Prewedding Malang : Nana – Edho

Street Prewedding in Tugu

Pada tulisan ini saya akan sedikit bercerita tentang sesi pemotretan Nana & Edho, sepasang kekasih yang akan melangsungkan pernikahan pada Maret 2017. Saya dipercaya sebagai fotografer prewedding mereka atas rekomendasi seorang teman yang kini berdomisili di Banjar (Kalimantan Selatan).

Street Prewedding in Tugu

Dimulai sekitar pukul 06.00 WIB, kami bertemu di kawasan Tugu depan Balai Kota Malang. Cahaya dari langit (baca : cahaya matahari) saat itu sudah sangat keras dan kuning karena matahari bersinar tanpa ditutupi oleh awan. Padahal sekitar 30 menit sebelumnya ada cahaya lembut yang pasti sangat indah untuk dimanfaatkan. Karena cahaya alami sangat keras dan bahkan flash tidak cukup mampu untuk mengimbangi, jadilah saya gunakan cahaya tersebut sebagai backlight. Kedua foto di atas adalah hasil kreasi ‘melawan cahaya matahari’ ditambah sebuah flash dan softbox di arah jam 8 hingga jam 4 sebagai fill light.

Biaya untuk memotret di Tugu Kota Malang : hanya bayar parkir dan selebihnya GRATIS.

Street Prewedding in Jodipan

Tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah Kampung Warna Warni Jodipan yang pernah saya ulas sebelumnya di tulisan yang berjudul “Jodipan – Kampung Nano Nano di Kota Malang“. Kami tiba di Jodipan sekitar pukul 07.30 dimana masih belum banyak wisatawan yang berkunjung. Terlihat warga sedang santai, membersihkan rumah, dan ada juga ibu-ibu yang ngerumpi di warung. Awalnya kami mengira akan mengganggu aktivitas mereka karena datang terlalu pagi dan membawa beberapa perlengkapan foto yang tidak dibawa oleh pengunjung biasa. Ternyata mereka sangat ramah dan tidak segan untuk menunjukkan kami spot indah lainnya. Jika Anda ingin memotret dengan konsep urban street di Kota Malang, jangan lupakan Jodipan.

Biaya untuk memotret di Jodipan : hanya bayar tiket masuk, karcis parkir, snack (yang dijual warga – jika lapar / haus), dan selebihnya GRATIS.

Street Prewedding in Jodipan

Karena juga ingin memiliki foto dengan latar hijau dan menyegarkan, kami putuskan untuk berkunjung ke Coban Rondo. Coban Rondo yang areanya begitu luas dan cukup alami, cocok untuk sesi pemotretan berkonsep alam. Labirin yang terletak di dalam Coban Rondo menjadi tempat pertama yang kami kunjungi. Kami tidak masuk ke Labirin karena sudah pasti banyak yang berkunjung saat akhir pekan. Jika masih memaksa masuk Labirin, bisa jadi kami yang terganggu dan sudah pasti pengunjung lain menjadi terganggu. Kami putuskan untuk memotret di area dinding di luar Labirin. Ada beberapa keuntungan memotret di titik ini :

  1. Tidak perlu bayar tiket masuk / ijin foto di Labirin
  2. Area pemotretan cukup luas
  3. Tidak ada pengunjung lain yang mengganggu dan terganggu oleh kami

Outdoor Prewedding

Outdoor Prewedding

Masih di dalam Coban Rondo, kami lanjutkan dengan memasuki kandang rusa. Tidak banyak yang mengetahui tempat ini karena letaknya yang jauh dari jalur lintasan pengunjung. Cukup membayar Rp 5.000 per porsi, kami sudah bisa memberi makan rusa sepuasnya. Konsep foto prewedding dengan nuansa alami pun semakin lengkap dengan kehadiran rusa di sekitar calon pengantin.

Biaya untuk memotret di Coban Rondo : hanya bayar karcis masuk (sudah termasuk parkir) dan selebihnya GRATIS.

Prewedding with Deer

Hari beranjak sore dan cahaya alami semakin redup karena awan gelap yang menutupi cahaya matahari. Pertanda hujan akan turun kami siasati dengan sesi pemotretan di dalam ruangan. Kopi Tjap Giling yang memiliki desain interior gaya 90’an menjadi tujuan kami berikutnya. Foto yang kami dapatkan harus sesuai dengan tema yang dimiliki oleh kedai kopi ini. Jadilah sesi foto sambil ngopi mengisi sore kami yang basah karena hujan gerimis.

Biaya untuk memotret di Kopi Tjap Giling : hanya beli makan dan minum disana. Selebihnya GRATIS.

Coffee Shop Prewedding

Hujan yang turun hingga hampir pukul 19.00 WIB membuat ruang kami terbatas untuk memotret di luar ruangan. Bermodalkan payung transparan yang dibeli oleh Nana & Edho, kami putar otak agar bisa mendapatkan foto baik saat malam hari, meski dalam kondisi hujan gerimis. Bertempat di Taman Selamet, kami siapkan semua perlengkapan di bawah guyuran hujan. Setiap orang yang terlibat dalam pengambilan kedua gambar di bawah memegang payung untuk melindungi diri mereka dan juga perlengkapan memotret yang tidak tahan dengan air. Jadilah kedua foto strobist ini yang menutup hari kami yang cukup melelahkan. Saya klimaks! Bagaimana dengan mba Nana dan mas Edho? Hehehe

Biaya untuk memotret di Taman Selamet : hanya bayar parkir dan selebihnya GRATIS.

Strobist & Night Prewedding

Strobist & Night Prewedding

Sebenarnya banyak foto bagus lainnya yang dihasilkan saat sesi pemotretan prewedding Nana & Edho. Jika Anda penasaran, buka dan follow saja akun instagram saya : @anomharyacom. Anda juga ingin dipotret seperti mereka? Langsung saja kirim Direct Message ke instagram saya.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam jepret dan sukses untuk kita semua.

Share Post :

Tulisan Lainnya

Leave a Reply