretannya itu… air mata ini menetes dengan perihnya dan panasnya mata. “Nikmat yang manakah lagi yang akan Kau beri?” Nang… hanya tarikan nafas panjang yang bisa aku lakukan…

Seolah suara merdu Celine Dion dalam video motivasi tentang para peserta paralympic, olimpiade bagi orang-orang yang cacat namun mampu mengukir sejarah itu, yang diputar Ustadz Aris 2 tahun lalu itu terdengar kembali… Realize the Power of The Dreams… ternyata Allah membukakan jalan bagiku ke Jepang… sebelum tamat dari IPB…Dan dimulailah jejak-jejak itu…

Yokoso Japan… Narita Airport, 2 Oktober 2007

Cerita di atas saya dapatkan dari blog Danang A. Prabowo yang banyak sekali memberikan motivasi kepada kita bahwa jika bermimpi itu hendaknya jangan setengah – setengah. Saya yakin jika hal ini anda lakukan pasti akan berdampak positif bagi diri anda karena dengan hal itu anda tidak lupa akan mimpi anda selama ini. Selamat berjuang untuk meraih kesuksesan dalam segala hal.

Salam sukses.

Continue Reading

Artikel Motivasi – Kisah Tempayan Retak

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walaupun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaanya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya ia dapat berikan.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata
kepada si tukang air, “Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

mengapa?” tanya si tukang air,”mengapa kamu merasa malu?” . Dan tempayan retak pun menjawab, “selama dua tahun ini, saya hanya mampu membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi.

Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab, ”Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.

Tuhan memang punya rencana atas segalanya.

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu ? tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu ?” Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan kita. Tanpa adanya kamu, majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri. Kita semua adalah tempayan retak, namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk maksud tertentu. Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma, Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.

Ketahuilah dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita. Maka dari itu bersyukurlah dalam tiap hembusan nafas karena sebenarnya anda telah dikarunia oleh Tuhan sebuah kekurangan (bahkan lebih) yang akan menjadi pewarna dalam kehidupan ini.

Sumber : motivation-live

Continue Reading

Artikel Motivasi – Hal Besar yang Sering Kita Abaikan

Pada hari itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
Ya, tetapi, aku tidak membawa uang”, jawab Ana dengan malu-malu
Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu”, jawab si pemilik kedai.
Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

Ada apa nona?”, tanya si pemilik kedai.
Tidak apa-apa, aku hanya terharu”, jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi, tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri”, katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu
berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”.

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

Seringkali kita menganggap pengorbanan mereka merupakan suatu proses alami yang biasa saja; tetapi kasih dan kepedulian orang tua kita adalah hadiah paling berharga yang diberikan kepada kita sejak kita lahir.

Oleh karena itu segera peluk ibumu dan katakan terima kasih atas jasa – jasanya selama ini dalam membesarkanmu. Bicarakan baik – baik atas masalah yang sedang kamu hadapi. Saya yakin saran dari ibu anda adalah yang terbaik karena beliau selalu menginginkan anaknya bahagia.

Sekian.

Sumber : kaskus

Continue Reading