Melepas Rindu di Ranu Pane

Pagi yang Indah di Ranu Pane
Pagi yang Indah di Ranu Pane
Pagi yang Indah di Ranu Pane

Bagi yang menyukai aktivitas pendakian gunung, Ranu Pane bukanlah nama tempat yang asing di telinga mereka. Namun bagi wisatawan reguler yang berkunjung ke Bromo, tidak banyak yang tahu mengenai keberadaan Ranu Pane. Bahkan banyak dari wisatawan domestik yang baru tahu bahwa terdapat danau yang indah di Desa Ranu Pane.

Desa Ranu Pane terletak di ketinggian sekitar 2.200 MDPL dan masih merupakan wilayah administrasi Kabupaten Lumajang. Untuk berkunjung ke Desa Ranu Pane (dari Malang) hanya perlu membayar tiket wisata yang dikelola oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Loket ini terletak di daerah Poncokumo. Berbeda jika ingin sekalian mendaki ke Ranu Kumbolo dan Gunung Semeru, wajib melakukan online booking paling lambat H-1.

Memancing Ikan di Ranu Pane
Memancing Ikan di Ranu Pane

Ranu Pane memiliki 2 danau yang tidak terpisah jauh, yakni Danau Ranu Pane dan Danau Ranu Regulo. Beberapa kegiatan mengasyikkan bisa dilakukan di Desa Ranu Pane. Saat pagi dan sore hari, beberapa warga yang tinggal di sekitar Desa Ranu Pane sering memanfaatkan danau untuk memancing ikan. Berkemah di sekitar danau juga ide yang bagus. Jika ingin berkemah, saya sarankan danau Ranu Regulo sebagai lokasi yang Anda pilih.

Pagi yang Indah di Ranu Regulo
Pagi yang Indah di Ranu Regulo

Untuk berkemah di Ranu Regulo, pastikan Anda membawa cukup perapian karena suhu disini cukup dingin saat malam hingga dini hari. Mungkin karena Ranu Regulo diapit beberapa bukit, lokasi berkemahnya menjadi jalur angin berhembus. Angin inilah yang sempat membuat saya tidur sambil bergetar kedinginan.

Menjelang matahari terbit, permukaan danau akan terlihat seperti berasap. Cahaya emas matahari perlahan muncul dan membawa kehangatan bagi yang telah menghabiskan malam di Ranu Regulo. Jembatan beton yang menjorok ke danau menjadi tempat terbaik untuk berjemur sambil menikmati keindahan Ranu Regulo.

Beberapa kali berkunjung ke Ranu Pane dan Ranu Regulo, saya selalu merasa kedinginan saat tidur malam. Pengalaman tidur kedinginan di Ranu Pane pertama kali saya rasakan saat tidur di homestay. Pengalaman berikutnya terjadi saat berkemah, seperti yang telah saya ceritakan di paragraf sebelumnya. Kedinginan semalam suntuk dan menantikan hangatnya mentari pagi adalah yang membuat saya ingin kembali lagi ke Ranu Regulo.

Percayalah, dinginnya Ranu Pane ngangenin..

Ranu Regulo dan Gunung Semeru
Ranu Regulo dan Gunung Semeru

Ingin berkunjung dan atau melakukan photo trip di Ranu Pane, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, Semeru, dan wilayah lainnya di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru? Kita komunikasi via Whatsapp saja ke +6285288776565. Sampai bertemu di lokasi motret yaaaa..

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam njepret dan sukses untuk kita semua.

You may also like

Leave a Reply