Hindari Menilai Sesuatu Sepotong – sepotong

Suatu hari ada teman saya yang curhat via chatting tentang masalah yang dia hadapi dalam hidupnya. Seperti masalah yang dialami oleh kebanyakan anak, Ia merasakan kurangnya kasih sayang dari orang tua. Dari bacaan kompasiana kita tahu bahwa banyak sekali dampak yang bisa diakibatkan dari kurangnya perhatian oleh orang tua kepada anak.

Nah, artikel yang saya tulis ini bukanlah sebuah artikel yang isinya mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan anak mereka. Saya sebagai anak muda yang pernah juga mengalami hal demikian ingin membagikan sebuah cerita motivasi kepada para sahabat yang kebetulan kekurangan perhatian dari orang tua.

Berikut ini cuplikan chatting antara saya dan sahabat, fia yang sempat saya copy untuk anda. Silahkan menyimak.

…………
Fya HyuRin : oyiii,, mm, aq blh crht nda,,
anom 17 : silahkan
anom 17 : bebas pulsa
Fya HyuRin : heeehee,,
Fya HyuRin : mm, aq kan td blg, seolah2 aq nda pny sp2,,
Fya HyuRin : cm qm m ank2 aja,
Fya HyuRin : qm tau mksdx?
anom 17 : apa?
anom 17 : eh,,kamu pengen punya banyak temen?temen kelasku dan anak2 kelas lain..kakak tingkat juga..
Fya HyuRin : bukan itu,,
Fya HyuRin : aq ngrasa gt cz emg kluargaku sbuk trz,,
anom 17 : ooo..
anom 17 : emang keluargamu di malang?
anom 17 : sibuk kenapa?
Fya HyuRin : klo kluarga mlg ada,
anom 17 : hmmm
anom 17 : paman?
Fya HyuRin : tp kalo papa mama sbuk trz,
anom 17 : oooo..
anom 17 : keduanya kerja?
Fya HyuRin : kmren aja aq ultah nda ad ucapan apapun,
anom 17 : hahaha..
anom 17 : santai sob..jangan berpikiran buruk dulu
anom 17 : ada maksud tertentu dari semua ini
anom 17 : jangan menilai sebuah buku dari judul..atau hanya dari selembar halamannya saja
anom 17 : buku bisa dimengerti isinya ketika kita membacanya dari halaman awal sampe akhir..
Fya HyuRin : mksdmu?
Fya HyuRin : aq nda ngerti,,
anom 17 : jadi kalo misalnya kamu menilai hidupmu sepi saat ini,,kamu kurang tepat dalam mengambil keputusan itu
anom 17 : aku punya sebuah cerita
anom 17 : kamu mau menyimak ceritaku?
Fya HyuRin : boleh,,
Fya HyuRin : crta aja,
anom 17: ada seorang peternak kuda tinggal di sebuah desa
anom 17: dia punya sebuah kuda yang berkualitas tinggi
anom 17: kalo diajak pacuan kuda selalu menang..
anom 17: suatu hari, kudanya ditawar untuk dibeli oleh orang..harganya 10 kali lipat harga jual kuda biasa
anom 17: tapi peternak itu menolak untuk menjualnya karena alasan tertentu…
anom 17: nah,,beberapa hari setelah kuda itu ditawar..ternyata kuda itu hilang..lepas dari kandangnya..
anom 17: orang2 desa memaki peternak itu..
anom 17: “dasar bodoh..kuda bagus tidak mau dijual,,sekarang sudah hilang..rasakan itu..”
anom 17: tapi si peternak ga menghiraukan makian orang2 desa..
anom 17: dia tetap tegar..dan berkata gini ke orang2..
anom 17: “biarkan sajalah..kuda itu mungkin hanya bermain2 sebentar di hutan..suatu waktu pasti akan kembali”
anom 17: nah,,kamu tau apa yang terjadi beberapa hari setelah kuda itu hilang?
anom 17: kuda itu datang dengan membawa beberapa kuda lainnya ke peternakan..
Fya HyuRin is typing…
Fya HyuRin: mm,, trz intix?
anom 17: trus orang2 desa berkomentar lagi..
anom 17: “wah,,sungguh beruntung hidupmu..kudamu datang membawa kuda lain”
anom 17: si peternak berkata gini
anom 17: “ah,,jangan begitu..saya bersyukur kuda ini kembali..tapi siapa yang tahu kejadian besok??”
anom 17: nah,,besoknya..anak si peternak jatuh waktu lagi menunggangi kuda..
anom 17: kembali orang2 desa berkomentar
anom 17: “sungguh malang nasibmu..anakmu yang kamu sayangi jatuh dan kakinya harus diamputasi”
anom 17: si peternak sabar dan menjawabnya
anom 17: “ini adalah kuasa Tuhan..hari ini hidupku memang sial..tapi siapa yang tahu kejadian besok?? ”
anom 17: beberapa hari kemudian ada perang antara negara sang peternak ama negara lain
anom 17: negara membutuhkan pemuda yang sehat untuk dijadikan sebagai tenaga dalam perang
anom 17: nah,,orang2 desa berkomentar..
anom 17: “beruntung sekali kamu..anakmu cacat dan tidak ikut perang…sedangkan anakku yang awalnya sehat..kini tidak tahu bagaimana kabarnya di medang perang sana”
………

Nah, sahabatku..cerita di atas mewakili kehidupan kita yang penuh dengan misteri. Hari ini memang benar kita tidak mendapatkan perhatian dari orang tua. Tapi coba lihat kembali masa lalu kita. Bagaimana cara kita saat ini hingga bisa tersenyum, tertawa, dan tumbuh menjadi seorang anak yang bisa mengambil keputusan sendiri. Semua itu tidak lepas dari peran orang tua yang telah mendidik kita menjadi anak yang cerdas.

Jadi janganlah menilai suatu keadaan dari sudut pandang anda sendiri. Kita harus tegar dalam menghadapi segala cobaan hidup. Dan satu lagi, jauhi narkoba karena narkoba bukanlah obat dalam menyelesaikan suatu masalah. Kejarlah kesuksesan karena kesuksesan tidak pernah menghampiri anda dengan sendirinya.

Terima kasih.

Sumber : chat antara aku dengan fia,sahabatku.

Continue Reading

Hidup Itu Seperti Memancing

hidup itu seperti memancing

Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya.

Selain asyik bermain, si anak juga sering memperhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.

Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. “Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti“, kata si paman ramah.

Tidak, terima kasih Paman“, jawab si anak.

Lho, paman perhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang paman tawarkan kepadamu, kenapa engkau tolak?

Saya senang memperhatikan Paman memancing, karena saya ingin bisa memancing seperti Paman. Apakah Paman mau mengajari saya bagaimana caranya memancing?” tanya si anak penuh harap.

Wah wah wah. Ternyata kamu anak yang pintar. Dengan belajar memancing engkau bisa mendapatkan ikan sebanyak yang kamu mau di sungai ini. Baiklah. Karena kamu tidak mau ikannya, paman beri kamu alat pancing ini. Besok kita mulai pelajaran memancingnya ya?

Keesokan harinya, si bocah dengan bersemangat kembali ke tepi sungai untuk belajar memancing bersama sang paman. Mereka memasang umpan, melempar tali kail ke sungai, menunggu dengan sabar, dan hup… kail pun tenggelam ke sungai dengan umpan yang menarik ikan-ikan untuk memakannya. Sesaat, umpan terlihat bergoyang-goyang didekati kerumunan ikan. Saat itulah, ketika ada ikan yang memakan umpan, sang paman dan anak tadi segera bergegas menarik tongkat kail dengan ikan hasil tangkapan berada diujungnya.

Begitu seterusnya. Setiap kali berhasil menarik ikan, mereka kemudian melemparkan kembali kail yang telah diberi umpan. Memasangnya kembali, melemparkan ke sungai, menunggu dimakan ikan, melepaskan mata kail dari mulut ikan, hingga sore hari tiba.

Ketika menjelang pulang, si anak yang menikmati hari memancingnya bersama sang paman bertanya, “Paman, belajar memancing ikan hanya begini saja atau masih ada jurus yang lain?

Mendengar pertanyaan tersebut, sang paman tersenyum bijak. “Benar anakku, kegiatan memancing ya hanya begini saja. Yang perlu kamu latih adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik. Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai.”

Sumber : artikelmotivasi

Continue Reading

Rahasia Terbebas dari Rasa Khawatir

Apa yang membuat seseorang tidak bisa bahagia? Apakah yang menyebabkan seseorang selalu merasa gelisah dalam hidupnya? Di tengah derasnya berbagai problema hidup yang dialami seseorang, tidaklah mengherankan jika setiap orang di dunia ini sering merasa khawatir. Mereka merasa khawatir akan hidup mereka, khawatir akan apa yang selanjutnya akan terjadi, khawatir akan sesuatu yang buruk akan menimpa mereka dan banyak lagi kekhawatiran yang seolah-olah tidak kunjung habis.

Rasa khawatir inilah yang menjadi faktor yang menyebabkan seseorang menjadi stres, depresi, takut dan gelisah sepanjang waktu. Bahkan ujung-ujungnya ada yang menjadi kurang waras dan yang paling parah adalah mengakhiri hidupnya sendiri.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada manusia yang terbebas dari rasa khawatir. Ini normal, karena manusia diciptakan dengan emosi yang berbeda-beda. Hari ini Anda mungkin merasakan emosi yang luar biasa positif, dan di lain hari emosi Anda turun drastis.

Perlu saya tekankan di sini adalah orang yang bahagia dalam hidupnya juga sering merasa khawatir, tetapi mereka tahu bagaimana caranya keluar dari rasa khawatir tersebut. Orang yang merasa tidak bahagia selalu memenuhi hidupnya dengan kekhawatiran yang sangat besar.

Ketika mereka sukses, mereka khawatir jika suatu hari nanti mereka kehilangan semua uangnya. Ketika bisnis bangkrut, mereka khawatir jika mereka tidak akan bisa bertahan hidup. Ketika tidak punya uang, mereka khawatir tidak akan bisa lagi menghidupi keluarga dan lainnya.

Kekhawatiran inilah yang membuat mereka tidak bisa tenang, sulit tidur, gelisah, dan akhirnya jatuh sakit. Rasa khawatir yang berlebihan bahkan bisa menurunkan kekebalan tubuh Anda yang akibatnya akan mudah terserang penyakit. Tidak heran jika orang yang bahagia bisa hidup dengan umur yang lebih panjang.

Sebenarnya jika Anda mengerti 2 rahasia yang akan saya berikan ini, maka Anda bisa terlepas dari rasa khawatir mulai saat ini juga. Kedua rahasia ini sangat sederhana tetapi bermakna sangat dalam, yang sering diabaikan dan diremehkan banyak orang.

Ada 2 hal yang terlalu dikhawatirkan seseorang. Yang pertama adalah mereka mengkhawatirkan MASA LALU, dan yang kedua adalah mereka mengkhawatirkan MASA DEPAN. Rasa khawatir hanya berkisar pada masa lalu dan masa depan.

Jadi, RAHASIA pertama untuk terbebas dari rasa khawatir adalah jangan terlarut dalam masa lalu. Banyak orang yang terlalu terikat pada masa yang sudah lewat. Mereka selalu mengeluh mengapa mereka tidak begini, tidak begitu, seharusnya begini dan begitu, mengapa harus terjadi seperti ini dan itu dan banyak lagi.

Masa lalu sudah berlalu, Anda tidak akan pernah bisa kembali dan mengubah apa yang telah terjadi. Rasa khawatir sama sekali tidak akan bisa mengubah keadaan, yang ada hanyalah membahayakan fisik dan mental Anda sendiri. Jika memang terjadi hal yang tidak diinginkan, belajarlah dari pengalaman tersebut untuk membantu Anda menjadi lebih baik ke depan. Orang yang sedih terlalu memikirkan masa lalu. Masa lalu sudah berlalu, hadapilah kenyataan meskipun pahit dan belajarlah darinya.

RAHASIA kedua untuk terbebas dari rasa khawatir adalah jangan mencoba meramal masa depan. Masa depan tidak pasti, tidak ada seorang pun yang punya kekuatan untuk mengatakan apa yang akan terjadi di masa depan. Masa depan belum datang dan tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi bahkan 1 menit dari sekarang. Jadi, untuk apa menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran untuk membayangkan apa yang belum terjadi?

Resep hidup bahagia terletak pada SEKARANG, bukan masa LALU dan masa DEPAN. Jika Anda hidup dalam ilusi masa lalu dan masa depan, maka Anda akan selalu diliputi kekhawatiran yang tidak akan pernah habis, kecuali jika Anda membayangkan yang positif.

Jangan pernah menyesali masa lalu karena itu sudah terjadi dan tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mengubahnya. Juga jangan khawatir akan masa depan karena itu belum datang, tidak bisa diprediksi dan tidak bisa diramal dengan tepat.

Yang perlu Anda lakukan adalah hidup dalam masa SEKARANG, karena hanya sekaranglah Anda memiliki kendali untuk mengubah hidup Anda. Masa depan Anda dibentuk oleh apa yang Anda lakukan SEKARANG.

Orang yang bahagia adalah orang yang menerima kenyataan pada masa lalu dan tidak takut akan masa depan. Mereka yang bahagia tidak terlalu mengkhawatirkan masa depan.

Satu catatan penting, bahwa apa yang sering dikhawatirkan seseorang sering kali tidak pernah terjadi. Pernahkan Anda khawatir akan sesuatu di masa depan, tetapi tidak pernah terjadi sama sekali? Jika ya, bukankan itu berarti Anda telah menghabiskan waktu Anda yang berharga untuk melakukan hal yang sia-sia belaka. Akan jauh lebih baik jika waktu yang Anda gunakan untuk merasa khawatir diganti dengan melakukan hal-hal yang terbaik.

Tugas Anda sekarang adalah bukan melihat yang masih samar di kejauhan (masa depan), tetapi melakukan apa yang ada di depan Anda saat ini (sekarang). Jangan pernah merusak indahnya hidup saat ini dengan mencoba kembali pada masa lalu atau mencoba membongkar masa depan yang masih belum pasti terjadi seperti yang Anda perkirakan. Satu-satunya hidup yang bisa Anda nikmati adalah SEKARANG. Live NOW!

Sumber : andriewongso

Continue Reading

Lima Cara Agar Lebih Optimistis

Apakah anda seorang yang optimis dalam menghadapi hidup?Kitalah orang yang paling tau apakah kita seorang yang optimis atau pesimis. Tingkat keoptimisan dan kepesimisan kita tidak bisa diukur dengan ucapan, karena dari segi prakteknya justru bertentangan dengan kaidah optimisme itu sendiri, maka kita bukanlah orang yang optimis.

Rasa optimistis memang tidak datang begitu saja. Apalagi jika setiap hari Anda selalu mengeluh dan tidak berusaha untuk memunculkan pikiran positif. Jangan biarkan terperangkan dalam rasa pesimistis, dan sebaliknya tumbuhkan optimisme dengan lima cara berikut.

  1. Perspektif masalah
    Orang pesimistis memandang suatu masalah dari kacamata permanen dan berlebihan. Padahal, tidak ada masalah yang tidak akan selesai. Lagipula, sebagian besar masalah tidak bersifat permanen dan rasa pesimistis membuat Anda melupakan hal itu.
    “Tipikal pribadi yang optimistis adalah melihat situasi buruk hanya bersifat sementara. Masalah dianggapnya bersifat isolasi, yaitu satu masalah tidak akan berdampak buruk pada aspek kehidupan lainnya,” kata Michael Rooke, pelatih bisnis dari AttitudeWorks, Australia, seperti dikutip dari au.lifestyle.yahoo.com.
  2. Gunakan bahasa tepat
    Sifat pesimistis cenderung membuat seseorang memilih kata yang hiperbola saat menghadapi masalah kecil. Seperti saat terjebak macet, Anda menyebutnya sebagai neraka atau mungkin bencana. Pemilihan kata ini akan membuat pikiran makin stres. Untuk lebih merasa optimistis, coba pilihlah kata yang sesuai dengan keadaan untuk menggambarkan permasalahan yang dihadapi. Bukan dengan penggambaran yang berlebihan.
  3. Lupakan dan maafkan
    Bisa memaafkan adalah jalan pintas untuk mendapat kebahagiaan. Itu menurut psikolog asal Australia, Dr. Anna-Marie Taylor. “Penting untuk diingat bahwa memaafkan adalah keterampilan yang harus dipelajari dan itu didasarkan pada cara Anda berpikir, bukan bagaimana Anda merasa,” kata Taylor.
    Sulit memaafkan dan menyimpan dendam hanya akan berdampak buruk pada jiwa dan pikiran Anda. Bukannya malah menyakiti orang lain, tapi yang pasti Anda menyakiti diri sendiri.
  4. Istirahat
    Rasa pesimistis sering muncul karena rasa perfeksionis yang sangat tinggi. “Kesempurnaan adalah negatif dan tidak rasional. Tak ada yang salah dengan keinginan untuk melakukan yang terbaik, tapi Anda tidak akan pernah mendapat yang diinginkan jika yang dicari adalah kesempurnaan,” kata Rooke.
    Akuilah jika Anda telah mencapai sesuatu, bukan hanya ketika Anda belum mencapai yang diinginkan.
  5. Bersyukur
    Bersyukurlah setiap hari untuk apa yang Anda dapatkan. Mulai dari udara yang Anda hirup, nyamannya bantal untuk tidur dan keluarga yang dimiliki. Ini akan membuat Anda lebih optimistis dan merasa bahagia.
    Dr. Taylor bahkan merekomendasikan membuat “jurnal bersyukur”. Ini semacam catatan yang berisi hal-hal yang Anda dapatkan setiap harinya dan membuat bahagia. Tuliskan dalm sebuah catatan menjelang tidur, ini akan seperti catatan berisi hal-hal positif dalam hidup Anda.

Sumber : vivanews

Continue Reading

Tengkorak Banyak Bicara

Ketika sampai di tengah-tengah hutan, tiba-tiba terdengar suara orang berbicara.

Pengembara itu merasa takut, tetapi juga penasaran. “Suara siapakah itu, di tengah-tengah hutan yang sepi begini?” bisiknya dalam hati. Lalu, dengan hati-hati ia mencari asal suara tadi. Akhirnya ia menemukan jawabannya. Suara tadi berasal dari tengkorak manusia yang ada di bawah pohon besar. Alangkah terkejutnya ia.

Dengan rasa tidak percaya, ia memberanikan dirinya mendekat dan bertanya, “Hai tengkorak. Bagaimana kamu bisa sampai di tengah-tengah hutan belantara ini?

Di luar dugaan, si tengkorak itu bisa mendengar dan menjawab pertanyaannya. “Hai pengembara! Yang membawa aku ke sini adalah mulut yang banyak bicara,” jawab si tengkorak. Mengetahui tengkorak bisa mendengar dan berbicara, si pengembara pun jadi sangat terhibur dan terus mengobrol tentang segala hal yang menarik hatinya. Ia merasa menemukan pengalaman yang benar-benar aneh dan sangat menakjubkan.

Saat keluar dari hutan, si pengembara terus teringat dengan kejadian aneh yang dialaminya. Dengan penuh semangat, ia bercerita tentang tengkorak yang bisa bicara kepada setiap orang yang dijumpainya. Tentu saja, tidak ada seorang pun yang mau percaya. Malah ada yang mencemooh ceritanya. “Dasar bodoh! Mana ada tengkorak yang bisa bicara!

Namun, biarpun tidak ada yang mau percaya dengan ceritanya, pengembara itu tetap saja bercerita kepada banyak orang lainnya.

Akhirnya, cerita tengkorak yang bisa berbicara itu pun terdengar sampai ke istana. Singkat cerita, baginda raja tertarik dan kemudian mengundang pengembara itu ke istana. Kembali, si pengembara menceritakan pengalamannya dengan bangga.

Baginda, hamba bertemu tengkorak yang bisa bicara. Mungkin baginda bisa menanyakan tentang masa depan kerajaan ini kepada tengkorak itu,” bujuk si pengembara. Karena rasa ingin tahu, raja pun mengajak para pengawalnya dan meminta si pengembara menunjukkan jalan ke hutan di mana tengkorak itu berada.

Setibanya di sana, pengembara dengan begitu percaya diri langsung bertanya kepada si tengkorak. “Hai tengkorak, bagaimana kamu bisa sampai di hutan ini?

Kali ini, tengkorak itu diam membisu. Raja dan para pengawal tampak tidak sabar menunggu. Ketika pengembara itu mengulang pertanyaannya beberapa kali dengan suara lebih keras, tengkorak itu tetap diam membisu. Yang terdengar hanya desau angin dan gaung suara si pengembara.

Melihat hal itu, para pengawal menatap raja dengan pandangan geli. Merasa telah diperdayai, sang raja menjadi murka. Ia memandang marah si pengembara. “Sebenarnya aku tidak percaya omonganmu. Apakah kamu mengira bahwa aku ini raja yang bodoh? Sebenarnya, aku datang ke sini untuk membongkar kebohonganmu. Kamu harus dihukum atas hal ini!

Sang raja pun langsung memerintahkan hukuman mati untuk si pengembara. Setelah itu, jenazah si pengembara ditinggalkan di sana. Kepalanya diletakkan di samping tengkorak tadi.

Begitu raja dan para pengawalnya pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba si tengkorak bersuara. “Hai Pengembara! Bagaimana kamu bisa sampai di hutan ini?

Dan kepala si pengembara pun menjawab, “Yang membawa aku ke sini adalah mulut yang banyak bicara.

Teman-teman yang luar biasa!

Sering kali pertengkaran, kesalahpahaman, dan permusuhan besar muncul gara-gara omongan yang tidak pada tempatnya. Mereka yang suka mengumbar omongan, sering jadi kurang waspada sehingga mudah menyinggung, merendahkan, atau melecehkan orang lain. Sekilas, masalah seperti ini tampak sepele, tetapi akibatnya bisa fatal.

Alangkah baik, apabila setiap saat kita bisa mengendalikan diri, tahu kapan dan mengapa harus berbicara. Bahkan terkadang bisa diam adalah sikap yang paling bijak, seperti pepatah dalam bahasa Inggris, “Silent is golden. Diam adalah emas.

Sumber : andriewongso.com

Continue Reading