Bima Sakti di Pantai Balekambang (Kab Malang)

Pura Amerta Jati di Pantai Balekambang
Pura Amerta Jati di Pantai Balekambang

Berawal dari proses searching gambar galaksi Bima Sakti, muncullah keingintahuan tentang bagaimana cara menghasilkan gambar sejenis. Tak beberapa lama kemudian sepertinya keberuntungan datang menghampiri saya karena ada ajakan dari seorang kawan di kampus yang juga berminat untuk mengabadikan gambar langit eksotis ini.

Pesisir Pantai Balekambang
Pesisir Pantai Balekambang

Berangkat dari Malang sekitar pukul 3 sore melewati daerah Pagak dan Sumbermanjing, kami sudah tiba di Pantai Balekambang mendekati pukul 5. Tak disangka, waktu yang kami pilih untuk berkemah dan hunting di Balekambang tepat sekali. Setibanya di pantai, kami disambut oleh cahaya matahari berwarna keemasan. Selain itu, langit yang cerah dan tidak berawan mendukung kami untuk berlomba-lomba mengabadikan landscape Pantai Balekambang saat matahari terbenam.

Senja di Balekambang
Senja di Balekambang

Karena informasi yang kami dapatkan bahwa kepala dan ekor galaksi Bima Sakti akan terlihat sekitar pukul 01.00 WIB, kami pun beristirahat di tenda untuk menghabiskan waktu. Tempat berteduh saat hunting foto di malam hari sangat vital fungsinya karena dapat melindungi kita dari angin malam. Jika ingin menghabiskan malam dengan sedikit tidur dan banyak berinteraksi dengan kawan, bermain kartu dan mungkin menikmati api unggun adalah kegiatan yang tidak boleh dilewatkan.

Camping, solusi terbaik hunting Milkyway
Camping, solusi terbaik hunting Milkyway

Menurut referensi yang dikumpulkan dari internet dan ‘hasil bertapa’ 😀 syarat lokasi yang baik untuk menghasilkan foto milkyway adalah :

  1. Memiliki hamparan langit yang luas
  2. Tidak berawan
  3. Jauh dari polusi cahaya
  4. Aman bagi fotografer

Pantai Balekambang kami pilih karena lokasinya memenuhi keempat syarat di atas. Selain itu, terdapat objek berupa pulau dan Pura Amerta Jati yang merupakan ciri khas Pantai Balekambang. Dengan objek langit yang ‘bergalaksi’ dan Pura Amerta Jati, menurut saya gambar Bima Sakti yang diabadikan akan semakin kaya.

Milkyway dari halaman tenda
Milkyway dari halaman tenda

Diawali dengan titik fokus yang berantakan pada foto, akhirnya saya berhasil menentukan titik fokus untuk memotret langit gelap penuh bintang. Entah bagaimana teknik menentukan titik fokus yang benar, saya hanya menebak-nebak dengan cara mengevaluasi hasil foto yang baru diabadikan. Jika kurang fokus, ya putar fokusnya sampai gambar yang dihasilkan fokus. Percuma juga melihat view finder karena tidak ada apa-apa yang bisa dilihat di dalamnya. Ternyata teknik menebak-nebak titik fokus ini cukup berhasil. Asalkan Anda sabar (NB : pengambilan foto saya membutuhkan shutter speed selama 30 detik), silakan tiru cara saya dalam menentukan titik fokus 😀

Milkyway dari barat Pura Amerta Jati
Milkyway dari barat Pura Amerta Jati

Terdapat banyak warung & toilet yang buka untuk wisatawan bahkan selama 24 jam.  Lokasinya pun tak jauh dari lokasi kami mendirikan tenda. Bagi yang tidak bisa makan & minum sembarangan, mungkin warung ini sangat membantu Anda. Menurut saya ada 1 hidangan yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Pantai Balekambang : Kelapa Muda. Dengan harga sekitar Rp 7.000 per butir, sangat mengganti cairan yang hilang saat hunting foto semalam suntuk. Cobalah sendiri 😀

Jangan lupakan kelapa muda
Jangan lupakan kelapa muda

Budget :

  1. Rp 10.000 / orang, Rp 1.000 / motor, dan Rp 2.000 / mobil untuk karcis masuk Pantai Balekambang
  2. Rp 3.000 / motor dan Rp 5.000 / mobil untuk biaya parkir
  3. Biaya lain-lain (toilet, makan, snack, dll)

Wajib dibawa :

  1. Kamera & lensa wide
  2. Tripod
  3. Snack & air minum
  4. Kartu / alat permainan lain ‘pembunuh waktu’

Saran :

  1. Kunjungi Pantai Balekambang saat musim kemarau untuk menghindari hujan & langit berawan.
  2. Bawa pakaian ganti jika ingin mandi di pantai.
  3. Jangan buang sampah sembarangan.

Selain di Pantai Balekambang, saya juga pernah mengabadikan milkyway di Pantai Goa Cina lho. Jika penasaran dengan pengalaman saya, silakan dibaca di >> Goa Cina, Must Visit-nya Sea-Landscaper di Malang. Selain itu, tahun 2016 (2 tahun setelah tulisan ini) saya kembali lagi ke Pantai Balekambang untuk mengabadikan keindahan milkyway. Penasaran dengan milkyway tahun 2016 di Balekambang? Langsung aja klik “Balekambang, Surga Foto Milkyway di Malang

Intermezzo dikit. Ternyata keindahan Balekambang terpancar ketika dilihat dari langit. Penasaran dengan aerial foto & video Pantai Balekambang? Langsung aja klik “[VIDEO] Pantai Balekambang dari Langit“.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam gowes dan sukses untuk kita semua

You may also like

14 Comments

  1. dulu saya pernah kesini … camping …. th 90-an
    pagi2 jam 7-an dibawah jembatan ke pure … muncul gerombolan ikan mungkin jumlahnya jutaan … kayaknya tinggal nyerok saja bakalan dapat …. apakah sekarang masih begitu ….

  2. dulu saya juga pernah nge camp di balekambang ini (2x malah), tapi gagal/tidak bisa mengabadikan milky way, sayang sekali.. apa kamera kurang sip atau skill nya yang kurang ya. hehe
    anyway, nice post mas (y)

    1. Hampir semua pantai di Malang bisa digunakan untuk spot sunsetan dan milkyway. Semua pantai di Malang yang pernah saya tulis di anomharya.com sudah pernah saya buktikan sendiri. Silakan dikunjungi.

  3. cukup jauh perjalanan kurang lebih 2-3 jam dari Malang kota. suasana pantai tidak terlalu ramai, cocok untuk melepaskan penat dari rutinitas sehari hari. sayang lokasi parkir motor cukup jauh dari pura tengah laut . wisatawan harus berjalan +/- 500 mtr untuk menuju ke lokasi pura. menurut pengelola parkir hal ini dikarenakan pernah terjadi pencurian kendaraan bermotor di area pura. overall , ini adalah salah satu wisata favorit di Malang raya. 👍

    btw, milkyway-nya kerenn mas. salam siksa kamera 🙂

Leave a Reply