Gowes Jelajah Gunung Mujur – Sumberawan (26/01/14)

Petunjuk arah kawasan wisata

Petunjuk arah kawasan wisata “Gunung Mujur”

Komunitas Gowes Jelajah dan beberapa orang dari komunitas sepeda lainnya di Malang pada 26 Januari 2014 lalu mengadakan acara kecil-kecilan yang sebenarnya bertujuan untuk men-survey jalur Gunung Mujur hingga Pemandian Sumberawan (Singosari). Hanya sedikit dari kami yang sebenarnya mengetahui kondisi jalur yang berada di kaki Gunung Arjuno ini. Pada awalnya memutuskan untuk digowes full dari rumah hingga kembali lagi ke rumah. Namun setelah mengetahui jalurnya dengan menggunakan Google Earth, akhirnya kami menyerah sebelum perang dan memilih untuk loading saja.

“Pos 1” – titik awal Gowes Jelajah Gunung Mujur – Kebun Teh Wonosari (26/01/14)

Petualangan yang diikuti oleh 11 orang ini diawali dengan berkumpulnya kami di rumah salah seorang rider yang berada di Perumahan Bumi Palapa (Kota Malang). Dari meeting point kami lanjutkan dengan loading menggunakan 2 kendaraan bak terbuka hingga “Pos 1” yang memakan waktu sekitar 1 jam. Dalam perjalanan menggunakan kendaraan bak terbuka, kami melewati daerah Karangploso dan sebuah peternakan ayam milik Wonokoyo Joyo Corporido. Dari Pos 1 terlihat samar pemandangan Kota Malang dan mungkin Kota Batu. Tak heran kami bisa melihatnya karena tempat kami berdiri saat itu berada di ketinggian sekitar 1250 mdpl.

Pemandangan lembah Gunung Arjuno

Pemandangan lembah Gunung Arjuno

Pukul 09.30 WIB, Gowes Jelajah Gunung Mujur dimulai

Medan awal yang kami tempuh berupa tanjakan manja (landai) dengan jalan lebar yang berbatu (makadam). Pepohonan pinus seperti menjadi “Pagar Bagus” dan “Pagar Ayu” yang menyambut kami di dalam sebuah pesta pernikahan. Melepas medan batu makadam terakhir, kami berhadapan dengan singletrack tanah hutan yang sepertinya juga menjadi jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuno. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan adanya beberapa tanda penunjuk arah dengan tulisan “Puncak G. Arjuno”.

Tak masalah dengan lumpur. Tapi bagaimana dengan

Tak masalah dengan lumpur. Tapi bagaimana dengan “tali air”-nya?

Hujan turun di sekitar Malang Raya beberapa jam sebelum kami bertualang di jalur Gunung Mujur. Kondisi langit yang berawan sangat mendukung lumpur di hutan untuk “bermalas-malasan” mengering. Ditambah lagi dengan adanya motor trail yang melewati jalur ini, dorong mendorong sepeda melewati “tali air” bukanlah sebuah aib karena kondisinya tidak memungkinkan untuk digowes. Sebenarnya bukan salah mereka melewati jalur ini karena Gunung Mujur merupakan “Jalur Surga” bagi semua penikmat olahraga petualangan. Beberapa kali kami berpapasan dengan pengendara motor trail dan bahkan mobil jeep. Mau tak mau kami harus saling berbagi jalur.

Warung kopi

Warung kopi “Tenda Biru”, oase di tengah hutan..

Sajian penggoda diet

Sajian penggoda diet

Karena 8,5 km pertama dari jalur ini memiliki medan yang rolling (naik turun), istirahat untuk sekedar mengembalikan irama pernafasan tentu dibutuhkan. Ada momen istirahat yang membuat saya kaget karena di tengah hutan ternyata terdapat warung yang menjual minuman hangat serta gorengan. Sebelumnya kami mengira bahwa gubuk tersebut ditinggalkan pemiliknya karena tidak sedang menggarap kebun. Namun beberapa saat kemudian sang pemilik datang dengan membawa hidangan gorengan. Ditambah lagi dengan wangi kopi yang semerbak ketika toples penyimpannya dibuka oleh pemilik warung. Jadilah kami menyeruput kopi campuran (Arabica & Robusta) yang ditanam, dipetik, dan diproses sendiri oleh pemilik warung tersebut.

Kemesraan ini janganlah cepat berlalu..

Kemesraan ini janganlah cepat berlalu..

Bukan Gowes Jelajah namanya jika tak ada ritual masak-memasak dan makan bersama di jalur yang kami lewati. Sebuah gubuk yang berada di persimpangan antara Kebun Teh Wonosari dan Pemandian Sumberawan kami pilih sebagai venue untuk melaksanakan ritual tersebut. Entah direncanakan atau tidak, tempat ini menjadi titik temu kami dengan beberapa kawan dari komunitas Weekly Bikers yang saat itu menjelajah Kebun Teh Wonosari. Gubuk kecil yang jauh dari pemukiman mendadak gaduh karena obrolan dan canda tawa kami.

Peta Jalur Gunung Mujur - Sumberawan

Peta Jalur Gunung Mujur – Sumberawan

Sekitar pukul 14.00 WIB sampailah kami di tempat wisata historis Sumberawan. Tempat ini memiliki sebuah Stupa dan pemandian yang hingga saat ini (khususnya saat perayaan Waisak) masih digunakan untuk beribadah oleh umat Buddha. Jalur berupa singletrack yang diapit oleh sungai dan sawah menjadi penutup Gowes Jelajah Gunung Mujur (26/01/14). Kami kembali ke meeting point yang berada di Perumahan Bumi Palapa (Kota Malang) menggunakan kendaraan yang sama ketika berangkat.

Bersama dengan tulisan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang terlibat. Adapun file GPS dari jalur yang kami lewati dapat di-download di disini. Semoga makin banyak goweser yang mengunjungi jalur Gunung Mujur dan makin sehat dengan kegiatan gowesnya.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam gowes dan sukses untuk kita semua.

← Previous Post

Next Post →

3 Comments

  1. lain waktu tolong saya dipandu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *