Kali ini aku akan cerita tentang pemotretan Rejang Pedawa di Kabupaten Buleleng (Bali). Tarian ini pernah tidak ditampilkan selama 50 tahun dan kemarin aku berhasil memotretnya saat piodalan berlangsung.

Tari Baris oleh Pemuda

Sekitar jam 9 pagi ritual dimulai dengan tari baris. Para sesepuh desa yang memimpin tarian di awal, dilanjutkan oleh pemuda desa. Pria, belum menikah, dan berumur lebih dari 17 tahun adalah syarat mutlak membawakan tari tersebut. Prosesnya seperti estafet dari para sesepuh kepada para pemuda. Mereka bergantian menari sambil membawa alat-alat perang, seperti tombak.

Para Sesepuh Desa Pedawa

Prosesi tari barisnya berlangsung dari jam 9 pagi sampai sekitar jam 12.30 WITA. Prosesi tari baris diakhiri dengan para sesepuh yang saling menuangkan tuak ke daun pisang dan kemudian dituangkan ke tanah.

Menuangkan Tuak

Di tengah tarian baris, aku sempat motret persiapan penari rejang di rumah. Riasannya cukup sederhana. Hiasan bunga-bunga putih di bagian mahkota membuatku penasaran. Ternyata bahannya dari kayu pelindo yang dikeringkan dulu kemudian dibentuk sesuai dengan pakem dari adat.

Riasan Penari Rejang Pedawa

Sekitar jam 12.30 WITA, satu persatu penari rejang tiba di pura. Ada sekitar 30 penari yang semuanya merupakan para gadis yang belum menikah. Mereka secara bergantian membawakan 11 tarian rejang yang dibagi ke dalam beberapa kelompok.

Tarian Rejang Pedawa

Di pura sudah banyak orang yang duduk dan berdiri mengelilingi penari rejang. Memang Rejang Pedawa ini pusat perhatian warga sekitar dan fotografer budaya. Bahkan juga ada kru stasiun TV nasional yang sedang meliputnya.

Cerita dan visual lebih lengkap tentang Rejang Pedawa, bisa dilihat dalam video tiktok di bawah. Selamat menikmati..

@anomharya cerita motret tarian yang hilang 50 tahun #budayaindonesia #budayabali ♬ suara asli – Anom Harya

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam njepret dan sukses untuk kita semua.