Ada yang bilang motret model kurang menantang. Karena subjeknya sudah biasa difoto, prosesnya jadi terkesan ‘lempeng’ aja. Gimana kalau modelnya down syndrome?

Sebelum ngomong lebih jauh tentang down syndrome, kuberi disclaimer dulu ya. Aku bukanlah ahli / pakar yang mengerti down syndrome. Semua opini dalam tulisan ini murni dari sudut pandang fotografer. Kalau ada salah kata, mohon dikoreksi dan dimaafkan. Aku tidak berniat merendahkan siapapun karena tulisan ini dibuat untuk berbagi pengalaman khususnya memotret down syndrome.

Supaya lebih mudah dibaca, tulisan kubagi dalam beberapa bagian,

  1. Kesan Sebelum Bertemu Down Syndrome
  2. Kesan Saat Bertemu Down Syndrome
  3. Mengarahkan Model Down Syndrome
  4. Memotret Down Syndrome Model Hunt
  5. Kesan Setelah Motret Down Syndrome

Kesan Sebelum Bertemu Down Syndrome

Tidak ada riset khusus yang kulakukan menjelang pemotretan down syndrome. Yang kutahu, down syndrome adalah kelainan genetik. Mereka dapat dikenali dengan mudah dari bentuk wajahnya. Beberapa netizen bahkan menyebut mereka dengan ‘seribu wajah’. Entah konotasinya positif atau negatif, aku netral saja.

Hampir semua down syndrome yang pernah kulihat ada di jalanan. Entah dari keluarga mampu atau tidak, penampilan mereka cenderung kotor dan tidak terurus. Ada yang bekerja sebagai tukang parkir dan bahkan ada yang sengaja diajari hal-hal negatif oleh lingkungannya. Yah, semoga lebih banyak down syndrome yang hidup dalam lingkungan positif.


Kesan Saat Bertemu Down Syndrome

Begitu sampai di lokasi pemotretan (Hotel Mercure Malang), aku langsung penasaran dengan talent yang akan kufoto. Ada sekitar 20 anak down syndrome yang sudah rapi menggunakan busana dari sponsor. Wow mereka terlihat anggun dan lucu, seperti anak-anak pada umumnya. Berbeda sekali dengan kesan kumal yang kutemui di jalanan.

Zaky jalan dengan pantatnya

Zaky jalan dengan pantatnya

Ada yang duduk tenang, ada yang berlarian. Meski lari-lari, kok ga ada yang teriak-teriak ya? Apa mereka tidak bisa berteriak, ataukah mereka dididik agar tidak berteriak? Mungkin para pakar perlu menjawab pertanyaanku ini.

Anak yang lebih tua bisa mengalah lho dengan anak lain. Tidak sekali saja kulihat mereka menggandeng sesama down syndrome yang lebih muda. Ternyata mereka juga punya rasa tanggung jawab. AMAZING!!


Mengarahkan Model Down Syndrome

Setelah beberapa saat mengamati tingkah laku mereka, kuberanikan mengeluarkan kamera. Ternyata aktivitas mereka tidak begitu terpengaruh dengan kamera dan orang asing. Aku jadi lebih menikmati motret secara candid.

Motret I'im lagi bengong

Motret I’im lagi bengong

Tidak sedikit dari mereka yang sedang menikmati momen pribadinya. Kehadiranku seperti tidak mereka hiraukan. Aku pun tidak mau mengganggu mereka. Fotoku jadi lebih otentik.

Ada Faza yang kulihat membawa kopernya kemana-mana. Kostum dan gerakannya menarik perhatianku. Saat lewat di depanku, kucoba untuk mengarahkannya. Ternyata Faza bisa diarahkan lho. Dia bisa bergaya dengan sangat alami. Dia juga mengerti apa aku sudah memotretnya atau belum. 

Faza bergaya dengan kopernya

Faza bergaya dengan kopernya

Momen yang paling kuingat saat memotret Faza adalah, dia menolak untuk melihat hasil fotoku. Dia melengos begitu saja seperti seorang artis beken yang baru saja difoto candid oleh fans-nya. FAZA, KAMU JOSS!! wkwkwk


Memotret Down Syndrome Model Hunt

Sampailah di acara inti, semua fotografer berkumpul di panggung. Beberapa anak down syndrome yang sudah kufoto tadi merupakan peserta model hunt. Mereka berkompetisi dengan sesama down syndrome dalam bidang modelling.

Selain model hunt juga ada lomba fotografi. Aku jadi salah satu pesertanya. Harapan panitia, fotografer bisa mendapatkan momen mereka saat berpose dengan baik. Panitia ingin mengedukasi bahwa down syndrome juga memiliki bakat. Dalam acara ini, bakat down syndrome dalam bidang modelling yang sedang dicari.

Aku tahu, tugas penyelenggara cukup berat. Mereka harus mengarahkan model bahkan sampai menggandengnya. Hampir semua model tidak tahu harus berada di titik mana saat berada di panggung. Mungkin masukan juga untuk panitia bahwa titik penanda berpose mutlak diperlukan. Model pro aja butuh titik penanda saat di catwalk. Apalagi yang baru belajar kan?

Panitia mengarahkan model down syndrome

Panitia mengarahkan model Jordy

Kebanyakan model (meski bukan yang pro) bisa berpose. Mereka akan dengan mudah melakukan eye contact dengan lensa jika diminta. Entah kenapa, cukup susah membuat model down syndrome agar eye contact. Hanya beberapa detik saja dan kemudian mereka fokus ke titik lain. Entah fokus ke fotografer lain atau mereka melihat orang tuanya atau penyelenggara. 

Faza berpose dan eye contact padaku

Faza berpose dan eye contact padaku

Yang jelas, mendapatkan foto model down syndrome dengan pose terbaik dan eye contact adalah kepuasan bagiku.


Kesan Setelah Motret Down Syndrome

Memotret anak khususnya down syndrome adalah hal baru bagiku. Sebagai fotografer, aku merasa tertantang untuk bisa memotret mereka. Kusangka akan ada drama saat pemotretan. Entah mereka badmood atau bahkan tidak bersahabat kepadaku. Ternyata semua ekspektasi negatif hilang ketika bertemu dengan senyum mereka. 

Model down syndrome sama seperti model pada umumnya. Untuk mendapatkan hal yang diinginkan, perlu komunikasi antara fotografer dan juga subjeknya. Dalam hal ini, penyelenggara sudah menyampaikan niatnya untuk memperbaiki citra down syndrome. Bahwa down syndrome juga memiliki bakat dan berhak tampil.

Regatta begitu disayang keluarganya

Regatta begitu disayang keluarganya

Kehadiran mereka di tengah keluarga dapat menggambarkan bentuk cinta yang tulus. Bahwa cinta tidaklah terikat dengan kesempurnaan, tapi cinta adalah bahasa lain dari ketulusan.

cinta tidak terikat dengan kesempurnaan, tapi cinta adalah bahasa lain dari ketulusan

Semoga semakin banyak panggung yang bisa menerima kehadiran model down syndrome dan orang spesial lainnya.

Beberapa foto yang tidak tampil di atas bisa dilihat pada galeri di bawah

Faza berpose dan eye contact padaku
Panitia mengarahkan model down syndrome
Regatta begitu disayang keluarganya
Motret I'im lagi bengong
Faza bergaya dengan kopernya

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam njepret dan sukses untuk kita semua