Tips Berkunjung ke Pantai Atuh (Nusa Penida)

Sunrise di Pantai Atuh
Sunrise di Pantai Atuh

Dari sekian banyak destinasi wisata yang berada di Nusa Penida, Pantai Atuh adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Tidak hanya pasirnya yang putih, tebingnya yang indah pun menjadi daya tarik bagi wisatawan terutama bagi yang suka mengabadikan keindahan alam. Tips yang saya tulis berikut adalah inspirasi ketika saya berkunjung ke Pantai Atuh.

  1. Sunrise di Pantai Atuh
    Pantai Atuh merupakan pantai yang terletak di sebelah timur Pulau Nusa Penida. Dengan menghadap langsung ke timur, matahari terbit dapat diabadikan dari sini. Pastikan sudah berada di lokasi pemotretan sebelum pukul 05.30 WITA agar tidak kehilangan momen langit yang sedang memerah. Matahari biasanya sudah menampakkan diri secara penuh sekitar pukul 06.30 WITA.
  1. Kunjungi saat sore
    Mengunjungi Pantai Atuh saat pagi hari seringkali membuat kita banjir keringat karena tidak banyak tanaman peneduh yang tumbuh di sekitar jalan setapak. Jika tidak mendesak untuk berkunjung saat pagi hari, disarankan untuk berkunjung saat sore hari. Pukul 16.00 WITA adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke pantai ini.
  1. Bawa cukup air minum
    Tidak ada warung di sepanjang jalur. Kalaupun ada, hanya di sekitar lokasi parkir dan di lokasi pantai. Karena harus melewati jalan setapak untuk menjelajahi tebing dan harus turun tebing untuk menuju Pantai Atuh, bawalah air minum secukupnya.
  1. Mobil bisa masuk
    Jalur menuju Pantai Atuh memang tidak begitu bagus, namun jalur yang telah ada cukup untuk dilewati 1 mobil. Sejauh ini mobil adalah alat transportasi terbaik menuju pantai karena mobil dan sepeda motor sama-sama harus berhenti di satu tempat (trekkingnya sama jauh).
  1. Perhatikan petunjuk jalan
    Saya mengunjungi Pantai Atuh 2 hari berturut-turut karena pada hari pertama tidak tiba di lokasi yang diharapkan. Di sepanjang jalan ada banyak persimpangan menuju ke pantai. Meski sudah diberi petunjuk jelas, tidak semuanya mengarah ke lokasi yang terbaik. Saran saya, selalu pilih jalur lurus jika bertemu dengan persimpangan yang sama-sama mengarah ke Pantai Atuh (contoh : bisa lewat kiri dan lurus, pilih yang lurus). Jalur yang selalu lurus di persimpangan membingungkan akan membawa kita ke Banjar Pelilit (lokasi Pantai Atuh yang paling mudah diakses).
  1. Pastikan tekanan ban & BBM cukup
    Pecah ban dan kehabisan BBM di tengah jalan adalah PR yang sangat menyulitkan wisatawan Nusa Penida. Karena jalan rusak yang naik dan turun, berhati-hatilah dengan pecah ban. Sedangkan itu, karena antar desa terpisah jauh oleh kebun dan tanah kosong, segeralah membeli BBM jika merasa tidak yakin dengan stok BBM di kendaraan Anda.
  1. Menginap bisa camping atau penginapan
    Tidak sedikit wisatawan yang menginap di sekitar Pantai Atuh agar tidak ketinggalan momen mengabadikan matahari terbit. Ada yang berkemah di sekitar pasir pantai, ada yang menginap di Rumah Kayu, ada juga yang menginap di homestay yang dikelola warga sekitar. Perlu diketahui, desa di sekitar Pantai Atuh merupakan tempat yang tidak begitu beruntung soal air tawar. Mereka harus menampung air hujan dan bahkan membeli air. Oleh karena itu, hematlah dalam menggunakan air.

Semoga tips di atas membantu Anda saat akan berkunjung ke Pantai Atuh. Btw, ada yang berminat untuk berkunjung ke Nusa Penida dan melakukan photography trip disana? Yuk kita berangkat bareng pada pertengahan 2017. Silakan kirim email ke anomharya@gmail.com untuk informasi lebih lanjut.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,
Salam jalan-jalan dan sukses untuk kita semua.

Tentang Penulis

Anom Harya

Hobi bersepeda, jalan-jalan, dan memotret. Suka menulis tentang sepeda, traveling, dan fotografi di anomharya.com. Bekerja penuh waktu di OTTO tour yang bergerak di bidang pariwisata. Jika ingin dipandu bersepeda atau memotret di Bromo / Malang, chat aja via WA ke +6285288776565 atau kirim email lewat link ini

6 Comments

  1. Fotonya super keren benar-benar menyentuh. Terima kasih telah mempopulerkan dan membuat artikel tentang Pantai Atuh Nusa Penida. Setidaknya kami sebagai pelaku pariwisata dan masyarakat asli Nusa Penida sangat terbantu dan merasa kagum dengan pulau sendiri.
    Sukses selalu untuk setiap hasil karyanya mas anom
    salam
    Komang Yong (Raja Hutan Tour)

Leave a Reply