Balekambang, Surga Foto Milkyway di Malang

Milkyway dari Pantai Balekambang

Milkyway dari Pantai Balekambang

Hunting foto punya keasyikan sendiri bagi penghobi fotografi, tidak terkecuali saya. Libur lebaran ini saya ingin mengajak seorang teman yang sangat bersemangat untuk mengabadikan galaksi bima sakti dengan kameranya sendiri. Mau tau kelanjutan ceritanya? Cekidot gan!

Berangkat pukul 1 siang dari Kota Malang, kami tiba sekitar pukul 15.00 di Pantai Balekambang. Saat tiba, kondisi cuaca masih sangat cerah. Hanya terlihat awan menggumpal dari sebelah utara (dari daratan ke laut selatan). Kondisi laut yang saat itu surut membuat kami punya banyak kesempatan untuk hunting foto lebih jauh ke arah lautan. Di sore menuju senja yang cerah ini, syukurlah masih bisa mengabadikan Pura Amerta Jati sebagai ikon Pantai Balekambang.

Pura Amerta Jati di Balekambang

Pura Amerta Jati di Balekambang

Kondisi alam yang awalnya bersahabat menjadi berubah 180 derajat setelah senja. Kami yang tidur di sebuah tenda menghadap laut harus bertahan dengan gempuran hujan dan angin kencang laut selatan. Kondisi tenda yang kurang baik membuat air hujan setetes demi setetes masuk ke dalam tenda dan membuat kami tidur dalam keadaan setengah basah. Satu fakta yang perlu Anda ketahui, ternyata saya mengajak seseorang yang baru pertama kalinya tidur di tenda. Mungkin hal ini bisa dibilang merupakan sebuah proses ‘ospek’ oleh alam. Semoga tidak membuatnya kapok untuk hunting milkyway lagi. Hehehe.

Polusi Cahaya saat Foto Milkyway

Polusi Cahaya saat Foto Milkyway

Jam menunjukkan pukul 22.00 WIB dan ternyata hujan masih turun dengan deras disertai gerimis sebagai perantara diantara hujan deras berikutnya. Tidak terhitung berapa kali kami bangun dan kemudian tidur lagi hanya untuk mengecek kondisi langit. Sayang sekali. Padahal kami hunting foto di musim yang memasuki kemarau, tapi masih saja ada hujan yang menjadi kendala.

Setelah sempat pesimis karena kondisi alam, akhirnya semesta mendukung. Pukul 02.30 WIB kami bangun dan mulai ‘bekerja’ mengabadikan keindahan langit malam di Pantai Balekambang. Gugusan bintang dengan kabut keputihan terlihat jelas dengan mata telanjang. Kamera yang telah kami siapkan sayang sekali tidak bisa mengabadikan kabut galaksi bima sakti karena ada polusi cahaya yang dihasilkan dari 3 lampu di area Pura Amerta Jati. Artinya kami harus pindah ke tempat yang lebih bersahabat. Baiklah!

Milkyway dari Jembatan Pulau Balekambang

Milkyway dari Jembatan Pulau Balekambang

Sempat terpikir untuk berjalan ke arah jembatan menuju Pura Amerta Jati dan mengabadikan Pantai Sumur Pitu yang berada di sebelah barat Pantai Balekambang. Kondisi laut yang setengah surut membuat alur pasir pantai menjadi terlihat lebih jelas. Tiga buah lampu yang berada di Pura juga membuat sekitarnya menjadi lebih terang. Alhasil putihnya pasir Pantai Sumur Pitu, birunya air laut, hijaunya tanaman di atas karang, dan eksotisme warna milkyway berpadu menjadi satu. Indah sekali!

Sebagai informasi, inilah lokasi dan kondisi tenda kami sehingga bisa mengamati kondisi langit setiap beberapa saat.

Tenda Milkyway Balekambang

Tenda Milkyway Balekambang by mdevyderia

Bagaimana? Tertarik untuk mengabadikan foto bima sakti alias milkyway? Tutorial lengkapnya bisa Anda baca di tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Bima Sakti di Pantai Balekambang“.

Intermezzo dikit. Ternyata keindahan Balekambang terpancar ketika dilihat dari langit. Penasaran dengan aerial foto & video Pantai Balekambang? Langsung aja klik “[VIDEO] Pantai Balekambang dari Langit“.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam jalan-jalan dan sukses untuk kita semua.

← Previous Post

Next Post →

4 Comments

  1. Mestinya kita hunting bareng mas. Saya sering banget camping buat hunting Milky Way di Pantai selatan Malang.

    • Berangkat!! Kita motret aja bareng teman-teman dari komunitas Malang Raya Landscaper

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *